Toyota Veloz Hybrid Mulai Dikirim ke Konsumen sebelum Lebaran
05 Januari 2026, 14:00 WIB
Ragam teknologi baru Toyota telah disiapkan untuk menambah efisiensi mobil listrik dan mengejar ketertinggalan
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Selain memperkenalkan baterai yang bisa menempuh jarak 1.000 km, ragam teknologi baru Toyota untuk tambah efisiensi mobil listrik juga akan dipamerkan. Dengan demikian mereka dapat menciptakan serta memproduksi model guna menjawab semua tantangan.
Salah satu perhatian dan sedang dikembangkan oleh Toyota adalah masalah produksi. Mereka mengklaim akan memanfaatkan Giga casting, sebuah proses yang telah digunakan Tesla sehingga mengurangi kerumitan serta biaya pembuatan mobil listrik.
Dengan menerapkan teknologi tersebut maka proses pengelasan dapat berkurang dan meningkatkan efisiensi. Pabrikan asal Jepang itu juga mengatakan jalur perakitan dibuat lebih fleksibel serta menggunakan inovasi digital agar mengurangi biaya investasi termasuk beban para tenaga kerja.
Toyota pun mengatakan tengah menjalin kerjasama dengan perancang roket dari Mitsubishi Heavy Industries. Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan aerodinamika kendaraan sehingga jarak tempuh bisa lebih jauh.
Mereka menegaskan bahwa semakin rendah koefisien hambatan udara pada mobil maka akan meningkatkan efisiensi kendaraan. Saat ini Tesla Model Y yang merupakan salah satu EV terlaris memiliki hambatan 0.23.
Sementara Toyota tengah berupaya mengurangi angka tersebut. Mereka menargetkan agar bisa mencapai tingkat koefisien 0.1 melalui teknologi Mitsubishi.
“Untuk menghadirkan desain yang stylish, performa aerodinamika akan didukung oleh teknologi AI. Kemudian desainer menyesuaikannya agar lebih ramah lingkungan,” ungkap Takero Kato, Toyota BEV Factory President.
Teknologi hasil pengembangan dari para supplier juga dimanfaatkan agar performa kendaraan listrik Toyota dapat lebih optimal. Mereka bahkan siap mengenalkan eAxles berukuran kecil dari Aisin dan Denso guna menggabungkan motor listrik dengan komponen penggerak.
Komponennya diklaim mampu menambah jangkauan mobil listrik dan menambah ruang bagasi, lokasi motor penggerak ditempatkan. Berkat ini pengendara bisa membawa lebih banyak barang.
Toyota juga berencana menggunakan cip semikonduktor yang sedang dikembangkan Denso. Komponen tersebut disebut mampu mengurangi kehilangan daya ke motor listrik hingga 50 persen.
Semua itu akan didukung oleh baterai terbaru yang rencananya mereka luncurkan di 2026 pada kendaraan listrik generasi terbaru. Dengan demikian jarak tempuh mampu meningkat signifikan dibandingkan Electric Vehicle di pasaran sekarang ini.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
05 Januari 2026, 14:00 WIB
04 Januari 2026, 19:00 WIB
04 Januari 2026, 07:00 WIB
02 Januari 2026, 19:00 WIB
27 Desember 2025, 09:00 WIB
Terkini
05 Januari 2026, 17:33 WIB
Chery TIggo 7 CSH berpeluang mengisi lini kendaraan ramah lingkungan PT CSI di dalam negeri, ini wujudnya
05 Januari 2026, 16:41 WIB
Ferarri F40 disematkan wide body milik Fully Leaded
05 Januari 2026, 15:29 WIB
Hongqi punya sejumlah model kendaraan mewah yang menarik dan berpeluang dihadirkan di Indonesia tahun ini
05 Januari 2026, 14:00 WIB
Toyota Veloz Hybrid diharapkan bisa sampai ke konsumen sebelum momentum libur Lebaran pada Maret 2026
05 Januari 2026, 13:00 WIB
Penurunan harga BMW di pasar Cina sudah resmi diberlakukan sejak 1 Januari 2026 dengan besaran bervariasi
05 Januari 2026, 12:00 WIB
Melihat ketidakpastian insentif tahun ini, ekonom yakin penjualan mobil baru belum bisa tembus 1 juta unit
05 Januari 2026, 11:00 WIB
Sejumlah proyek strategis milik pemerintah yang ingin dijalankan dipercaya membawa efek bagi pasar motor baru
05 Januari 2026, 10:00 WIB
Harga mobil hybrid di RI belum mengalami penyesuaian, ada model baru Toyota dan varian anyar Chery Tiggo 8