Daihatsu Bukukan 591 SPK di GIIAS 2026, Sigra Paling Diburu
11 Agustus 2026, 20:00 WIB
Pimpinan Daihatsu diganti dengan orang Toyota setelah terkuaknya skandal uji tes keselamatan di banyak model
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Para pimpinan Daihatsu diganti dengan orang Toyota setelah terkuaknya skandal uji keselamatan yang belakangan menjadi perhatian masyarakat global termasuk Indonesia. Mereka siap menanggalkan posisinya pada 1 Maret 2024.
Soichiro Okudaira, President Daihatsu akan digantikan oleh Masahiro Inoue yang sebelumnya menjabat sebagai CEO Toyota Motor Corporation Latin America & Caribbean Region. Ia bertugas merestrukturisasi Daihatsu serta meningkatkan tata keloka di divisi manufaktur mobil kecil.
Kemudian Chairman Sunao Matsubayashi juga melepas jabatan dan posisinya dibiarkan kosong sementara. Demikian pula Masahiro Yamamoto yang duduk sebagai Director Daihatsu kini harus meninggalkan kursinya.
Inoue bakal didampingi Masanori Kuwata, Chief Project Leader In charge of Lexus Electrification Promotion Project akan hadir sebagai Executive Vice President Daihatsu. Selain itu masih ada Keiko Yanagi, Deputy Chief Officer Toyota Customer First Promotion Group yang dipindahkan menjadi Director Daihatsu.
Daihatsu juga melakukan rotasi pada beberapa pejabatnya seperti Yusuke Takeda, Director/Operating Officer Chief Officer, Sales & Customer Service Group menjadi Operating Office Chief Officer, Sales & Customer Service Group.
Kemudian Toshinori Edamoto, Director/Operating Officer Chief Officer, Corporate Management Group sekarang duduk sebagai Operating Officer Chief Officer, Corporate Management Group.
Koji Sato, CEO Toyota mengatakan bahwa puncuk pimpinan terpaksa dilakukan untuk mengubah dan mencegah kesalahan serupa di masa depan. Ia pun yakin bisa mengembalikan kekuatan perusahaan yang sudah berusia 117 tahun tersebut lebih maju dari sekarang.
“Agar Daihatsu bisa terlahir kembali sebagai perusahaan yang diharapkan, maka ini perlu dilakukan,” tegas Koji Sato dalam konfrensi pers Selasa (13/02).
Sato juga menjelaskan alasannya memilih Inoe untuk mengambil alih Daihatsu. Salah satunya adalah pengalaman dalam menghidupkan kembali bisnis perusahaan di Amerika Latih khususnya Brazil dan Argentina.
Inoe pun berjanji melakukan perombakan menyeluruh untuk mencegah kesalahan serupa terulang di masa depan. Ia akan memanfaatkan beragam sumber daya dan keahlian dari Toyota karena menurutnya Daihatsu saja tidak cukup.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
11 Agustus 2026, 20:00 WIB
07 Agustus 2026, 10:45 WIB
07 Agustus 2026, 09:00 WIB
06 Agustus 2026, 17:58 WIB
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda