Penjualan Mobil Maret 2026 Turun 14,8 Persen Imbas Libur Lebaran
14 April 2026, 19:30 WIB
Penjualan mobil di Indonesia mengalami tekanan hingga menyebabkan nilai ekonomi drop hingga Rp 10 triliun
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Turunnya penjualan kendaraan di Indonesia berdampak luas terhadap perekonomian secara keseluruhan. Pasalnya dampak penurunan tidak hanya terdampak pada mobil tapi juga industri pendukung.
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, total nilai ekonomi yang hilang mencapai triliunan rupiah. Hal tersebut tentu sangat disayangkan karena Tanah Air merupakan pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara.
“Pasar otomotif di Indonesia turun 3,1 persen di 2024 dan berdampak pada hilangnya nilai ekonomi sebesar Rp 10 triliun,” ungkap Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian di Jakarta (06/05).
Jumlah tersebut terdiri dari sektor hulu (logam, elektrolit dan karet) sebesar Rp 5,4 triliun serta hilir (logistik, perdagangan, servis) sebanyak Rp 4,6 triliun.
Meski demikian dirinya masih optimis bahwa industri masih bisa tumbuh karena potensi pasar di Indonesia sangat besar. Pasalnya saat ini populasi Indonesia mencapai 278 juta jiwa atau yang terbesar di Asia Tenggara.
Namun rasio kepemilikan mobil di Tanah Air terbilang masih rendah sehingga potensi pertumbuhan kendaraan bermotor masih besar.
“Dalam konteks kendaraan listrik, tentu pemerintah tidak ingin Indonesia hanya menjadi pasar tapi juga menjelma sebagai basis produksi. Sejumlah langkah sudah dilakukan yang mencakup pengembangan industri otomotif dari hulu ke hilir,” tegasnya.
Perlu diketahui bahwa penjualan mobil di Indonesia mengalami penurunan cukup besar di 2024 dibanding hasil di 2023. Berdasarkan data Gaikindo, wholesales kendaraan periode Januari hingga Desember hanya 865.723 unit.
Itu artinya terjadi koreksi sebesar 140.079 unit atau sekitar 13,9 persen dari pencapaian sebelumnya sebanyak 1.005.802 unit. Meski demikian jumlah tersebut masih sesuai dengan target Gaikindo yang sudah direvisi yaitu sebanyak 850.000 unit.
Tekanan pada 2024 pun masih terasa dirasakan pada kuartal pertama 2025. Hal ini terlihat dari turunnya angka penjualan pada periode tersebut.
Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil periode Januari hingga Maret 2025 hanya 205.160 unit. Jumlah itu turun 4,7 persen dibanding periode serupa tahun lalu yang mencapai 215.250 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 April 2026, 19:30 WIB
14 April 2026, 11:00 WIB
01 April 2026, 20:00 WIB
01 April 2026, 15:00 WIB
30 Maret 2026, 20:43 WIB
Terkini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial
14 Mei 2026, 11:31 WIB
Omoway semakin siap meluncurkan produk pertamanya dengan subsidi mandiri untuk menggoda konsumen Indonesia
13 Mei 2026, 21:00 WIB
Di negara asalnya, BYD Atto 1 mendapatkan tambahan sensor LiDAR, jarak tempuh lebih jauh dan dua warna baru
13 Mei 2026, 20:00 WIB
Mobil listrik Chery QQ 3 EV makin dekat ke Indonesia, konsumen cukup menyiapkan booking fee Rp 5 juta
13 Mei 2026, 19:15 WIB
Changan yakin mobil hybrid REEV atau Range Extender Electric Vehicle banyak peminatnya di luar Jakarta
13 Mei 2026, 14:45 WIB
Suzuki menggelar Burgman Fun Rally 2026 untuk mendekatkan diri kepada para konsumen kendaraan roda dua mereka
13 Mei 2026, 14:44 WIB
Maxi Tour Boemi Nusantara 2026 di Pulau Sumatera resmi berakhir setelah JMC diajak menjelajah ke Lampung