GAC Aion Kejar TKDN 60 Persen Untuk 2027
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
Pabrikan mobil Jepang pilih investasi di Thailand dibanding Indonesia sebagai pusat produksi mobil listrik
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pabrikan kendaraan Jepang pilih investasi di Thailand ketimbang Indonesia untuk dijadikan pusat produksi mobil listrik di Asia Tenggara. Hal ini terlihat dari keputusan yang diambil oleh empat perusahaan otomotif seperti Toyota, Honda, Isuzu dan Mitsubishi.
Keempatnya lebih memilih menggelontorkan dananya ke Thailand ketimbang Indonesia untuk membangun fasilitas produksi kendaraan listrik. Tak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai THB150 miliar atau sekitar Rp66.7 triliun.
Dilansir dari Paultan, dana tersebut akan diserahkan secara bertahap selama lima tahun ke depan. Hal ini disampaikan oleh Chai Watcharong, Juru Bicara Perdana Menteri Thailand.
Ia menyampaikan bahwa Settha Thavisin, Perdana Menteri Thailand telah berdiskusi dengan tujuh produsen mobil Jepang beberapa waktu lalu. Dari pertemuan itu setidaknya ada empat yang berkomitmen untuk melakukan investasi produksi kendaraan listrik di negara tersebut.
Toyota dan Honda masing-masing akan berinvestasi THB 50 miliar atau setara Rp22.2 triliun. Lalu ada Isuzu dengan THB30 miliar atau Rp13.3 triliun sementara Mitsubishi THB20 miliar (Rp8.9 triliun).
Tak hanya itu, Chai juga mengatakan bahwa masih ada beberapa produsen mobil Jepang berkomitmen menjadikan Thailand sebagai basis produksi utamanya di Asia Tenggara. Tak mengherankan bila mereka menetapkan target untuk memproduksi sedikitnya 750.000 mobil listrik pada 2030.
“Perdana Menteri menerkankan bahwa produsen mobil asal Jepang berperan penting dalam mengembangkan dan mempromosikan kendaraan listrik di Thailand. Oleh karena itu negara siap mendukung serta bekerjasama dengan mereka yang ingin memperluas investasinya,” ungkapnya.
Keputusan pabrikan Jepang menjadikan Thailand sebagai basis produksi tentunya cukup disayangkan. Pasalnya pemerintah Indonesia juga tengah berupaya menarik minat investor global agar masuk ke Tanah Air.
Salah satunya adalah menghapuskan bea masuk kendaraan listrik impor yang sebelumnya terbilang memberatkan. Kemudahan itu diberikan pada perusahaan dengan komitmen mendirikan fasilitas produksi di Indonesia.
Selain itu pemerintah juga sudah mengurangi PPN untuk setiap penjualan mobil listrik buatan dalam negeri dengan TKDN 40 persen atau lebih. Program pun terbukti membuat penjualan kendaraan elektrifikasi meningkat.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Terkini
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi