Pabrikan Mobil Jepang Pilih Investasi di Thailand Daripada RI

Pabrikan mobil Jepang pilih investasi di Thailand dibanding Indonesia sebagai pusat produksi mobil listrik

Pabrikan Mobil Jepang Pilih Investasi di Thailand Daripada RI
Adi Hidayat

KatadataOTO – Pabrikan kendaraan Jepang pilih investasi di Thailand ketimbang Indonesia untuk dijadikan pusat produksi mobil listrik di Asia Tenggara. Hal ini terlihat dari keputusan yang diambil oleh empat perusahaan otomotif seperti Toyota, Honda, Isuzu dan Mitsubishi.

Keempatnya lebih memilih menggelontorkan dananya ke Thailand ketimbang Indonesia untuk membangun fasilitas produksi kendaraan listrik. Tak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai THB150 miliar atau sekitar Rp66.7 triliun.

Dilansir dari Paultan, dana tersebut akan diserahkan secara bertahap selama lima tahun ke depan. Hal ini disampaikan oleh Chai Watcharong, Juru Bicara Perdana Menteri Thailand.

Honda HR-V listrik
Photo : Autospinn

Ia menyampaikan bahwa Settha Thavisin, Perdana Menteri Thailand telah berdiskusi dengan tujuh produsen mobil Jepang beberapa waktu lalu. Dari pertemuan itu setidaknya ada empat yang berkomitmen untuk melakukan investasi produksi kendaraan listrik di negara tersebut.

Toyota dan Honda masing-masing akan berinvestasi THB 50 miliar atau setara Rp22.2 triliun. Lalu ada Isuzu dengan THB30 miliar atau Rp13.3 triliun sementara Mitsubishi THB20 miliar (Rp8.9 triliun).

Tak hanya itu, Chai juga mengatakan bahwa masih ada beberapa produsen mobil Jepang berkomitmen menjadikan Thailand sebagai basis produksi utamanya di Asia Tenggara. Tak mengherankan bila mereka menetapkan target untuk memproduksi sedikitnya 750.000 mobil listrik pada 2030.

“Perdana Menteri menerkankan bahwa produsen mobil asal Jepang berperan penting dalam mengembangkan dan mempromosikan kendaraan listrik di Thailand. Oleh karena itu negara siap mendukung serta bekerjasama dengan mereka yang ingin memperluas investasinya,” ungkapnya.

Keputusan pabrikan Jepang menjadikan Thailand sebagai basis produksi tentunya cukup disayangkan. Pasalnya pemerintah Indonesia juga tengah berupaya menarik minat investor global agar masuk ke Tanah Air.

Toyota akan jual sebagian saham Denso memi mobil listrik
Photo : 123rf

Salah satunya adalah menghapuskan bea masuk kendaraan listrik impor yang sebelumnya terbilang memberatkan. Kemudahan itu diberikan pada perusahaan dengan komitmen mendirikan fasilitas produksi di Indonesia.

Selain itu pemerintah juga sudah mengurangi PPN untuk setiap penjualan mobil listrik buatan dalam negeri dengan TKDN 40 persen atau lebih. Program pun terbukti membuat penjualan kendaraan elektrifikasi meningkat.


Terkini

mobil
TAF

TAF Optimis Momen Lebaran Bisa Gairahkan Penjualan Mobil

Lebaran jadi momentum tepat untuk konsumen melakukan pembelian mobil baru, TAF tawarkan sejumlah kemudahan

mobil
Impor Pikap

Impor Pikap Ribuan Unit dari India Rugikan Industri Komponen

GIAMM sebut industri komponen otomotif berpotensi dirugikan oleh keputusan impor ratusan ribu pikap dari India

mobil
Jaecoo J5 EV

Produksi Jaecoo J5 EV Dikebut Agar Unit Terkirim Sebelum Lebaran

Jaecoo terus meningkatkan kapasitas produksi kendaraan agar pemesanan di 2025 bisa selesai sebelum libur Lebaran

mobil
Diler Jaecoo Kebon Jeruk

Jaecoo Resmikan Diler di Kebon Jeruk, Ada Layanan Home Service

Jaecoo resmikan diler terbaru mereka yang ke 25 dengan beragam fasilitas menarik termasuk layanan home service

otosport
MotoGP Thailand 2026

Jadwal MotoGP Thailand 2026: Bagnaia Incar Podium di Buriram

Bagnaia bertekad membuktikan kalau dia masih bisa kompetitif dalam menjelani seri MotoGP Thailand 2026

mobil
TAF

TAF Siapkan Program Cicilan Lebaran, Ada Bunga Nol Persen

Rangkaian program cicilan dari TAF siap mudahkan konsumen untuk beli mobil baru sebelum musim mudik lebaran

motor
Motor Baru

AHM Kejar Produksi 100 Juta Unit Motor Baru di Indonesia Tahun Ini

Memulai bisnis di Indonesia sejak 1971, AHM memasuki usia ke-55 tahun ini dan bakal menorehkan rekor baru

motor
Motor baru

AHM Sebut Pertumbuhan Pasar Motor Baru Jadi Sinyal Positif

AHM mengklaim alami pertumbuhan sebesar tiga persen di Januari 2026, sama seperti pasar motor baru nasional