Tanpa Insentif, Pabrikan Cina Bakal Fokus Jualan Mobil Hybrid
23 Februari 2026, 09:00 WIB
Pabrikan mobil Jepang pilih investasi di Thailand dibanding Indonesia sebagai pusat produksi mobil listrik
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pabrikan kendaraan Jepang pilih investasi di Thailand ketimbang Indonesia untuk dijadikan pusat produksi mobil listrik di Asia Tenggara. Hal ini terlihat dari keputusan yang diambil oleh empat perusahaan otomotif seperti Toyota, Honda, Isuzu dan Mitsubishi.
Keempatnya lebih memilih menggelontorkan dananya ke Thailand ketimbang Indonesia untuk membangun fasilitas produksi kendaraan listrik. Tak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai THB150 miliar atau sekitar Rp66.7 triliun.
Dilansir dari Paultan, dana tersebut akan diserahkan secara bertahap selama lima tahun ke depan. Hal ini disampaikan oleh Chai Watcharong, Juru Bicara Perdana Menteri Thailand.
Ia menyampaikan bahwa Settha Thavisin, Perdana Menteri Thailand telah berdiskusi dengan tujuh produsen mobil Jepang beberapa waktu lalu. Dari pertemuan itu setidaknya ada empat yang berkomitmen untuk melakukan investasi produksi kendaraan listrik di negara tersebut.
Toyota dan Honda masing-masing akan berinvestasi THB 50 miliar atau setara Rp22.2 triliun. Lalu ada Isuzu dengan THB30 miliar atau Rp13.3 triliun sementara Mitsubishi THB20 miliar (Rp8.9 triliun).
Tak hanya itu, Chai juga mengatakan bahwa masih ada beberapa produsen mobil Jepang berkomitmen menjadikan Thailand sebagai basis produksi utamanya di Asia Tenggara. Tak mengherankan bila mereka menetapkan target untuk memproduksi sedikitnya 750.000 mobil listrik pada 2030.
“Perdana Menteri menerkankan bahwa produsen mobil asal Jepang berperan penting dalam mengembangkan dan mempromosikan kendaraan listrik di Thailand. Oleh karena itu negara siap mendukung serta bekerjasama dengan mereka yang ingin memperluas investasinya,” ungkapnya.
Keputusan pabrikan Jepang menjadikan Thailand sebagai basis produksi tentunya cukup disayangkan. Pasalnya pemerintah Indonesia juga tengah berupaya menarik minat investor global agar masuk ke Tanah Air.
Salah satunya adalah menghapuskan bea masuk kendaraan listrik impor yang sebelumnya terbilang memberatkan. Kemudahan itu diberikan pada perusahaan dengan komitmen mendirikan fasilitas produksi di Indonesia.
Selain itu pemerintah juga sudah mengurangi PPN untuk setiap penjualan mobil listrik buatan dalam negeri dengan TKDN 40 persen atau lebih. Program pun terbukti membuat penjualan kendaraan elektrifikasi meningkat.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Februari 2026, 09:00 WIB
20 Februari 2026, 08:00 WIB
19 Februari 2026, 15:00 WIB
19 Februari 2026, 09:00 WIB
19 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
28 Februari 2026, 13:00 WIB
Mitsubishi Indonesia siap meningkatkan produksi L300 jika mendapat pemesanan untuk program Kopdes Merah Putih
28 Februari 2026, 11:00 WIB
Presiden Direktur Hino Indonesia diganti untuk memberi penyegaran dengan strategi baru yang lebih optimal
28 Februari 2026, 09:28 WIB
Aldi Satya Mahendra akan terus menorehkan prestasi bagi skuad Yamaha Racing Indonesia sepanjang musim ini
27 Februari 2026, 20:00 WIB
Meskipun peminatnya terbilang lebih sedikit, Vios Hybrid hadir buat memperluas jangkauan pasar Toyota
27 Februari 2026, 18:00 WIB
Zeekr kembali ke RI di bawah naungan Geely Auto Indonesia dan bakal segera dirakit lokal di masa mendatang
27 Februari 2026, 16:06 WIB
Isuzu berhasil mempertahankan kinerja mereka sepanjang tahun lalu meski banyak rintangan yang menghadang
27 Februari 2026, 14:00 WIB
Ganjil genap Puncak kembali diterapkan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan khususnya di jalur utama
27 Februari 2026, 12:00 WIB
Dishub DIY memperkirakan ada 8 juta mobilitas saat arus mudik Lebaran 2026 sehingga mereka siapkan rekayasa lalu lintas