Festival Vokasi Satu Hati 2026 Jaring Talenta Muda Siap Kerja
14 Februari 2026, 18:02 WIB
Carlos Ghosn menyebut merger Nissan dan Honda sebagai langkah putus asa yang banyak dipengaruhi pemerintah
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Nissan sedang dalam kondisi berat saat ini dan keadaannya tak juga membaik. Bahkan Makoto Uchida, CEO Nissan mengungkap perusahaan sedang dalam mode darurat hingga harus melakukan beberapa langkah tidak populer.
Mulai dari memangkas 9.000 pekerja, menunda peluncuran produk baru hingga mencari investor guna menstabilkan operasinya. Namun semua itu dinilai belum cukup hingga perusahaan pun menjajaki wacana merger dengan Honda.
Langkah tersebut ditanggapi dingin Carlos Ghosn, mantan CEO Nissan beberapa waktu lalu. Menurutnya situasi ini adalah masalah besar bagi Nissan dan Honda pun terlihat tidak terlalu ingin ikut campur terlalu dalam.
"Ini adalah langkah putus asa bagi Nissan. Sinergi antara kedua perusahaan akan sulit ditemukan karena mereka di pasar yang sama, produknya sangat mirip,” ungkap Carlos Ghosn di Bloomberg Television beberapa waktu lalu.
Menurutnya, keputusan Honda untuk menyetujui merger hanya karena tekanan dari Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) atau Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang. Menurutnya lembaga itu memiliki pengaruh sangat besar terhadap industri di negara tersebut.
“Menurut pendapat saya tidak ada logika industri di dalamnya. METI lebih suka mengendalikan ketimbang kinerja sebuah perusahaan jadi mereka mendorong Honda ke dalam kesepakatan itu,” tegasnya kemudian.
Walau boleh dikatakan bahwa pernyataan tersebut tidak lebih dari sekedar rasa sakit hati setelah digulingkan, tetapi ia memang memiliki pengetahuan tentang situasi saat ini. Di Agustus lalu, ia menyatakan bahwa kesepakatan antara Nissan, Honda dan Mitsubishi adalah sekedar pengambilalihan terselubung oleh Honda.
Ghosn juga menyatakan bahwa akan ada beberapa pekerjaan besar antara Nissan maupun Honda bila bergabung nanti. Pasalnya keduanya memiliki teknologi serupa dan masing-masing bangga terhadap kemampuannya.
“Perlu dipahami bahwa Honda sangat kuat dalam teknologinya demikian juga Nissan. Ketika disatukan maka akan ada pertarungan apa yang diadopsi oleh perusahaan dan itu akan sangat sulit,” tegasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Februari 2026, 18:02 WIB
13 Februari 2026, 08:00 WIB
12 Februari 2026, 16:00 WIB
12 Februari 2026, 15:00 WIB
12 Februari 2026, 08:00 WIB
Terkini
15 Februari 2026, 10:00 WIB
DFSK tak menunggu pemerintah dan memberi insentif mandiri untuk seluruh modelnya yang dijual di Tanah Air
15 Februari 2026, 07:11 WIB
Setelah gelaran IIMS 2026 berakhir harga Jetour T2 akan naik, tidak lagi dipasarkan di angka Rp 568 jutaan
14 Februari 2026, 20:24 WIB
Jumlah transaksi dan angka pengunjung belum diungkap oleh pihak penyelenggara jelang akhir IIMS 2026
14 Februari 2026, 19:00 WIB
ACC kembali menggelar pameran mobil di Jogja City Mall, dengan maksud untuk meningkatkan kepemilikan kendaraan
14 Februari 2026, 18:02 WIB
Rangkaian acara Festival Vokasi Satu Hati 2026 digelar, hasilkan generasi muda siap terjun ke dunia kerja
14 Februari 2026, 17:00 WIB
Suzuki Indomobil Sales menggelar seremoni pengukuhan ketua umum baru Karimun Club Indonesia di IIMS 2026
14 Februari 2026, 16:00 WIB
Jetour Dashing Inspira hadir di IIMS 2026 untuk menggoda para keluarga muda di daerah urban atau perkotaan
14 Februari 2026, 15:00 WIB
Tiga pemenang kompetisi desain VW ID Buzz yang digelar bersama Kementerian Ekraf telah resmi diumumkan