Mengenal IDRS, Inisiasi Pemeringkatan Keselamatan Motor di RI
11 Juni 2026, 09:30 WIB
Pemerintah berniat memberantas keberadaan truk ODOL di Indonesia karena dinilai merugikan banyak pihak
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah terus menunjukan keseriusannya dalam menindak para pelaku truk Over Dimension Over Loading (ODOL) yang marak di Indonesia.
Keberadaan truk ODOL dinilai sangat merugikan. Sebab sering menjadi biar kerok kecelakaan fatal serta menimbulkan banyak korban jiwa.
Sehingga pemerintah bersama pihak lain harus bergerak memberantas penggunaan truk ODOL di Tanah Air.
“Lalu kerusakan jalan, puluhan triliun harus dikeluarkan setiap tahun untuk memperbaiki jalan-jalan yang hancur dan rusak akibat kendaraan kelebihan muatan,” ucap Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan di Antara, Rabu (13/08).
AHY mengaku kalau pemerintah telah berhitung dari berbagai sisi. Termasuk dampak kerugian ekonomi yang disebabkan oleh program Zero ODOL.
Hasilnya ditemukan bahwa penertiban ODOl tidak sampai menimbulkan kerugian terlalu besar di sektor ekonomi.
Sehingga pembantu Presiden Prabowo Subianto tersebut menilai motif ekonomi bukan menjadi alasan untuk mulai menertibkan truk yang kelebihan muatan.
“Yang jelas kami sudah mendapatkan sejumlah data bahwa ternyata tidak terlalu berpengaruh secara signifikan,” tutur AHY.
Sekadar mengingatkan, program Zero ODOL adalah kebijakan nasional bertujuan menghilangkan praktik transportasi logistik dengan muatan berlebih dan modifikasi dimensi yang tidak sesuai standar.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keselamatan lalu lintas, melindungi infrastruktur jalan serta menciptakan persaingan usaha angkutan barang yang lebih sehat dan adil.
Di sisi lain Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan ada dua hal jadi penyebab truk ODOL sulit dibasmi keberadaannya.
“Pertama, tulang punggung sistem rantai pasok logistik kita itu keliru. 98 persen berbasis pada jalan, kita tidak menggunakan kereta, tidak menggunakan kapal penyeberangan memadai,” kata Ahmad Wildan, Senior Investigator KNKT dalam kesempatan berbeda.
Bahkan moda alternatif lain seperti kereta pun dinilai masih belum optimal. Sebab kereta barang masih mengandalkan trek sama dengan kereta penumpang.
Agar truk ODOL bisa dibasmi, rantai pasok logistik perlu memanfaatkan mode transportasi lain dan tidak hanya bergantung pada transportasi berbasis jalan saja.
“Kemudian yang kedua masalah tarif angkutan barang, ini bargaining-nya ada di tangan pemilik barang jadi agak susah mengendalikannya. Memang pemerintah harus melakukan intervensi di sini,” pungkas Wildan.
Tarif tersebut harusnya memungkinkan truk beroperasi membawa muatan sesuai kapasitas dan tetap menjamin kelangsungan usaha bagi perusahaan transportasi.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
11 Juni 2026, 09:30 WIB
17 Februari 2026, 19:00 WIB
17 Februari 2026, 12:00 WIB
14 Februari 2026, 11:00 WIB
09 Oktober 2025, 15:00 WIB
Terkini
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
BAIC T1 menawarkan rasa berkendara yang nyaman serta lincah ketik diajak untuk perjalanan ke luar kota
29 Agustus 2026, 21:08 WIB
Marc Marquez kembali unjuk performa di Sprint Race MotoGP Aragon 2026, naik podium bersama Alex Marquez
29 Agustus 2026, 18:01 WIB
Memiliki motor bebek bisa jadi salah satu opsi terbaik bulan ini, sebab ada banyak produk yang bisa dipilih
28 Agustus 2026, 22:10 WIB
BYD Mako PHEV menjadi produk terbaru yang mengisi segmen pikap double cabin, debut di Brasil lebih dulu
28 Agustus 2026, 21:10 WIB
Jorge Martin ingin melanjutkan tren positifnya pada MotoGP Aragon 2026 dengan mengalahkan Marc Marquez
28 Agustus 2026, 17:00 WIB
Jetour T2 Facelift hadir di Chengdu Auto Show dengan ubahan drastis di bagian depan, tampil mirip Defender
28 Agustus 2026, 15:00 WIB
Geely menemukan ada permasalahan pada LiDAR beberapa model mobil Lynk & Co yang diproduksi mulai awal 2025
28 Agustus 2026, 13:00 WIB
Ai Ogura harus masuk ke ruang operasi karena mengalami patah tulang pada tangan kiri usai kecelakaan di Jepang