Bikin BYD Atto 1 Tampil Fresh, Modifikasi Ringan Pakai Sticker
20 Januari 2026, 17:21 WIB
Pembangunan pabrik BYD di Indonesia akan rampung akhir 2025 dan akan memproduksi kendaraan buat kebutuhan ekspor
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pembangunan pabrik BYD di Indonesia dijadwalkan bakal rampung tahun ini dan langsung memulai produksi. Tak tanggung-tanggung, fasilitas tersebut rencananya akan menghabiskan dana sebesar USD 1 miliar atau setara Rp 16,2 triliun.
Nantinya pabrik akan memiliki kapasitas hingga 150.000 setahun. Besarnya angka tersebut diharapkan bisa dioptimalkan secara bertahap seiring dengan meningkatkan permintaan pasar di Tanah Air.
“BYD terus mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik. Karena itu kami berkomitmen merealisasikan pembangunan fasilitas pabrik yang dapat membuka peluang pengembangan teknologi seperti baterai untuk ragam kendaraan New Energy Vehicles termasuk EV dan PHEV,” ungkap Liu Xueliang, General Manager BYD Asia Pacific (20/01).
Tak hanya itu, kehadiran pabrik juga diharapkan bisa menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi kendaraan listrik dunia. Pasalnya BYD berencana untuk mengekspor kendaraan buatan anak bangsa ke luar negeri.
“Fasilitas ini bakal berkontribusi dalam memenuhi beragam kebutuhan pasar domestik sekaligus memperluas potensi ekspor kendaraan listrik. Sehingga bisa mendukung potensi Indonesia sebagai salah satu pusat manufaktur kendaraan elektrifikasi di kawasan Asia Tenggara,” tambahnya.
Kehadiran pabrik BYD di Indonesia juga akan membuka sedikitnya 18.000 peluang pekerjaan baru dari berbagai sektor. Dengan ini kesempatan buat tenaga kerja lokal buat berkembang bakal lebih terbuka.
Kehadiran pabrik juga dipercaya bisa memberi memperkaya keterampilan tenaga kerja di Indonesia. Pasalnya BYD akan memberikan beragam pengetahuan tentang industri kendaraan listrik mulai dari proses produksi kendaraan, pengembangan teknologi baterai hingga elektrifikasi.
Perlu diketahui bahwa berdasarkan data Gaikindo wholesales BYD adalah sebesar 15.429 unit sementara retailsales sebesar 13.964 unit. Dengan ini pabrikan pun berhasil duduk di posisi 11 pabrikan terlaris di Tanah Air.
“Walau tidak penuh satu tahun BYD telah menjadi pabrikan penting di Indonesia khususnya di segmen mobil listrik. Kami telah menjual (wholesales) lebih dari 15.000 unit dan menguasai pangsa pasar sebesar 36 persen dari total pasar EV,” tegas Eagle Zhou, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia.
Dari jumlah itu BYD M6 menjadi penyumbang terbesar dengan penjualan sebanyak 6.125 unit disusul Seal sebesar 4.828 unit, Atto 3 mencapai 3.291 unit dan Dolphin menyentuh 1.187 unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Januari 2026, 17:21 WIB
19 Januari 2026, 12:33 WIB
17 Januari 2026, 08:00 WIB
16 Januari 2026, 17:00 WIB
16 Januari 2026, 06:24 WIB
Terkini
25 Januari 2026, 09:00 WIB
Meski akan ada banyak rintangan, AISI menargetkan 6,7 juta unit motor baru bisa terjual sepanjang 2026
25 Januari 2026, 07:00 WIB
Menjelang akhir Januari hampir semua harga LCGC mengalami kenaikan, Honda Brio Satya tipe tertinggi Rp 4 juta
24 Januari 2026, 17:00 WIB
Jaecoo Indonesia meminta maaf atas lamanya pengiriman unit J5 EV yang pesanannya lebih tinggi dari perhitungan awal
24 Januari 2026, 15:00 WIB
Farizon SV hadir di Indonesia dan siap menantang Toyota Hiace di bidang transportasi perkotaan Tanah Air
24 Januari 2026, 13:00 WIB
Jaecoo ingin para konsumen di Indonesia tidak merasa berat ketika ingin membeli mobil listrik mereka di 2026
24 Januari 2026, 11:17 WIB
Yamaha Fazzio Hybrid tampil lebih segar di awal 2026 dengan diberikan warna maupun grafis baru di seluruh tipe
24 Januari 2026, 09:00 WIB
Guna meningkatkan TKDN, Aletra akan memperbanyak aktivitas pabrik terkhusus prosedur perakitan baterai
24 Januari 2026, 07:00 WIB
Pemesanan Honda Prelude sudah mulai dibuka pada 23 Januari, namun hanya tersedia di diler-diler tertentu