Gaikindo Berdoa Industri Lokal Bisa Ikut Suplai Pikap Kopdes
24 Februari 2026, 10:18 WIB
Pemerintah Amerika Serikat menyetop insentif mobil listrik per 30 September 2025, manufaktur mulai kesulitan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Era elektrifikasi saat ini banyak diramaikan produk-produk dari Tiongkok. Imbasnya banyak manufaktur lain harus berusaha lebih keras mengejar perkembangan teknologi tersebut.
Sayangnya tidak semua merek bisa bertahan. Banyak produsen tampak kesulitan mempertahankan penjualan khususnya setelah insentif di Amerika Serikat dihentikan.
Perlu diketahui sebelumnya ada subsidi diberikan pemerintah senilai 7.500 USD atau sekitar Rp 124,2 jutaan dalam kurs rupiah.
Sebagai gambaran, di Indonesia angkanya ada di kisaran Rp 70 jutaan buat model yang memenuhi persyaratan.
Di Negeri Paman Sam, harga mobil listrik disebut melonjak setelah pemerintah menghentikan insentif di 30 September 2025.
Imbasnya, beberapa produsen memutuskan buat memberikan ‘insentif mandiri’ dalam bentuk diskon ataupun varian yang lebih rendah dengan harga terjangkau.
Merek asal Korea Selatan, Hyundai memberikan subsidi 11.000 USD atau setara Rp 182,2 jutaan untuk Ioniq 5.
Kemudian Tesla memperkenalkan tipe baru dari Model 3 dan Model Y, tetapi harganya diturunkan.
Akan tetapi pengamat menilai kiat-kiat yang dilakukan para pabrikan itu belum tentu berhasil, meskipun bervariasi dan unik.
“Pabrikan hanya ingin mempertahankan angka penjualan berkelanjutan dan ini adalah rangkaian usaha mereka,” kata Ivan Dury, Director of Insights Edmunds dikutip dari Carscooops, Jumat (10/10).
Di lain sisi, beberapa merek justru menghentikan penjualan mobil listrik mereka secara bersamaan.
Di antaranya adalah Acura ZDX SUV. Kemudian Stellantis membatalkan rencana penjualan RAM 1500 REV.
Ditambah gempuran mobil listrik asal Cina yang semakin populer, merek lain harus memutar otak apabila ingin tetap memperkenalkan lini elektrifikasi di pasaran.
Sebab merek Tiongkok punya keunggulan fitur berlimpah dipadukan harga kompetitif, seringkali jauh berada di bawa rival di segmen serupa.
Sebagai gambaran, di Indonesia mobil listrik seperti BYD mendapatkan insentif impor dari pemerintah.
Hal ini membuat banderol mobil listrik BYD diklaim terjangkau mulai Rp 195 jutaan, mengancam keberadaan merek lain termasuk sesama brand Tiongkok.
Namun banderol tersebut berpotensi berubah tahun depan saat insentif mobil listrik impor disetop.
Apabila tak memenuhi kriteria Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) maka harga mobil listrik BYD bisa melonjak tajam.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
24 Februari 2026, 10:18 WIB
23 Februari 2026, 09:00 WIB
20 Februari 2026, 19:00 WIB
20 Februari 2026, 18:00 WIB
20 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
28 Februari 2026, 09:28 WIB
Aldi Satya Mahendra akan terus menorehkan prestasi bagi skuad Yamaha Racing Indonesia sepanjang musim ini
27 Februari 2026, 20:00 WIB
Meskipun peminatnya terbilang lebih sedikit, Vios Hybrid hadir buat memperluas jangkauan pasar Toyota
27 Februari 2026, 18:00 WIB
Zeekr kembali ke RI di bawah naungan Geely Auto Indonesia dan bakal segera dirakit lokal di masa mendatang
27 Februari 2026, 16:06 WIB
Isuzu berhasil mempertahankan kinerja mereka sepanjang tahun lalu meski banyak rintangan yang menghadang
27 Februari 2026, 14:00 WIB
Ganjil genap Puncak kembali diterapkan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan khususnya di jalur utama
27 Februari 2026, 12:00 WIB
Dishub DIY memperkirakan ada 8 juta mobilitas saat arus mudik Lebaran 2026 sehingga mereka siapkan rekayasa lalu lintas
27 Februari 2026, 11:00 WIB
Jaecoo siapkan 14 bengkel siaga saat arus mudik Lebaran 2026 yang bakal segera berlangsung di Tanah Air
27 Februari 2026, 09:00 WIB
SUV Ladder Frame seperti Mitsubishi Pajero Sport bisa diandalkan untuk menempuh berbagai medan menanatang