Sudah Terdaftar, Suzuki Tanggapi Kehadiran e Sky di RI
25 September 2026, 17:23 WIB
Pertumbuhan pasar kendaraan listrik dunia pada 2024 diperkirakan mengalami perlambatan dibanding tahun lalu
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pertumbuhan pasar kendaraan listrik dunia 2024 diperkirakan melambat menjadi hanya 27.1 persen dibandingkan tahun lalu. Hal ini disebabkan sejumlah negara mulai mengurangi jumlah subsidi mereka sehingga menurunkan minat pelanggan.
Berdasarkan riset dari Canalys pertumbuhan kendaraan listik global di 2023 diperkirakan cuma mencapai 29 persen. Padahal pada 2022 pertumbuhan kendaraan listrik dunia berhasil mencapai 50 persen dibanding tahun sebelumnya.
Selain berkurangnya subsidi, kenaikan suku bunga juga dinilai membebani banyak perusahaan. Bahkan Tesla menurunkan harga jual kendaraannya agar bisa bertahan.
“Mempertahankan tingkat pertumbuhan di atas 50 persen adalah hal yang mustahil dilakukan tahun ini karena kendaraan listrik sudah mencapai masa kritis. Menghilangkan keraguan masyarakat terhadap EV adalah sebuah tantangan besar,” ungkap Alvin Liu, Analyst Canalys.
Canalys pun memperkirakan bahwa penjualan kendaraan di China bakal naik 1 persen menjadi 22.7 juta unit. Dari jumlah itu 40 persen atau 9.1 juta unit diantaranya adalah kendaraan listrik.
Penurunan harga baterai pada mobil listrik di masa depan diyakini menjadi sebuah kabar baik. Selain itu PHEV juga memiliki potensi pasar yang besar dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Walau pasar kendaraan listrik dipercaya terus tumbuh tetapi produsen kendaraan harus bergerak cepat mengatasi masalah tersebut. Termasuk mempercepat lokalisasi produksi EV serta menyesuaikan model dengan wilayah dan pasar.
Hal ini sudah dilakukan oleh beberapa pabrikan di dunia khususnya yang hendak masuk ke pasar Indonesia. Pasalnya pemerintah telah memberi beragam kemudahan pada pabrikan agar membangun fasilitas produksi di Tanah Air.
Salah satu pabrikan yang bergerak cepat menyambutnya adalah Hyundai. Perusahaan otomotif asal Korea Selatan tersebut saat ini tengah membangun fasilitas produksi baterai kendaraan listrik.
Sementara itu sejumlah pabrikan EV dunia seperti BYD juga telah menunjukkan komitmennya untuk masuk ke tanah Air. Dengan demikian diharapkan pertumbuhan di Indonesia bisa semakin cepat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
25 September 2026, 17:23 WIB
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
Terkini
26 September 2026, 19:04 WIB
Wujudkan keinginan konsumen Indonesia Jaecoo J5 EV kenalkan Genuine Body Kit berikan tampilan lebih sporty
26 September 2026, 16:52 WIB
Dorna mengumumkan jadwal MotoGP 2027, terdiri dari 22 seri dan terdapat dua sirkuit baru yang jadi tuan rumah
26 September 2026, 07:00 WIB
Motul Performance Solution hadir untuk melatih para mekanik maupun pemilik bengkel independen di Palembang
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif