Koleksi Kendaraan Jerome Polin, Ada Denza D9
15 Februari 2026, 19:00 WIB
Penjualan Toyota global mei 2024 mengalami pertumbuhan tipis yang menunjukkan pasar otomotif belum optimal
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Penjualan Toyota global Mei 2024 naik tipis dibanding bulan sebelumnya. Hal ini terlihat dari data yang mereka keluarkan pagi hari tadi.
Permintaan Toyota global (termasuk Lexus, Daihatsu dan Hino) mengalami pertumbuhan menjadi 888.491 unit. Jumlah itu naik dibanding bulan lalu setelah cuma terhenti di angka 835.788 unit.
Berkat ini maka total penjualan grup Toyota sepanjang 2024 sudah mencapai 4.249.471 unit. Angka tersebut 4,5 persen lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu.
Sementara untuk penjualan Toyota (termasuk Lexus) sepanjang Mei 2024 telag mencapai 840.681 unit. Angka itu naik dari April 2024 yang hanya mampu melepas 797.097 unit.
Maka total penjualan Toyota (termasuk Lexus) sepanjang 2024 adalah 4.039.177 unit.
Meski mengalami peningkatan tetapi sebenarnya pasar otomotif global sedang berat. Bila melihat data maka penjualan Toyota di Mei cukup berat khususnya di Jepang karena hanya mampu melepas 102.071 unit atau turun 12,7 persen dari bulan sebelumnya.
Penurunan dratsi tersebut karena Toyota tengah dilanda kesulitan akibat adanya recall pada Toyota Prius.
Namun mereka merasakan sedikit angin segar pada penjualan di luar negara Jepang. Pasalnya mereka meraih permintaan sebesar 738.610 unit.
Dari jumlah itu, hanya ada dua kawasan yang mencatatkan hasil positif. Pertama adalah Amerika Utara karena telah menorehkan penjualan sebanyak 253.322 unut atau naik 14,9 persen dibanding sebelumnya.
Kemudian di Eropa pertumbuhan juga terjadi setelah Toyota mampu mengirim 96.593 unit kendaraan. Angka itu tumbuh 7,3 persen dibanding bilan sebelumnya.
Namun di kawasan lain seperti Amerika Latin Tayota cukup kesulitan karena hanya sanggup meraih 38.946 unit atau turun 13,2 persen. Dari jumlah itu, pukulan terbesat datang dari Argentina yang hanya mampu melepas 6.939 unit atau turun 25,7 persen.
Sementara itu Asia juga mendapatkan tekanan cukup serius setelaah hanya mampu melepas 256.744 unit. Angka itu turun -6,9 persen dari bulan sebelumnya.
Penurunan terbesar datang China yang hanya mampu melepas 140.377 unit atau turun 13,6 persen. Tekanan juga terasa di Indonesia setelah pasar turun 6,7 persen menjadi hanya 24.407 unit.
Kemudian untuk penjualan Daihatsu global pada bulan lalu adalah 38.068 unit, turun 34 persen dari April 2024. Total permintaan sepanjang Januari sampai Mei 2024 pun Cuma 161.681 unit atau drop 54,8 persen.
Kemudian untuk Hino permintaan di Mei adalah sebesar 9.742 unit atau turun 7,8 persen. Sementara periode Januari-Mei 2024 adalah 48.613 unit atau drop 10,5 persen.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Februari 2026, 19:00 WIB
13 Februari 2026, 17:15 WIB
11 Februari 2026, 11:00 WIB
03 Februari 2026, 21:00 WIB
03 Februari 2026, 09:00 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 20:00 WIB
Motul Indonesia terus menghadirkan inovasi untuk menunjukkan komitmen kepada para masyarakat di Tanah Air
15 Februari 2026, 19:00 WIB
Sejak memiliki Denza D9, Jerome Polin mengaku sudah jarang menggemudikan mobilnya sendiri meski masih memiliki kendaraan lain
15 Februari 2026, 16:00 WIB
Platform e3 dan e4 hasil pengembangan BYD disematkan pada produk performa tinggi, modern dan fungsional
15 Februari 2026, 14:00 WIB
Ada ratusan kategori yang diperebutkan oleh para pabrikan motor serta mobil dalam perhelatan IIMS 2026
15 Februari 2026, 12:00 WIB
Waktu penyelenggaraan IIMS 2027 berbeda dari biasanya yang dibuka setiap Februari sebelum momenntum Lebaran
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan
14 Februari 2026, 20:24 WIB
Jumlah transaksi dan angka pengunjung belum diungkap oleh pihak penyelenggara jelang akhir IIMS 2026