Jumlah Ekspor Mobil Januari 2026 Turun, Toyota Paling Terdampak
24 Februari 2026, 11:01 WIB
Data Gaikindo menunjukkan bahwa di semester I 2025 penjualan mobil segmen menengah ke atas alami kenaikan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Industri otomotif masih terus mengalami tantangan di pertengahan 2025. Mengacu pada data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), angka penjualan ritel mobil per Juni 2025 year-on-year turun 12,3 persen.
Jika dilihat secara keseluruhan Januari-Juni 2025 penjualan ritel mobil ada di angka 390.467 unit, masih jauh dari target minimal Gaikindo yakni sekitar 750 ribu unit.
Kemudian satu hal yang jadi perhatian adalah turunnya penjualan mobil murah bersamaan dengan kenaikan segmen MPV (Multi Purpose Vehicle) dan SUV (Sport Utility Vehicle) medium-high.
Lebih rinci dijelaskan, penjualan segmen mobil murah termasuk LCGC (Low Cost Green Car) sepanjang semester pertama 2025 turun 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Khusus untuk LCGC sendiri, angka penurunan penjualannya adalah 3,7 persen pada semester I 2025.
Sementara segmen lain mencakup MPV dan SUV medium-high, pikap medium dan truk naik 27 persen.
Merespons hal tersebut, belum lama ini pemerintah memutuskan untuk memperpanjang insentif LCGC sampai 2031 guna mendongkrak penjualan.
Sebagai salah satu produsen LCGC di Indonesia, Daihatsu berharap pada semester kedua 2025 penjualan mobil bisa mengalami peningkatan dengan bantuan dari pemerintah.
“Yang terpenting adalah leasing. Karena kita masih didominasi kredit di pasar Indonesia, (harapannya) NPL (Non-Performing Loan) juga bisa semakin sehat,” kata Sri Agung Handayani, Marketing and Corporate Communication Director PT ADM (Astra Daihatsu Motor) di Jakarta, Kamis (17/07).
Dia menegaskan memang tahun ini penjualan mobil sempat alami penurunan di periode tertentu seperti Januari saat konsumen menunda pembelian akibat menunggu kebijakan opsen.
Penurunan penjualan LCGC yang cukup signifikan menurut dia menjadi alasan Daihatsu mulai mengubah strategi penjualan dan mencoba menjangkau lebih banyak jenis konsumen.
“Kita masih fokus di first car buyer, wilayahnya sama tetap masuk ke urban tetapi juga remote dan rural area,” kata Agung.
Dia menegaskan Daihatsu mengapresiasi keputusan pemerintah kembali menerapkan insentif LCGC guna membantu pabrikan dalam kembali menggairahkan daya beli masyarakat di masa mendatang.
“Kita sama-sama (berkolaborasi) untuk bisa ada demand, supaya ada produksi di kita. Jadi mau tidak mau, harus kita sikapi bersama,” tegas Agung.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
24 Februari 2026, 11:01 WIB
23 Februari 2026, 17:00 WIB
23 Februari 2026, 11:00 WIB
23 Februari 2026, 09:00 WIB
20 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
25 Februari 2026, 06:00 WIB
Kepolisian coba memfasilitas kebutuhan pengendara di Kota Kembang, seperti menghadirkan SIM keliling Bandung
25 Februari 2026, 06:00 WIB
Pembatasan ganjil genap Jakarta tetap diberlakukan secara ketat karena mobilitas tetap tinggi di bukan Ramadan
25 Februari 2026, 06:00 WIB
Fasilitas SIM keliling Jakarta hanya dapat melayani prosedur perpanjangan SIM A dan C, simak syaratnya
24 Februari 2026, 19:01 WIB
Mobil yang diyakini Toyota Land Cruiser FJ terdaftar di DJKI, namun dikabarkan debut di Thailand lebih dulu
24 Februari 2026, 17:37 WIB
Modifikasi Harley-Davidson Road Glide ini hasil karya dari MWM Custom yang dipajang di IIMS 2026 lalu
24 Februari 2026, 16:28 WIB
Harga mulai Rp 200 jutaan, berikut rangkuman spesifikasi Mahindra Scorpio Pik Up yang bakal diimpor ke RI
24 Februari 2026, 15:10 WIB
Tata Yodha menjadi salah satu pikap yang akan diboyong Agrinas Pangan Nusantara untuk Koperasi Merah Putih
24 Februari 2026, 14:00 WIB
Perlu waktu lebih lama untuk memenuhi kebutuhan Agrinas, seperti persiapan komponen dari berbagai supplier