Nissan Adopsi Sistem Pabrikan Cina Dalam Kembangkan Skyline
16 Juni 2026, 10:00 WIB
Sebelumnya merupakan sebuah karya digital, Nissan Max Out Electric hadir dengan desain radikal nan futuristik
Oleh Serafina Ophelia
TRENOTO – Era elektrifikasi terus diramaikan oleh beragam pabrikan otomotif di dunia. Banyak yang mulai meluncurkan kendaraan listrik murni maupun hibrida, atau memperkenalkan mobil listrik konsep kepada masyarakat.
Baru-baru ini Nissan Max Out yang sebelumnya merupakan karya digital, alias belum ada unit 3D-nya. Mengusung desain sport car, disematkan berbagai komponen futuristik seperti head unit berukuran besar hingga pelek roda menyala.
Kilas balik ke November 2021 Nissan memperkenalkan desain Max Out Electric dan sejumlah mobil konsep lainnya dalam bentuk digital pada November 2021. Desain tersebut akhirnya diimplementasikan dan akan dipajang selama gelaran acara Nissan Futures di headquarter Nissan, Yokohama, Jepang.
Max Out Electric sendiri merupakan sport car dua penumpang bergaya futuristik. Paling unik terlihat pada desain peleknya menyerupai layar dengan motif 3D.
Pemakaian kombinasi warna biru, kuning dan hijau neon memberi kesan robotik dan canggih pada mobil konsep ini. Terlihat juga pada bagian interior ada head unit berukuran lebar yang hampir mencakup seluruh area dasbor.
Nissan membuat desainnya lebih ceper untuk menonjolkan kesan sporti dan performa mobil sport. Fascia-nya berbentuk mengotak dengan motif grid, sekilas terlihat seperti layar digital.
Tidak ada informasi terkait dapur pacu atau performa mesin, karena unitnya diperkirakan hanya mock-up desain atau realisasi dari karya digital yang telah diperkenalkan sebelumnya. Pihak pabrikan juga tidak menyebut kemungkinan mobil diproduksi secara masal ke depannya.
Takao Katagiri, CEO Nissan Motorsports International mengatakan bahwa pihak pabrikan saat ini tengah mengembangkan mobil sport terbaru untuk pasar Amerika Utara dan Eropa. Dikutip dari The Verge, Kamis (2/2) pengamat memprediksi model barunya akan menjadi suksesor GT-R dengan teknologi hybrid dan pilihan motor listrik murni.
Bicara soal mobil listrik, Nissan secara global memiliki target untuk memproduksi 23 model elektrifikasi baru hingga 2030. Dari 23 model, 15 di antaranya merupakan mobil listrik murni.
Untuk pasar Amerika Nissan bergerak lebih lambat, menargetkan 40 persen penjualan EV (Electric Vehicle) per 2040.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
16 Juni 2026, 10:00 WIB
02 Juni 2026, 09:00 WIB
20 Mei 2026, 13:55 WIB
12 Februari 2026, 15:00 WIB
06 Februari 2026, 21:58 WIB
Terkini
17 Juni 2026, 18:37 WIB
Pada Juni 2026 beberapa pabrikan melakukan penyesuaian harga motor matic murah, seperti dialami oleh Yamaha
17 Juni 2026, 11:00 WIB
Jaecoo menjadi merek mobil Cina dengan penjualan retail terlaris sepanjang Mei 2026, berada di atas BYD
17 Juni 2026, 09:00 WIB
E5 Plus jadi SUV PHEV perdana DFSK di pasar Indonesia, klaim daya jelajah komprehensifnya 1.300 kilometer
17 Juni 2026, 07:00 WIB
GWM Ora 7 merupakan mobil listrik hasil kolaborasi dengan BMW, ubah arah desain seri Ora di masa mendatang
17 Juni 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini akan mengincar mobil dengan pelat nomor berakhiran genap terutama di jam sibuk
17 Juni 2026, 06:00 WIB
Setelah libur Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah, SIM keliling Jakarta kembali melayani masyarakat hari ini
16 Juni 2026, 19:00 WIB
Kiandra Ramadhipa mengaku sering berdiskusi, demi bisa mendapatkan ilmu balapan dari Veda Ega dan Mario Aji
16 Juni 2026, 18:11 WIB
Rencana penyesuaian tarif Transjakarta, pemerintah hanya menyasar rute jauh seperti Blok M - Bandara Soetta