Ekspor Toyota Indonesia Berpotensi Terdampak Serangan AS ke Venezuela
08 Januari 2026, 11:00 WIB
Data Gaikindo menunjukkan bahwa di semester I 2025 penjualan mobil segmen menengah ke atas alami kenaikan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Industri otomotif masih terus mengalami tantangan di pertengahan 2025. Mengacu pada data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), angka penjualan ritel mobil per Juni 2025 year-on-year turun 12,3 persen.
Jika dilihat secara keseluruhan Januari-Juni 2025 penjualan ritel mobil ada di angka 390.467 unit, masih jauh dari target minimal Gaikindo yakni sekitar 750 ribu unit.
Kemudian satu hal yang jadi perhatian adalah turunnya penjualan mobil murah bersamaan dengan kenaikan segmen MPV (Multi Purpose Vehicle) dan SUV (Sport Utility Vehicle) medium-high.
Lebih rinci dijelaskan, penjualan segmen mobil murah termasuk LCGC (Low Cost Green Car) sepanjang semester pertama 2025 turun 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Khusus untuk LCGC sendiri, angka penurunan penjualannya adalah 3,7 persen pada semester I 2025.
Sementara segmen lain mencakup MPV dan SUV medium-high, pikap medium dan truk naik 27 persen.
Merespons hal tersebut, belum lama ini pemerintah memutuskan untuk memperpanjang insentif LCGC sampai 2031 guna mendongkrak penjualan.
Sebagai salah satu produsen LCGC di Indonesia, Daihatsu berharap pada semester kedua 2025 penjualan mobil bisa mengalami peningkatan dengan bantuan dari pemerintah.
“Yang terpenting adalah leasing. Karena kita masih didominasi kredit di pasar Indonesia, (harapannya) NPL (Non-Performing Loan) juga bisa semakin sehat,” kata Sri Agung Handayani, Marketing and Corporate Communication Director PT ADM (Astra Daihatsu Motor) di Jakarta, Kamis (17/07).
Dia menegaskan memang tahun ini penjualan mobil sempat alami penurunan di periode tertentu seperti Januari saat konsumen menunda pembelian akibat menunggu kebijakan opsen.
Penurunan penjualan LCGC yang cukup signifikan menurut dia menjadi alasan Daihatsu mulai mengubah strategi penjualan dan mencoba menjangkau lebih banyak jenis konsumen.
“Kita masih fokus di first car buyer, wilayahnya sama tetap masuk ke urban tetapi juga remote dan rural area,” kata Agung.
Dia menegaskan Daihatsu mengapresiasi keputusan pemerintah kembali menerapkan insentif LCGC guna membantu pabrikan dalam kembali menggairahkan daya beli masyarakat di masa mendatang.
“Kita sama-sama (berkolaborasi) untuk bisa ada demand, supaya ada produksi di kita. Jadi mau tidak mau, harus kita sikapi bersama,” tegas Agung.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
08 Januari 2026, 11:00 WIB
07 Januari 2026, 11:00 WIB
05 Januari 2026, 12:00 WIB
05 Januari 2026, 09:00 WIB
03 Januari 2026, 19:00 WIB
Terkini
08 Januari 2026, 19:07 WIB
Shammie terus berjuang keras hingga SS4 untuk bisa membawa hasil positif pada ajang Rally Dakar 2026
08 Januari 2026, 18:00 WIB
Kebijakan pemerintah federal di Amerika Serikat disebut bikin penjualan mobil listrik Tesla kalah dari BYD
08 Januari 2026, 17:00 WIB
Setelah badai cedera menerpa, kondisi fisik Marc Marquez dirasa sudah tidak seprima seperti dahulu kala
08 Januari 2026, 16:40 WIB
Kunci tertinggal di kabin diduga jadi salah satu penyebab Hyundai Stargazer menyala otomatis ketika diparkir
08 Januari 2026, 15:00 WIB
Mitsubishi Triton Single Cabin tersedia dalam varian baru yang tampil semakin sporti, harga Rp 300 jutaan
08 Januari 2026, 14:00 WIB
Aksi drift di Pondok Indah dianggap sangat membahayakan, seharusnya dilakukan di area khusus yang disediakan
08 Januari 2026, 13:01 WIB
Pergantian nama divisi balap Gazoo Racing tanpa entitas Toyota resmi berlaku, efektif per 7 Januari 2026
08 Januari 2026, 12:00 WIB
Wacana insentif lebih besar buat mobil listrik yang menggunakan baterai berbahan nikel bakal menguntungkan Hyundai