Usulan Menperin Soal Insentif Mobil Hybrid Dinilai Kontradiktif
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
Pemerintah Cina baru saja membuat aturan baru tentang penyaluran insentif buat mobil hybrid di tahun depan
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Perkembangan mobil hybrid di Cina cukup pesat. Hal ini mendorong pemerintah di sana membuat kebijakan baru.
Pemerintah Tiongkok baru saja mengumumkan aturan teknis anyar untuk penyaluran insentif atau subsidi periode 2026-2027.
Dalam kebijakan baru ini, ada sejumlah penyesuaian yang mereka lakukan. Terkhusus sejumlah syarat untuk mobil berjantung pacu hibrida.
Disebutkan bahwa kendaraan roda empat Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) diwajibkan memiliki jangkauan listrik murni minimal 100 kilometer.
Jumlah di atas naik dari syarat sebelumnya yang hanya mewajibkan daya jelajah sekitar 43 kilometer saja.
Selain itu konsumsi bahan bakar ditetapkan kurang dari 70 persen batas standar untuk kendaraan dengan bobot di bawah 2.510 kg.
Kemudian konsumsi bahan bakar bagi mobil hybrid berbobot 2.510 kg atau lebih hanya boleh kurang dari 75 persen batas yang telah ditentukan.
Di sisi lain pemerintah Cina tidak hanya melakukan penyesuaian kebijakan soal insentif mobil hybrid saja.
Melainkan juga untuk mobil listrik murni yang ada di sana. Seperti contoh konsumsi daya tidak boleh melebihi batas ditentukan dalam standar nasional baru GB 36980.1-2025.
Menurut laporan Carnewschina pada Senin (13/10), standar di atas diklaim 11 persen lebih ketat dari syarat sebelumnya.
“Penyesuaian ini sejalan dengan peningkatan cepat dalam hal jangkauan dan teknologi NEV. Memastikan kebijakan selaras dengan kemajuan teknologi,” ungkap Cui Dongshu, Sekretaris Jenderal China Passenger Car Association (CPCA).
Cui Dongshu menilai kebijakan anyar dari pemerintah Cina bisa membawa banyak dampak positif di masa mendatang.
Seperti contoh mendorong para pabrikan otomotif asal Negeri Tirai Bambu untuk berinvestasi lebih besar dalam hal penelitian maupun pengembangan.
“Dengan menaikan ambang batas teknis, pemerintah mengarahkan perusahaan agar meningkatkan investasi R&D, menghapus produk usang dan beralih dari ekspansi skala menuju pembangunan berkualitas tinggi,” tegas dia.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
21 Oktober 2026, 11:00 WIB
19 Oktober 2026, 10:11 WIB
03 Oktober 2026, 21:00 WIB
Terkini
24 Oktober 2026, 16:12 WIB
Marc Marquez menjadi yang terdepan di sprint race MotoGP Australia 2026 dan Jorge Martin mengalami kecelakaan
24 Oktober 2026, 15:00 WIB
Marc Marquez berpeluang untuk menjadi pemenang di MotoGP Australia 2026 dan menumbangkan Jorge Martin
24 Oktober 2026, 13:00 WIB
Honda Bikers Day 2026 akan digelar di Ambara, Jawa Tengah dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah
24 Oktober 2026, 10:15 WIB
Astra Motor Safety Riding Center Jawa Tengah, diharapkan bisa mendorong kesadaraan berkendara aman di jalan
24 Oktober 2026, 07:00 WIB
Chery bersiap ikut meramaikan pasar kendaraan roda dua, patenkan satu desain motor berteknologi REEV
23 Oktober 2026, 17:00 WIB
Sengketa kepemilikan merek Denza masih berlanjut, BYD kini dituntut PT Raden Reza Adi sebesar Rp 9 triliun
23 Oktober 2026, 15:00 WIB
PEVS 2026 akan diikuti oleh 38 brand motor dan mobil listrik dan tidak ketinggalan industri pendukung lain
23 Oktober 2026, 13:00 WIB
Chery Indonesia akan melakukan studi terkait kesesuaian SUV Omoda X untuk pasar Tanah Air di masa depan