Terbongkar Penyebab Kebakaran Jetour T2 di Tol Jagorawi
14 Februari 2026, 11:00 WIB
Pembasmian kendaraan ODOL butuh proses, pemerintah bersama pemangku jalin kerja sama memperketat pengawasan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kendaraan besar Over Dimension and Over Load (ODOL) menjadi salah satu perhatian utama pemerintah Indonesia saat ini.
Data dari Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan atau BKT Kemenhub menunjukkan bahwa ada lebih dari 430.000 kendaraan melakukan pelanggaran ODOL.
Ini ditemukan dari hasil pemeriksaan di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB).
Sementara data dari Jasa Raharja mengungkapkan di 2024 ODOL merupakan penyebab kecelakaan nomor dua dengan jumlah korban meninggal dunia di atas 6.000 orang.
Lalu di periode Januari-Mei 2025 ada 7.000 kejadian kecelakaan yang memakan korban setidaknya 2.000 orang.
Pemberantasannya masih terbilang belum maksimal. Oleh karena itu Kemenhub menilai perlunya ada pemanfaatan inovasi teknologi informasi dan komunikasi.
Ini dilakukan untuk membantu proses pengawasan, penegakan hukum serta manajemen logistik sehingga tata kelola transportasi darat lebih transparan dan efisien.
“Sistem transportasi darat yang modern, berkeselamatan dan berdaya saing dapat terbangun dengan pendekatan digital menyeluruh,” kata Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan dikutip dari siaran resmi Kemenhub, Selasa (01/10).
Dia melanjutkan kecelakaan diakibatkan oleh angkutan ODOL menjadi tantangan utama di sektor transportasi darat.
Sehingga pengawasan ketat penting dilakukan berbarengan dengan digitalisasi.
Oleh karena itu Dudy mengungkapkan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait, sepakat implementasi Zero ODOL terwujud di 2027.
Dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, diharapkan ada langkah-langkah strategis buat diterapkan untuk membantu menangani maraknya angkutan ODOL di dalam negeri.
Dalam kesempatan terpisah, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengatakan setidaknya ada dua alasan kendaraan ODOL susah dihilangkan.
Pertama ada tulang punggung sistem rantai pasok logistik 98 persen berbasis jalan, tidak dibagi dengan moda transportasi lain seperti kereta barang maupun kapal.
Pembagian merata moda transportasi rantai pasok logistik bisa jadi salah satu cara untuk membasmi truk ODOL.
“Kemudian yang kedua masalah tarif angkutan barang, ini bargaining-nya ada di tangan pemilik barang jadi agak susah mengendalikannya. Memang pemerintah harus melakukan intervensi di sini,” kata Ahmad Wildan, Senior Investigator KNKT beberapa waktu lalu.
Karena sudah berlangsung lama, pihak KNKT tidak menampik pembasmian truk ODOL bakal membutuhkan proses tidak sebentar.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 Februari 2026, 11:00 WIB
10 Februari 2026, 21:00 WIB
06 Januari 2026, 15:24 WIB
30 Desember 2025, 14:00 WIB
22 Desember 2025, 12:00 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 14:00 WIB
Ada ratusan kategori yang diperebutkan oleh para pabrikan motor serta mobil dalam perhelatan IIMS 2026
15 Februari 2026, 12:00 WIB
Waktu penyelenggaraan IIMS 2027 berbeda dari biasanya yang dibuka setiap Februari sebelum momenntum Lebaran
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan
14 Februari 2026, 20:24 WIB
Jumlah transaksi dan angka pengunjung belum diungkap oleh pihak penyelenggara jelang akhir IIMS 2026
14 Februari 2026, 19:00 WIB
ACC kembali menggelar pameran mobil di Jogja City Mall, dengan maksud untuk meningkatkan kepemilikan kendaraan
14 Februari 2026, 18:02 WIB
Rangkaian acara Festival Vokasi Satu Hati 2026 digelar, hasilkan generasi muda siap terjun ke dunia kerja
14 Februari 2026, 17:00 WIB
Suzuki Indomobil Sales menggelar seremoni pengukuhan ketua umum baru Karimun Club Indonesia di IIMS 2026