10 Mobil Listrik Terlaris November 2025, Jaecoo Masuk Tiga Besar
11 Desember 2025, 13:00 WIB
Pabrikan mobil Jepang pilih investasi di Thailand dibanding Indonesia sebagai pusat produksi mobil listrik
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pabrikan kendaraan Jepang pilih investasi di Thailand ketimbang Indonesia untuk dijadikan pusat produksi mobil listrik di Asia Tenggara. Hal ini terlihat dari keputusan yang diambil oleh empat perusahaan otomotif seperti Toyota, Honda, Isuzu dan Mitsubishi.
Keempatnya lebih memilih menggelontorkan dananya ke Thailand ketimbang Indonesia untuk membangun fasilitas produksi kendaraan listrik. Tak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai THB150 miliar atau sekitar Rp66.7 triliun.
Dilansir dari Paultan, dana tersebut akan diserahkan secara bertahap selama lima tahun ke depan. Hal ini disampaikan oleh Chai Watcharong, Juru Bicara Perdana Menteri Thailand.
Ia menyampaikan bahwa Settha Thavisin, Perdana Menteri Thailand telah berdiskusi dengan tujuh produsen mobil Jepang beberapa waktu lalu. Dari pertemuan itu setidaknya ada empat yang berkomitmen untuk melakukan investasi produksi kendaraan listrik di negara tersebut.
Toyota dan Honda masing-masing akan berinvestasi THB 50 miliar atau setara Rp22.2 triliun. Lalu ada Isuzu dengan THB30 miliar atau Rp13.3 triliun sementara Mitsubishi THB20 miliar (Rp8.9 triliun).
Tak hanya itu, Chai juga mengatakan bahwa masih ada beberapa produsen mobil Jepang berkomitmen menjadikan Thailand sebagai basis produksi utamanya di Asia Tenggara. Tak mengherankan bila mereka menetapkan target untuk memproduksi sedikitnya 750.000 mobil listrik pada 2030.
“Perdana Menteri menerkankan bahwa produsen mobil asal Jepang berperan penting dalam mengembangkan dan mempromosikan kendaraan listrik di Thailand. Oleh karena itu negara siap mendukung serta bekerjasama dengan mereka yang ingin memperluas investasinya,” ungkapnya.
Keputusan pabrikan Jepang menjadikan Thailand sebagai basis produksi tentunya cukup disayangkan. Pasalnya pemerintah Indonesia juga tengah berupaya menarik minat investor global agar masuk ke Tanah Air.
Salah satunya adalah menghapuskan bea masuk kendaraan listrik impor yang sebelumnya terbilang memberatkan. Kemudahan itu diberikan pada perusahaan dengan komitmen mendirikan fasilitas produksi di Indonesia.
Selain itu pemerintah juga sudah mengurangi PPN untuk setiap penjualan mobil listrik buatan dalam negeri dengan TKDN 40 persen atau lebih. Program pun terbukti membuat penjualan kendaraan elektrifikasi meningkat.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
11 Desember 2025, 13:00 WIB
11 Desember 2025, 11:00 WIB
10 Desember 2025, 14:00 WIB
10 Desember 2025, 09:00 WIB
09 Desember 2025, 15:00 WIB
Terkini
11 Desember 2025, 13:00 WIB
Jaecoo J5 EV mulai didistribusikan ke konsumen, masuk tiga besar mobil listrik terlaris pada November 2025
11 Desember 2025, 12:00 WIB
Salah satu diskon motor matic Honda yang bisa dimanfaatkan jelang Nataru adalah untuk pembelian Vario 160
11 Desember 2025, 11:00 WIB
Penjualan mobil baru di 2026 diprediksi tak lebih dari 800 ribu unit tanpa insentif otomotif dari pemerintah
11 Desember 2025, 10:00 WIB
Mitsubishi Fuso Canter menjadi andalan PT Superior Prima Sukses untuk mendistribusikan hasil produksi mereka
11 Desember 2025, 09:00 WIB
Kemenhub menghadirkan program mudik gratis untuk menurunkan risiko kecelakaan yang biasa terjadi di jalan
11 Desember 2025, 08:00 WIB
Penjualan Polytron yang hanya ratusan unit membuat mereka lebih realistis dalam menjual mobil listrik
11 Desember 2025, 07:00 WIB
BYD Atto 1 masih jadi mobil terlaris November 2025 dengan wholesales mencapai 8.333 unit, unggul dari Toyota Avanza
11 Desember 2025, 06:00 WIB
Tidak ada dispensasi apabial terlambat, SIM dapat diperpanjang di layanan SIM keliling Jakarta hari ini