Dominasi Mobil Cina Bikin Merek Jepang Kewalahan
28 April 2026, 15:00 WIB
Pertumbuhan pasar kendaraan listrik dunia pada 2024 diperkirakan mengalami perlambatan dibanding tahun lalu
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pertumbuhan pasar kendaraan listrik dunia 2024 diperkirakan melambat menjadi hanya 27.1 persen dibandingkan tahun lalu. Hal ini disebabkan sejumlah negara mulai mengurangi jumlah subsidi mereka sehingga menurunkan minat pelanggan.
Berdasarkan riset dari Canalys pertumbuhan kendaraan listik global di 2023 diperkirakan cuma mencapai 29 persen. Padahal pada 2022 pertumbuhan kendaraan listrik dunia berhasil mencapai 50 persen dibanding tahun sebelumnya.
Selain berkurangnya subsidi, kenaikan suku bunga juga dinilai membebani banyak perusahaan. Bahkan Tesla menurunkan harga jual kendaraannya agar bisa bertahan.
“Mempertahankan tingkat pertumbuhan di atas 50 persen adalah hal yang mustahil dilakukan tahun ini karena kendaraan listrik sudah mencapai masa kritis. Menghilangkan keraguan masyarakat terhadap EV adalah sebuah tantangan besar,” ungkap Alvin Liu, Analyst Canalys.
Canalys pun memperkirakan bahwa penjualan kendaraan di China bakal naik 1 persen menjadi 22.7 juta unit. Dari jumlah itu 40 persen atau 9.1 juta unit diantaranya adalah kendaraan listrik.
Penurunan harga baterai pada mobil listrik di masa depan diyakini menjadi sebuah kabar baik. Selain itu PHEV juga memiliki potensi pasar yang besar dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
Walau pasar kendaraan listrik dipercaya terus tumbuh tetapi produsen kendaraan harus bergerak cepat mengatasi masalah tersebut. Termasuk mempercepat lokalisasi produksi EV serta menyesuaikan model dengan wilayah dan pasar.
Hal ini sudah dilakukan oleh beberapa pabrikan di dunia khususnya yang hendak masuk ke pasar Indonesia. Pasalnya pemerintah telah memberi beragam kemudahan pada pabrikan agar membangun fasilitas produksi di Tanah Air.
Salah satu pabrikan yang bergerak cepat menyambutnya adalah Hyundai. Perusahaan otomotif asal Korea Selatan tersebut saat ini tengah membangun fasilitas produksi baterai kendaraan listrik.
Sementara itu sejumlah pabrikan EV dunia seperti BYD juga telah menunjukkan komitmennya untuk masuk ke tanah Air. Dengan demikian diharapkan pertumbuhan di Indonesia bisa semakin cepat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
28 April 2026, 15:00 WIB
28 April 2026, 11:00 WIB
28 April 2026, 09:00 WIB
26 April 2026, 13:00 WIB
26 April 2026, 11:00 WIB
Terkini
29 April 2026, 17:00 WIB
Jetour T2 PHEV dikonfirmasi masuk Indonesia tahun ini, sementara T1 sudah terdaftar di data Permendagri
29 April 2026, 15:49 WIB
Booth JETOUR di Cina suguhkan berbagai opsi SUV tangguh dan kendaraan ramah lingkungan buat mobilitas keluarga
29 April 2026, 13:00 WIB
Isu Chery Group ingin mengakuisisi pabrik milik Handal di Pondok Ungu, Bekasi sempat tersiar pada akhir 2025
29 April 2026, 12:12 WIB
Ajang Kia Collezione 2026 jadi momentum penguatan lini produk manufaktur asal Korea Selatan itu di Tanah Air
29 April 2026, 11:00 WIB
Lepas E4 yang akan masuk RI bakal dirakit difasilitas produksi milik PT Handal di kawasan Pondok Ungu, Bekasi
29 April 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Destinator dibekali fitur-fitur terkini yang bisa menambah kenyamanan berkendara para konsumen
29 April 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta beroperasi di waktu terbatas, jangan sampai terlambat sebab tidak ada dispensasi
29 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini kembali berlaku yang diharapkan mampu mengurai kemacetan terutama di jam sibuk