Isuzu Berikan Nilai Tambah Bagi Para Pelanggan Setianya
09 Agustus 2026, 11:26 WIB
Pemerintah menegaskan bakal menindak perusahaan yang nekat mengoperasikan truk ODOL mulai awal tahun 2027
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Kebijakan zero over dimension over loading (ODOL) masih menjadi perhatian pemerintah. Setelah sebelumnya sempat mengalami penundaan, kini mereka berkomitmen untuk tidak lagi memberi kemudahan.
Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, mengungkap bahwa pihaknya tidak berencana untuk menunda penerapan aturan. Kebijakan tersebut tetap akan dilakukan secara efektif pada 2027.
“Semua sepakat bahwa kebijakan zero ODOL tidak bisa lagi ditunda-tunda. Karena itu dengan ikhtiar dan kerja keras diharapkan tanggal 1 Januari tahun 2027 kebijakan ini sudah berlaku efektif," ungkapnya dilansir Antara (07/10).
Ia pun mengungkap bahwa kebijakan ini nantinya tidak hanya fokus kepada para pengemudi tapi juga perusahaan logistik. Dengan demikian diharapkan aturan bisa lebih mudah diterapkan.
“Kami sering melihat pengemudi selalu dianggap salah. Padahal harus dilihat bahwa meski mereka fit tapi kendaraannya melebihi kapasitas, ya kecelakaan tetap bisa terjadi,” ungkapnya kemudian.
Menurutnya, perusahaan tetap harus bertanggung jawab penuh atas kondisi kendaraan dan proses pemberangkatan logistik, agar kesalahan tidak hanya dibebankan kepada pengemudi di lapangan.
“Harus ada perbaikan yang mendasar terkait truk ODOL. Pemilik serta perusahaannya harus diminta tanggung jawab,” tambahnya kemudian.
Pemerintah akan memperkuat penegakan aturan termasuk memeriksa karoseri dan memastikan tidak ada modifikasi berbahaya yang melampaui spesifikasi teknis kendaraan untuk menghindari pelanggaran pidana.
Kebijakan tersebut pun mulai mendapat perhatian dari para pemilik perusahaan. Sedikitnya 35 persen perusahaan logistik siap melakukan normalisasi kendaraan.
Jumlah tersebut diklaim sudah cukup baik mengingat waktu pelaksanaan yang dinilai belum terlalu lama.
"Dari berapa bulan kami bekerja, sudah ada 35 persen yang menyatakan siap atau ingin melakukan normalisasi. Apakah mengembalikan kepada kondisi awal atau investasi kendaraan baru," ujarnya.
Ia pun menambahkan bahwa saat ini pihaknya tengah merancang skema insentif serta disinsentif bagi mereka yang menaati maupun melanggar aturan. Langkah tersebut merupakan sebuah keseimbangan antara pendekatan edukatif dan penegakan hukum di lapangan.
Skema insentif itu bahkan sudah menjadi satu dari sembilan rencana aksi nasional dalam mewujudkan zero ODOL serta tertuang dalam rancangan Perpres Penguatan Logistik Nasional.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
09 Agustus 2026, 11:26 WIB
05 Agustus 2026, 20:00 WIB
16 April 2026, 09:00 WIB
13 April 2026, 17:59 WIB
12 April 2026, 09:00 WIB
Terkini
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi