Menperin Ungkap Telah Minta Insentif untuk Otomotif ke Purbaya
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Penjualan Toyota global mei 2024 mengalami pertumbuhan tipis yang menunjukkan pasar otomotif belum optimal
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Penjualan Toyota global Mei 2024 naik tipis dibanding bulan sebelumnya. Hal ini terlihat dari data yang mereka keluarkan pagi hari tadi.
Permintaan Toyota global (termasuk Lexus, Daihatsu dan Hino) mengalami pertumbuhan menjadi 888.491 unit. Jumlah itu naik dibanding bulan lalu setelah cuma terhenti di angka 835.788 unit.
Berkat ini maka total penjualan grup Toyota sepanjang 2024 sudah mencapai 4.249.471 unit. Angka tersebut 4,5 persen lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu.
Sementara untuk penjualan Toyota (termasuk Lexus) sepanjang Mei 2024 telag mencapai 840.681 unit. Angka itu naik dari April 2024 yang hanya mampu melepas 797.097 unit.
Maka total penjualan Toyota (termasuk Lexus) sepanjang 2024 adalah 4.039.177 unit.
Meski mengalami peningkatan tetapi sebenarnya pasar otomotif global sedang berat. Bila melihat data maka penjualan Toyota di Mei cukup berat khususnya di Jepang karena hanya mampu melepas 102.071 unit atau turun 12,7 persen dari bulan sebelumnya.
Penurunan dratsi tersebut karena Toyota tengah dilanda kesulitan akibat adanya recall pada Toyota Prius.
Namun mereka merasakan sedikit angin segar pada penjualan di luar negara Jepang. Pasalnya mereka meraih permintaan sebesar 738.610 unit.
Dari jumlah itu, hanya ada dua kawasan yang mencatatkan hasil positif. Pertama adalah Amerika Utara karena telah menorehkan penjualan sebanyak 253.322 unut atau naik 14,9 persen dibanding sebelumnya.
Kemudian di Eropa pertumbuhan juga terjadi setelah Toyota mampu mengirim 96.593 unit kendaraan. Angka itu tumbuh 7,3 persen dibanding bilan sebelumnya.
Namun di kawasan lain seperti Amerika Latin Tayota cukup kesulitan karena hanya sanggup meraih 38.946 unit atau turun 13,2 persen. Dari jumlah itu, pukulan terbesat datang dari Argentina yang hanya mampu melepas 6.939 unit atau turun 25,7 persen.
Sementara itu Asia juga mendapatkan tekanan cukup serius setelaah hanya mampu melepas 256.744 unit. Angka itu turun -6,9 persen dari bulan sebelumnya.
Penurunan terbesar datang China yang hanya mampu melepas 140.377 unit atau turun 13,6 persen. Tekanan juga terasa di Indonesia setelah pasar turun 6,7 persen menjadi hanya 24.407 unit.
Kemudian untuk penjualan Daihatsu global pada bulan lalu adalah 38.068 unit, turun 34 persen dari April 2024. Total permintaan sepanjang Januari sampai Mei 2024 pun Cuma 161.681 unit atau drop 54,8 persen.
Kemudian untuk Hino permintaan di Mei adalah sebesar 9.742 unit atau turun 7,8 persen. Sementara periode Januari-Mei 2024 adalah 48.613 unit atau drop 10,5 persen.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Januari 2026, 09:00 WIB
30 Desember 2025, 12:00 WIB
30 Desember 2025, 08:00 WIB
29 Desember 2025, 12:14 WIB
21 Desember 2025, 13:00 WIB
Terkini
01 Januari 2026, 17:00 WIB
Sedan ramah lingkungan Xpeng P7+ mendapatkan pembaruan sebagai model global, akan dijual di 36 negara
01 Januari 2026, 15:00 WIB
Polda Metro Jaya ungkap setidaknya ada 227.6262 pelanggaran yang terjaring tilang ETLE Statis di Jakarta
01 Januari 2026, 13:00 WIB
MPV 7-seater Hyundai Stargazer Cartenz disulap jadi ambulans guna memudahkan proses evakuasi di Sumatera
01 Januari 2026, 11:12 WIB
Setelah tahun baru 2026 harga BBM di SPBU swasta, terkhusus RON 92 turun dengan besaran yang bervariasi
01 Januari 2026, 09:00 WIB
Kementerian Perindustrian ajukan insentif untuk otomotif pada Kementerian Keuangan dengan skema yang matang
01 Januari 2026, 07:00 WIB
Di awal tahun, Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM terutama untuk Pertamax series di sejumlah wilayah
01 Januari 2026, 06:00 WIB
Agar memanjakan para pengendara di libur tahun baru, SIM keliling Bandung tetap dihadirkan pihak kepolisian
31 Desember 2025, 18:00 WIB
Mayoritasnya merupakan mobil baru asal Tiongkok, kemudian telah dibekali teknologi hybrid maupun EREV