Chery J6 Dilirik Konsumen Fleet, Bisa Dijadikan Taksi Online
03 April 2025, 12:00 WIB
Ada perbaikan pasca krisis cip semikonduktor, produksi Hyundai Ioniq 5 mencapai 1.200 unit per bulan
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Beragam merek industri otomotif alami kesulitan produksi mobil akibat krisis cip semikonduktor. Hal tersebut membuat beberapa merek harus inden berbulan-bulan.
Termasuk Hyundai Ioniq 5. Bahkan akibat krisis produksi sekitar 4.000 unit mobil listrik teranyar itu terhambat.
Namun pasca membaik pihak pabrikan kembali genjot produksi Hyundai Ioniq 5, seperti disampaikan oleh Fajar Ahya selaku Assembly Processing Engineer PT HMMI (Hyundai Motor Manufacturing Indonesia).
Ia mengungkapkan saat terjadi krisis cip semikonduktor produksi Ioniq 5 hanya bisa mencapai 5 sampai 10 unit per hari, sekarang membaik jadi 60 unit dalam satu hari.
“Ioniq 5 dalam satu bulan itu 1.000 – 1.200 unit kapasitas produksi normal. 60 unit per hari itu mulai Juni 2023, 100 persen untuk pasar domestik (tidak diekspor),” ucap Fajar di pabrik HMMI, Bekasi, Senin (2/10).
Ia mengatakan krisis tersebut sangat mempengaruhi rangkaian proses produksi. Cip semikonduktor yang dipakai mayoritas disuplai dari Koreal Selatan.
Sedangkan buat model mobil seperti Creta dan Stargazer kapasitas lebih besar jika ditotal 150 sampai 180 unit per hari. Sisanya adalah Santa Fe dengan besaran lebih sedikit yakni 10 unit.
Bicara soal TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) mobil listrik Hyundai Ioniq 5 adalah sekutar 45 persen. Sehingga berhak mendapatkan subsidi pajak dari pemerintah.
“Kalau Creta dan Stargazer komponen lokal 70 persen. Ioniq 5 hingga 45 persen,” ucap Fajar.
Masih ada target untuk mengejar TKDN Ioniq 5 menjadi 80 persen. Hal ini akan sangat terbantu jika nanti baterai mobil listrik sudah diproduksi lokal sehingga banderol Ioniq 5 bisa lebih ditekan mengingat harga baterai mencapai ratusan juta.
Menjawab kebutuhan konsumen terhadap mobil listrik Hyundai menyematkan fitur Bluelink buat Ioniq 5 keluaran terbaru. Ada selisih harga sekitar Rp11 jutaan jika konsumen berminat.
Sayangnya fitur ini tidak bisa ditambahkan untuk Ioniq 5 versi terdahulu karena tidak ada ketersediaan port dan ubahan tidak sesederhana upgrade OS pada smartphone.
“Yang lama tidak bisa mengaplikasikan Bluelink karena di dalam Ioniq 5 sekarang disematkan fitur baru,” ujar Putra Samiaji, Head of Aftersales Service Department PT HMID (Hyundai Motor Indonesia) beberapa waktu lalu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 April 2025, 12:00 WIB
02 April 2025, 12:00 WIB
02 April 2025, 08:20 WIB
31 Maret 2025, 09:00 WIB
31 Maret 2025, 07:00 WIB
Terkini
03 April 2025, 19:00 WIB
Pertamina memberikan diskon Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertamina Dex selama masa arus balik Lebaran 2025
03 April 2025, 17:34 WIB
Astra Daihatsu Motor membantah kabar yang menyebut merek dan logo mereka bakal beralih menggunakan Toyota
03 April 2025, 12:00 WIB
Sedikitnya ada lima ruas tol Trans Sumatera yang beroperasi tanpa tarif saat arus balik untuk melancarkan lalu lintas
03 April 2025, 12:00 WIB
PT CSI mulai incar konsumen fleet untuk Chery J6, berpeluang dijadikan armada taksi online di masa mendatang
03 April 2025, 10:00 WIB
tol Probolinggo Banyuwangi seksi 1 dibuka secara fungsional saat arus balik Lebaran 2025 untuk hindari kemacetan
03 April 2025, 07:55 WIB
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bakal berdampak ke harga motor Honda di Indonesia
02 April 2025, 18:27 WIB
Demi mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran 2025, Tol Japek II Selatan mulai dibuka hari ini
02 April 2025, 17:00 WIB
Jasa Marga bebaskan tarif tol saat arus balik untuk beri kemudahan kepada masyarakat saat arus balik