Harga Mitsubishi Pajero Terbaru, Mirip Hyundai Santa Fe
05 September 2026, 17:00 WIB
Nissan, Honda dan Mitsubishi sepakat untuk mempertimbangkan merger guna memperkuat posisinya di otomotif global
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Nissan, Honda dan Mitsubishi resmi mengumumkan rencana merger. Para pemimpin perusahaan tersebut menyampaikan bahwa penandatanganan nota kesepahaman sudah dilakukan.
Hal ini tentunya sangat menarik karena dengan merger mereka berpotensi menjadi perusahaan mobil terbesar ketiga di dunia.
Toshihiro Mibe, Presiden Honda mengungkap bahwa ketiganya akan berusaha menyatukan operasi mereka dalam sebuah perusahaan induk. Honda bakal memimpin manajemen baru serta mempertahankan prinsip dan merek masing-masing.
Hanya saja masing-masing merek bakal berbagi platform dan mesin. Dengan ini maka biaya pengembangan kendaraan bisa menjadi lebih kompetitif.
Perjanjian merger secara resmi nantinya akan dilakukan pada Juni 2025 dan perusahaan induk bakal didaftarkan ke Bursa Efek Tokyo di Agustus 2026. Meski demikian rencana tersebut masih bisa batal.
“Saat ini ada beberapa hal yang harus dipelajari. Terus terang, kemungkinan rencana batal tidaklah nol,” ungkap Toshihiro Mibe dilansir APNews (23/12).
Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa penggabungan perusahaan mempu memberikan nilai sangat tinggi, sekitar US$ 50 miliar.
Perlu diketahui bahwa saat ini Nissan berada dalam kondisi yang cukup sulit sehingga harus mengambil langkah berat. Salah satunya adalah dengan memecat 9.000 karyawannya di seluruh dunia hingga mengurangi kapasitas produksinya.
Tak hanya itu, mereka juga akan menunda peluncuran beberapa model baru sehingga berpotensi membuat kondisinya makin tertekan.
Sebelumnya diberitakan bahwa Carlos Ghosn, mantan CEO Nissan mengungkap apa yang dilakukan perusahaan Jepang tersebut adalah sebuah langkah putus asa. Pasalnya Nissan dan Honda memiliki banyak kesamaan sehingga merger antara keduanya bakal sangat sulit.
"Ini adalah langkah putus asa buat Nissan. Sinergi antara keduanya akan sulit karena mereka di pasar yang sama,” ungkap Carlos Ghosn di Bloomberg Television beberapa waktu lalu.
Ia pun menilai bahwa merger ketiga perusahaan merupakan hasil tekanan dari Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) atau Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang. Menurutnya lembaga itu memiliki pengaruh sangat besar terhadap industri di negara tersebut.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
05 September 2026, 17:00 WIB
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
21 Agustus 2026, 17:00 WIB
20 Agustus 2026, 10:28 WIB
18 Agustus 2026, 07:00 WIB
Terkini
07 September 2026, 12:34 WIB
Gelaran Daihatsu Kumpul Sahabat Batam menjadi wadah untuk anak bersama keluarga menikmati akhir pekan
07 September 2026, 10:16 WIB
Robot AiMOGA Mornine kembali mendapatkan sertifikasi dari benua Uni Eropa di aspek hardware dan software
07 September 2026, 06:00 WIB
Hari ini kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk membantu masyarakat di wilayah Kota Kembang
07 September 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa melakukan perjalanan di jalan Ibu Kota dengan nyaman, simak puluhan titik ganjil genap Jakarta
06 September 2026, 12:15 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam jadi tempat mengekspresikan bakat, wadah berkumpul masyarakat dan komunitas
06 September 2026, 01:22 WIB
BYD terus memperkuat komitmen mereka untuk memajukan industri otomotif di Indonesia usai mendirikan pabrik
05 September 2026, 19:21 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam jadi wadah silaturahmi dan unjuk kreativitas masyarakat dan anak-anak muda
05 September 2026, 17:00 WIB
Harga Mitsubishi Pajero terbaru terungkap, jadi gambaran banderol untuk pasar Indonesia di masa mendatang