Terungkap Quartararo Ambil Keputusan Pergi dari Yamaha Sejak 2025
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Carlos Ghosn menyebut merger Nissan dan Honda sebagai langkah putus asa yang banyak dipengaruhi pemerintah
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Nissan sedang dalam kondisi berat saat ini dan keadaannya tak juga membaik. Bahkan Makoto Uchida, CEO Nissan mengungkap perusahaan sedang dalam mode darurat hingga harus melakukan beberapa langkah tidak populer.
Mulai dari memangkas 9.000 pekerja, menunda peluncuran produk baru hingga mencari investor guna menstabilkan operasinya. Namun semua itu dinilai belum cukup hingga perusahaan pun menjajaki wacana merger dengan Honda.
Langkah tersebut ditanggapi dingin Carlos Ghosn, mantan CEO Nissan beberapa waktu lalu. Menurutnya situasi ini adalah masalah besar bagi Nissan dan Honda pun terlihat tidak terlalu ingin ikut campur terlalu dalam.
"Ini adalah langkah putus asa bagi Nissan. Sinergi antara kedua perusahaan akan sulit ditemukan karena mereka di pasar yang sama, produknya sangat mirip,” ungkap Carlos Ghosn di Bloomberg Television beberapa waktu lalu.
Menurutnya, keputusan Honda untuk menyetujui merger hanya karena tekanan dari Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) atau Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang. Menurutnya lembaga itu memiliki pengaruh sangat besar terhadap industri di negara tersebut.
“Menurut pendapat saya tidak ada logika industri di dalamnya. METI lebih suka mengendalikan ketimbang kinerja sebuah perusahaan jadi mereka mendorong Honda ke dalam kesepakatan itu,” tegasnya kemudian.
Walau boleh dikatakan bahwa pernyataan tersebut tidak lebih dari sekedar rasa sakit hati setelah digulingkan, tetapi ia memang memiliki pengetahuan tentang situasi saat ini. Di Agustus lalu, ia menyatakan bahwa kesepakatan antara Nissan, Honda dan Mitsubishi adalah sekedar pengambilalihan terselubung oleh Honda.
Ghosn juga menyatakan bahwa akan ada beberapa pekerjaan besar antara Nissan maupun Honda bila bergabung nanti. Pasalnya keduanya memiliki teknologi serupa dan masing-masing bangga terhadap kemampuannya.
“Perlu dipahami bahwa Honda sangat kuat dalam teknologinya demikian juga Nissan. Ketika disatukan maka akan ada pertarungan apa yang diadopsi oleh perusahaan dan itu akan sangat sulit,” tegasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
07 Agustus 2026, 18:11 WIB
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
02 Agustus 2026, 20:00 WIB
Terkini
17 Agustus 2026, 07:42 WIB
Motul kembali terlibat dalam acara yang melibatkan banyak anggota komunitas kendaraan roda dua di Tanah Air
16 Agustus 2026, 18:00 WIB
Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah
16 Agustus 2026, 17:12 WIB
Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia