Kemenhub Perpanjang Angkutan Motor Gratis saat Nataru 2025-2026
13 Desember 2025, 18:07 WIB
Pembasmian kendaraan ODOL butuh proses, pemerintah bersama pemangku jalin kerja sama memperketat pengawasan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Kendaraan besar Over Dimension and Over Load (ODOL) menjadi salah satu perhatian utama pemerintah Indonesia saat ini.
Data dari Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan atau BKT Kemenhub menunjukkan bahwa ada lebih dari 430.000 kendaraan melakukan pelanggaran ODOL.
Ini ditemukan dari hasil pemeriksaan di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB).
Sementara data dari Jasa Raharja mengungkapkan di 2024 ODOL merupakan penyebab kecelakaan nomor dua dengan jumlah korban meninggal dunia di atas 6.000 orang.
Lalu di periode Januari-Mei 2025 ada 7.000 kejadian kecelakaan yang memakan korban setidaknya 2.000 orang.
Pemberantasannya masih terbilang belum maksimal. Oleh karena itu Kemenhub menilai perlunya ada pemanfaatan inovasi teknologi informasi dan komunikasi.
Ini dilakukan untuk membantu proses pengawasan, penegakan hukum serta manajemen logistik sehingga tata kelola transportasi darat lebih transparan dan efisien.
“Sistem transportasi darat yang modern, berkeselamatan dan berdaya saing dapat terbangun dengan pendekatan digital menyeluruh,” kata Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan dikutip dari siaran resmi Kemenhub, Selasa (01/10).
Dia melanjutkan kecelakaan diakibatkan oleh angkutan ODOL menjadi tantangan utama di sektor transportasi darat.
Sehingga pengawasan ketat penting dilakukan berbarengan dengan digitalisasi.
Oleh karena itu Dudy mengungkapkan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait, sepakat implementasi Zero ODOL terwujud di 2027.
Dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, diharapkan ada langkah-langkah strategis buat diterapkan untuk membantu menangani maraknya angkutan ODOL di dalam negeri.
Dalam kesempatan terpisah, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengatakan setidaknya ada dua alasan kendaraan ODOL susah dihilangkan.
Pertama ada tulang punggung sistem rantai pasok logistik 98 persen berbasis jalan, tidak dibagi dengan moda transportasi lain seperti kereta barang maupun kapal.
Pembagian merata moda transportasi rantai pasok logistik bisa jadi salah satu cara untuk membasmi truk ODOL.
“Kemudian yang kedua masalah tarif angkutan barang, ini bargaining-nya ada di tangan pemilik barang jadi agak susah mengendalikannya. Memang pemerintah harus melakukan intervensi di sini,” kata Ahmad Wildan, Senior Investigator KNKT beberapa waktu lalu.
Karena sudah berlangsung lama, pihak KNKT tidak menampik pembasmian truk ODOL bakal membutuhkan proses tidak sebentar.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
13 Desember 2025, 18:07 WIB
11 Desember 2025, 09:00 WIB
11 November 2025, 07:00 WIB
09 Oktober 2025, 15:00 WIB
08 Oktober 2025, 12:00 WIB
Terkini
15 Desember 2025, 20:09 WIB
Pabrik QJMotor yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat akan mempunyai kapasitas produksi sampai 150 ribu unit
15 Desember 2025, 19:00 WIB
Chery melalui sub merek premium mereka, Exeed akan berlaga di balap ketahanan Le Mans di 2030 mendatang
15 Desember 2025, 18:00 WIB
Pabrik VinFast di Indonesia akan produksi lini berkonfigurasi setir kanan buat keperluan domestik dan ekspor
15 Desember 2025, 17:00 WIB
Changan Deepal E07 hadir dengan desain unik, perpaduan antara SUV dengan pikap kabin ganda bertenaga listrik
15 Desember 2025, 16:00 WIB
Resmi dibuka di Subang, model pertama yang akan dirakit di pabrik VinFast adalah mobil listrik mungil VF 3
15 Desember 2025, 15:00 WIB
Induk KUD akan mendistribusikan mobil rakyat ke masyarakat pedesaan, mulai siapkan infrastruktur pendukung
15 Desember 2025, 14:06 WIB
Manajer Jorge Martin melapor ke Massimo Rivola kalau sang rider mendapat tawaran menggiurkan dari Honda
15 Desember 2025, 13:00 WIB
Selama libur Nataru, ada sejumlah rest area yang menyediakan fasilitas SPKLU buat pengguna mobil listrik