First Drive BAIC T1 Tangerang-Bandung, Crossover EV yang Lincah
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
Ada perbaikan pasca krisis cip semikonduktor, produksi Hyundai Ioniq 5 mencapai 1.200 unit per bulan
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Beragam merek industri otomotif alami kesulitan produksi mobil akibat krisis cip semikonduktor. Hal tersebut membuat beberapa merek harus inden berbulan-bulan.
Termasuk Hyundai Ioniq 5. Bahkan akibat krisis produksi sekitar 4.000 unit mobil listrik teranyar itu terhambat.
Namun pasca membaik pihak pabrikan kembali genjot produksi Hyundai Ioniq 5, seperti disampaikan oleh Fajar Ahya selaku Assembly Processing Engineer PT HMMI (Hyundai Motor Manufacturing Indonesia).
Ia mengungkapkan saat terjadi krisis cip semikonduktor produksi Ioniq 5 hanya bisa mencapai 5 sampai 10 unit per hari, sekarang membaik jadi 60 unit dalam satu hari.
“Ioniq 5 dalam satu bulan itu 1.000 – 1.200 unit kapasitas produksi normal. 60 unit per hari itu mulai Juni 2023, 100 persen untuk pasar domestik (tidak diekspor),” ucap Fajar di pabrik HMMI, Bekasi, Senin (2/10).
Ia mengatakan krisis tersebut sangat mempengaruhi rangkaian proses produksi. Cip semikonduktor yang dipakai mayoritas disuplai dari Koreal Selatan.
Sedangkan buat model mobil seperti Creta dan Stargazer kapasitas lebih besar jika ditotal 150 sampai 180 unit per hari. Sisanya adalah Santa Fe dengan besaran lebih sedikit yakni 10 unit.
Bicara soal TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) mobil listrik Hyundai Ioniq 5 adalah sekutar 45 persen. Sehingga berhak mendapatkan subsidi pajak dari pemerintah.
“Kalau Creta dan Stargazer komponen lokal 70 persen. Ioniq 5 hingga 45 persen,” ucap Fajar.
Masih ada target untuk mengejar TKDN Ioniq 5 menjadi 80 persen. Hal ini akan sangat terbantu jika nanti baterai mobil listrik sudah diproduksi lokal sehingga banderol Ioniq 5 bisa lebih ditekan mengingat harga baterai mencapai ratusan juta.
Menjawab kebutuhan konsumen terhadap mobil listrik Hyundai menyematkan fitur Bluelink buat Ioniq 5 keluaran terbaru. Ada selisih harga sekitar Rp11 jutaan jika konsumen berminat.
Sayangnya fitur ini tidak bisa ditambahkan untuk Ioniq 5 versi terdahulu karena tidak ada ketersediaan port dan ubahan tidak sesederhana upgrade OS pada smartphone.
“Yang lama tidak bisa mengaplikasikan Bluelink karena di dalam Ioniq 5 sekarang disematkan fitur baru,” ujar Putra Samiaji, Head of Aftersales Service Department PT HMID (Hyundai Motor Indonesia) beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Terkini
02 September 2026, 13:23 WIB
Belum lama ini Kaspersky melaporkan bahwa, head unit android yang ada pada mobil berpotensi diserang malware
02 September 2026, 09:00 WIB
Mobil konsep Hyundai Boulder kian dekat diproduksi massal, begini tampilan konsep dan paten desainnya
02 September 2026, 07:00 WIB
Toyota Celica Sport berpeluang menawarkan lebih banyak keunggulan dari rival terdekatnya, Honda Prelude
02 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini sudah beroperasi melayani masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara
02 September 2026, 06:00 WIB
Agar perjalanan menuju Ibu Kota lancar hari ini (02/09), simak jadwal dan titik lokasi Ganjil Genap Jakarta
02 September 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM dapat dilakukan di fasilitas SIM keliling Jakarta. simak lokasi dan biayanya
01 September 2026, 20:11 WIB
Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI baru-baru ini diketahui membeli MPV bertenaga listrik Xpeng X9
01 September 2026, 20:09 WIB
Baik Pertamina, Shell hingga Vivo kompak menaikan harga BBM jenis diesel mereka dengan besaran bervariasi