Mobil Listrik Tetap Bebas Pajak dan Ganjil Genap di Jakarta
06 Mei 2026, 15:00 WIB
Perang harga kendaraan listrik yang terjadi membuat pedagang mobil bekas lebih selektif dalam menyediakan unit
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Perang harga kendaraan listrik yang belakangan terjadi rupanya menjadikan pedagang mobil bekas lebih berhati-hati. Pasalnya belakangan model baru terus hadir dengan beragam keunggulan namun harga makin kompetitif.
Situasi tersebut membuat pedagang mobil bekas harus lebih selektif dalam mengisi stok. Pasalnya, bukan tidak mungkin unit yang sudah dimiliki justru harus dijual lebih murah ketimbang modal, terlebih setelah banyaknya model diluncurkan saat GIIAS 2025.
“Peluncuran mobil listrik dengan harga sangat kompetitif harus kami sikapi secara cermat. Oleh sebab itu kebanyakan pedagang akan mengambil posisi wait and see serta berhati-hati dalam menyediakan unit,” Chandra Sidik, Head of Trading Broom pada KatadataOTO (13/08).
Walau tidak mengungkap secara pasti tetapi dirinya mengungkap ada beberapa diler mengoreksi harga. Situasi tersebut tentu merupakan opsi terakhir bagi para pedagang agar bisa bertahan.
Meski demikian ia mengungkap bahwa pedagang mobil bekas tidak anti EV. Mereka tetap akan melihat peluang bisnis yang tersedia di pasaran.
“Dalam menyediakan stok, kami sudah tidak melihat dari segmentasi produk dan berusaha fleksibel. Ketika market kendaraan listrik naik, maka akan upayakan ketersediaan unit demikian pula sebaliknya,” ungkap Chandra kemudian.
Meski demikian, dirinya tidak menampik bahwa mobil konvensional justru cenderung lebih stabil. Sehingga wajar bila masih menjadi pilihan utama buat para pedagang.
Ia pun mengungkap bahwa saat ini konsumen kendaraan roda empat, khususnya unit bekas sudah menghitung untung rugi saat bertransaksi. Sehingga risiko adanya kekecewaan setelah melakukan pembelian bisa diperkecil.
“Banyak faktor menentukan seseorang melakukan pembelian mulai dari fitur, after sales hingga resale value. Dari sana baru mereka akan memilih apakah bakal membeli kendaraan konvensional atau listrik,” tambahnya.
Perlu diketahui belakangan ini harga mobil listrik di Indonesia memang semakin menarik untuk dibeli. Beberapa unit bahkan memiliki harga yang bersaing dengan LCGC sekalipun.
Situasi tersebut tentunya membuat masyarakat jadi lebih banyak pilihan dalam menentukan kendaraan apa yang akan dimiliki.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 Mei 2026, 15:00 WIB
03 Mei 2026, 17:00 WIB
23 April 2026, 11:00 WIB
15 April 2026, 07:55 WIB
14 April 2026, 19:30 WIB
Terkini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung