Honda Stylo 160 Dapat Warna Baru, Makin Variatif
24 September 2026, 18:41 WIB
Carlos Ghosn menyebut merger Nissan dan Honda sebagai langkah putus asa yang banyak dipengaruhi pemerintah
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Nissan sedang dalam kondisi berat saat ini dan keadaannya tak juga membaik. Bahkan Makoto Uchida, CEO Nissan mengungkap perusahaan sedang dalam mode darurat hingga harus melakukan beberapa langkah tidak populer.
Mulai dari memangkas 9.000 pekerja, menunda peluncuran produk baru hingga mencari investor guna menstabilkan operasinya. Namun semua itu dinilai belum cukup hingga perusahaan pun menjajaki wacana merger dengan Honda.
Langkah tersebut ditanggapi dingin Carlos Ghosn, mantan CEO Nissan beberapa waktu lalu. Menurutnya situasi ini adalah masalah besar bagi Nissan dan Honda pun terlihat tidak terlalu ingin ikut campur terlalu dalam.
"Ini adalah langkah putus asa bagi Nissan. Sinergi antara kedua perusahaan akan sulit ditemukan karena mereka di pasar yang sama, produknya sangat mirip,” ungkap Carlos Ghosn di Bloomberg Television beberapa waktu lalu.
Menurutnya, keputusan Honda untuk menyetujui merger hanya karena tekanan dari Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) atau Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang. Menurutnya lembaga itu memiliki pengaruh sangat besar terhadap industri di negara tersebut.
“Menurut pendapat saya tidak ada logika industri di dalamnya. METI lebih suka mengendalikan ketimbang kinerja sebuah perusahaan jadi mereka mendorong Honda ke dalam kesepakatan itu,” tegasnya kemudian.
Walau boleh dikatakan bahwa pernyataan tersebut tidak lebih dari sekedar rasa sakit hati setelah digulingkan, tetapi ia memang memiliki pengetahuan tentang situasi saat ini. Di Agustus lalu, ia menyatakan bahwa kesepakatan antara Nissan, Honda dan Mitsubishi adalah sekedar pengambilalihan terselubung oleh Honda.
Ghosn juga menyatakan bahwa akan ada beberapa pekerjaan besar antara Nissan maupun Honda bila bergabung nanti. Pasalnya keduanya memiliki teknologi serupa dan masing-masing bangga terhadap kemampuannya.
“Perlu dipahami bahwa Honda sangat kuat dalam teknologinya demikian juga Nissan. Ketika disatukan maka akan ada pertarungan apa yang diadopsi oleh perusahaan dan itu akan sangat sulit,” tegasnya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
24 September 2026, 18:41 WIB
22 September 2026, 13:00 WIB
18 September 2026, 16:50 WIB
12 September 2026, 08:14 WIB
11 September 2026, 12:25 WIB
Terkini
26 September 2026, 19:04 WIB
Wujudkan keinginan konsumen Indonesia Jaecoo J5 EV kenalkan Genuine Body Kit berikan tampilan lebih sporty
26 September 2026, 16:52 WIB
Dorna mengumumkan jadwal MotoGP 2027, terdiri dari 22 seri dan terdapat dua sirkuit baru yang jadi tuan rumah
26 September 2026, 07:00 WIB
Motul Performance Solution hadir untuk melatih para mekanik maupun pemilik bengkel independen di Palembang
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif