Penjualan Toyota Global Januari 2025 Tumbuh Tapi Tertekan di RI

Penjualan Toyota global Januari 2025 mulai tumbuh tetapi pasar di beberapa negara masih perlu perhatian

Penjualan Toyota Global Januari 2025 Tumbuh Tapi Tertekan di RI

KatadataOTO – Penjualan Toyota global pada Januari 2025 berhasil tumbuh setelah sebelumnya menghadapi beragam tekanan di tahun lalu. Menariknya, kenaikan penjualan tidak hanya terjadi pada merek Toyota dan Lexus tetapi juga Daihatsu serta Hino.

Berdasarkan laporan resmi, penjualan Toyota dan Lexus sepanjang Januari 2025 mencapai 785.632 unit. Angka itu naik sebesar 0,1 persen dibandingkan pencapaian serupa tahun lalu.

Peningkatan tersebut tidak lepas dari tingginya permintaan dari pasar Jepang yang mencapai 126.534 unit atau 12,5 persen lebih tinggi dibanding Januari 2024. Besarnya angka ini diklaim karena banyaknya model baru dan selesainya permasalahan sertifikasi kendaraan.

Sementara pemintaan di luar Jepang masih sedikit mengalami tekanan dengan penurunan sebesar 1,9 persen menjadi hanya 659.098 unit. 
Tekanan tersebut datang dari berbagai arah termasuk anjloknya pasar di Thailand dan Indonesia. Beratnya kondisi pasar akibat pengetatan kredit kendaraan dinilai menjadi penghambat pabrikan untuk berkembang.

Penjualan Toyota
Photo : KatadataOTO

Pasar Amerika Utama yang selama ini menyumbang penjualan cukup besar pun mengalami tekanan. Toyota hanya mampu melepas 191.186 unit atau turun 1,1 persen dari periode serupa tahun lalu.

Meski demikian, pasar Eropa justru mengalami pertumbuhan yang menarik untuk disimak. Penjualan di benua biru tercatat tumbuh 4,5 persen menjadi 93.886 unit.

Dari jumlah itu, Italia tercatat menjadi negara yang paling banyak menyumbang penjualan karena berhasil melepas 11.389 unit atau tumbuh 8,6 persen.
Sementara itu untuk Daihatsu, penjualannya selama Januari 2025 adalah sebesar 52.343 unit atau tumbuh sebesar 40,2 persen.

Tingginya permintaan tersebut dikarenakan pasar di Jepang tumbuh cukup pesat menjadi 40.994 unit. Penjualan itu naik 102 persen dibandingkan permintaan di periode serupa tahun lalu.

Sementara pasar di luar Jepang tercatat masih penuh tekanan karena hanya terjual 11.349 unit atau turun 33,4 persen.

Penjualan Toyota di GIIAS 2022 Tembus 5.434 SPK, Ini Model Terlaris
Photo : Toyota Astra Motor

Kemudian penjualan Hino secara global mencapai 8.769 unit, turun 5,6 persen, Walau permintaan di Jepang naik menjadi 2.901 unit tetapi di luar negaranya perusahaan tertekan dengan hanya melepas 5.868 unit.

Dengan ini maka penjualan Toyota global sepanjang Januari 2025 adalah 846.744 unit atau naik 1,9 persen dari periode serupa tahun lalu.


Terkini

review
Geely EX2

First Drive Mobil Listrik Geely EX2, Bisa Diandalkan Kaum Urban

Geely EX2 bisa menjadi opsi mobil listrik untuk Anda yang hidup diperkotaan, sebab memiliki banyak keunggulan

mobil
Pabrik BYD

BYD Mulai Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di Vietnam

Vietnam dipilih BYD sebagai tempat merakit baterai mobil listrik, baik kendaraan penumpang maupun komersial

mobil
Chery

Pabrik Mandiri Chery Produksi 100 Ribu Unit per Tahun Mulai 2027

Masih bekerja sama dengan PT Handal Indonesia Motor, tahun depan Chery targetkan pabrik mandirinya beroperasi

otosport
Pedro Acosta

Marc Marquez Masih Jadi Momok Menakutkan Bagi Pedro Acosta

Pedro Acosta akan mewaspadai aksi Marc Marquez demi meraih hasil terbaik dalam setiap seri MotoGP 2026

modifikasi
Modifikasi Stiker

Tren Modifikasi Stiker Mobil 2026: Simpel Bergaya Retro

Tren modifikasi stiker mobil tampaknya kembali ke arah retro atau lawas, cocok dipakai di banyak model anyar

motor
Charged Maleo S

Versi Baru Charged Maleo S Meluncur, Ada Program Sewa Harian

Charged Maleo S jadi salah satu motor listrik anyar di 2026, ada pengembangan dari versi terdahulunya

mobil
Mobil listrik Cina

Kanada Istimewakan Mobil Listrik Cina, Donald Trump Meradang

Kanada menurunkan tarif masuk mobil listrik Cina, dari semula 100 persen menjadi hanya 6,1 persen saja

mobil
Toyota Agya

Toyota Beberkan Penyebab Turunnya Penjualan di Segmen LCGC

Toyota sebut turunnya penjualan di LCGC disebabkan oleh banyak hal termasuk ketatnya kebijakan perusahaan pembiayaan