Honda Prospect Motor Tunjuk Bos Baru Demi Kerek Penjualan
30 Maret 2026, 20:43 WIB
Penjualan mobil di Indonesia mengalami tekanan hingga menyebabkan nilai ekonomi drop hingga Rp 10 triliun
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Turunnya penjualan kendaraan di Indonesia berdampak luas terhadap perekonomian secara keseluruhan. Pasalnya dampak penurunan tidak hanya terdampak pada mobil tapi juga industri pendukung.
Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, total nilai ekonomi yang hilang mencapai triliunan rupiah. Hal tersebut tentu sangat disayangkan karena Tanah Air merupakan pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara.
“Pasar otomotif di Indonesia turun 3,1 persen di 2024 dan berdampak pada hilangnya nilai ekonomi sebesar Rp 10 triliun,” ungkap Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian di Jakarta (06/05).
Jumlah tersebut terdiri dari sektor hulu (logam, elektrolit dan karet) sebesar Rp 5,4 triliun serta hilir (logistik, perdagangan, servis) sebanyak Rp 4,6 triliun.
Meski demikian dirinya masih optimis bahwa industri masih bisa tumbuh karena potensi pasar di Indonesia sangat besar. Pasalnya saat ini populasi Indonesia mencapai 278 juta jiwa atau yang terbesar di Asia Tenggara.
Namun rasio kepemilikan mobil di Tanah Air terbilang masih rendah sehingga potensi pertumbuhan kendaraan bermotor masih besar.
“Dalam konteks kendaraan listrik, tentu pemerintah tidak ingin Indonesia hanya menjadi pasar tapi juga menjelma sebagai basis produksi. Sejumlah langkah sudah dilakukan yang mencakup pengembangan industri otomotif dari hulu ke hilir,” tegasnya.
Perlu diketahui bahwa penjualan mobil di Indonesia mengalami penurunan cukup besar di 2024 dibanding hasil di 2023. Berdasarkan data Gaikindo, wholesales kendaraan periode Januari hingga Desember hanya 865.723 unit.
Itu artinya terjadi koreksi sebesar 140.079 unit atau sekitar 13,9 persen dari pencapaian sebelumnya sebanyak 1.005.802 unit. Meski demikian jumlah tersebut masih sesuai dengan target Gaikindo yang sudah direvisi yaitu sebanyak 850.000 unit.
Tekanan pada 2024 pun masih terasa dirasakan pada kuartal pertama 2025. Hal ini terlihat dari turunnya angka penjualan pada periode tersebut.
Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil periode Januari hingga Maret 2025 hanya 205.160 unit. Jumlah itu turun 4,7 persen dibanding periode serupa tahun lalu yang mencapai 215.250 unit.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
30 Maret 2026, 20:43 WIB
30 Maret 2026, 14:00 WIB
28 Maret 2026, 13:00 WIB
28 Maret 2026, 11:00 WIB
27 Maret 2026, 09:00 WIB
Terkini
01 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan pada bulan ini sehingga masyarakat diharapkan menyiapkan rute alternatif
01 April 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
01 April 2026, 06:00 WIB
Di awal April 2026, SIM keliling Jakarta tetap melayani pemohon yang ingin memperpanjang masa berlaku
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik kompak Chery QQ3 EV mendapatkan respons positif dari konsumen di Cina, raup 56.000 pemesanan
31 Maret 2026, 11:00 WIB
Manufaktur mobil listrik di Indonesia harus bersiap menghadapi tekanan penjualan setelah insentif ditiadakan
31 Maret 2026, 09:47 WIB
HPM memantau bagaimana antusias masyarakat terhadap mobil listrik Honda 0 Alpha yang akan diluncurkan
31 Maret 2026, 07:00 WIB
Suzuki Burgman 125 EX direcall karena adanya potensi kerusakan pada kabel rem belakang yang bisa mengurangi performa
31 Maret 2026, 06:05 WIB
SIM keliling Jakarta menawarkan kemudahan perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, simak lokasinya