Modal Chery Q Gaet Konsumen RI, Hadirkan Fitur Lengkap Fungsional
07 September 2026, 21:43 WIB
Pemerintah Amerika Serikat menyetop insentif mobil listrik per 30 September 2025, manufaktur mulai kesulitan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Era elektrifikasi saat ini banyak diramaikan produk-produk dari Tiongkok. Imbasnya banyak manufaktur lain harus berusaha lebih keras mengejar perkembangan teknologi tersebut.
Sayangnya tidak semua merek bisa bertahan. Banyak produsen tampak kesulitan mempertahankan penjualan khususnya setelah insentif di Amerika Serikat dihentikan.
Perlu diketahui sebelumnya ada subsidi diberikan pemerintah senilai 7.500 USD atau sekitar Rp 124,2 jutaan dalam kurs rupiah.
Sebagai gambaran, di Indonesia angkanya ada di kisaran Rp 70 jutaan buat model yang memenuhi persyaratan.
Di Negeri Paman Sam, harga mobil listrik disebut melonjak setelah pemerintah menghentikan insentif di 30 September 2025.
Imbasnya, beberapa produsen memutuskan buat memberikan ‘insentif mandiri’ dalam bentuk diskon ataupun varian yang lebih rendah dengan harga terjangkau.
Merek asal Korea Selatan, Hyundai memberikan subsidi 11.000 USD atau setara Rp 182,2 jutaan untuk Ioniq 5.
Kemudian Tesla memperkenalkan tipe baru dari Model 3 dan Model Y, tetapi harganya diturunkan.
Akan tetapi pengamat menilai kiat-kiat yang dilakukan para pabrikan itu belum tentu berhasil, meskipun bervariasi dan unik.
“Pabrikan hanya ingin mempertahankan angka penjualan berkelanjutan dan ini adalah rangkaian usaha mereka,” kata Ivan Dury, Director of Insights Edmunds dikutip dari Carscooops, Jumat (10/10).
Di lain sisi, beberapa merek justru menghentikan penjualan mobil listrik mereka secara bersamaan.
Di antaranya adalah Acura ZDX SUV. Kemudian Stellantis membatalkan rencana penjualan RAM 1500 REV.
Ditambah gempuran mobil listrik asal Cina yang semakin populer, merek lain harus memutar otak apabila ingin tetap memperkenalkan lini elektrifikasi di pasaran.
Sebab merek Tiongkok punya keunggulan fitur berlimpah dipadukan harga kompetitif, seringkali jauh berada di bawa rival di segmen serupa.
Sebagai gambaran, di Indonesia mobil listrik seperti BYD mendapatkan insentif impor dari pemerintah.
Hal ini membuat banderol mobil listrik BYD diklaim terjangkau mulai Rp 195 jutaan, mengancam keberadaan merek lain termasuk sesama brand Tiongkok.
Namun banderol tersebut berpotensi berubah tahun depan saat insentif mobil listrik impor disetop.
Apabila tak memenuhi kriteria Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) maka harga mobil listrik BYD bisa melonjak tajam.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
Terkini
10 September 2026, 07:00 WIB
Honda kian menjauh dari urutan lima besar merek mobil terlaris Agustus 2026, Toyota masih kokoh diikuti Daihatsu
10 September 2026, 06:24 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi opsi paling relevan agar mengurus dokumen berkendara jadi lebih mudah
10 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta hanya melayani perpanjangan masa berlaku kartu yang masih aktif, berikut biayanya
09 September 2026, 22:00 WIB
AiMOGA mulai memamerkan robot andalannya untuk masyarakat Indonesia dengan berbekal teknologi inovatifnya
09 September 2026, 21:00 WIB
Bulega resmi meninggalkan WSBK mulai musim depan dan masuk ke dalam susunan sementara pembalap MotoGP 2027
09 September 2026, 20:17 WIB
Daihatsu menorehkan catatan positif pada Agustus 2026, penjualan mobil baru mereka ditopang oleh Gran Max
09 September 2026, 20:14 WIB
Wuling berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen di Indonesia yang membeli mobil mereka
09 September 2026, 09:00 WIB
Marc Marquez dipastikan akan melanjutkan tren positifnyan saat melakoni MotoGP San Marino 2026 di akhir pekan