Hyundai Stargazer Cartenz Jadi Idaman Baru, Penjualan Naik
23 September 2026, 09:00 WIB
Jika tak ada aral melintang, mobil terbang Hyundai siap mengudara dan jadi alat transportasi di IKN (Ibu Kota Nusantara)
Oleh Arie Prasetya
TRENOTO – Hyundai Motor Group (HMG) menjelaskan secara langsung kepada TrenOto tentang konsep kota masa depan di markas besar Hyundai Motor Conmpany, Seoul Korea Selatan baru-baru ini. Konsep Smart City sebagai mimpi masa depan sebuah perkotaan yang mengandalkan teknologi canggih masa depan, terhubung serta tentunya ramah lingkungan.
Konsep kota masa depan ini akan memanfaatkan ruang bawah tanah, permukaan tanah juga udara sebagai sarana pergerakan orang dengan alat angkut modern. Hyundai menegaskan bahwa semua sangat cocok untuk diadopsi di sebuah negara yang sedang membangun sebuah kota baru seperti contohnya Ibu Kota Negara baru IKN Nusantara.
Hyeyoung Kim, Head of Smart City Innovation HMG menyatakan teknologi inovatif pihaknya sangat siap berkolaborasi dengan pemerintah Indonesia dalam membangun IKN.
"Saya sangat berharap Hyundai Motors dapat menjadi mitra suatu hari nanti serta bekerjasama dengan Indonesia dalam usahanya untuk masa depan sejahtera dan kehidupan lebih baik," jelasnya.
Pihak Hyundai juga menambahkan bahwa Indonesia menerapkan berbagai langkah guna mencapai tujuan netralitas karbon serta menyelesaikan masalah polusi udara lewat makin luasnya penggunaan kendaraan listrik. Sebagai produsen nikel terkemuka dan dengan beragam EV dari Hyundai, Kim menawarkan solusi untuk maju tanpa merusak ekosistem yang akan membantu Indonesia mencapai tujuan ekonomi maupun lingkungannya.
"Dari berbagai solusi smart city, kami sedang dalam pembicaraan dengan pemerintah Indonesia khususnya Advanced Air Mobility (AAM) sebagai alat transportasi baru. Sementara solusi lain sedang dalam tahap diskusi," kata Kim.
Yang menarik untuk disimak adalah penjelasan dari Hyong Jun Kim, AAM Business Planning & Execution Team HMG. Ia menyebut bahwa AAM merupakan transportasi udara mirip helikopter dengan teknologi jauh lebih modern.
Alat transportasi udara ini diklaim aman, ramah lingkungan dan relatif terjangkau serta menjadi solusi terbaik untuk masalah kemacetan yang terjadi di hampir seluruh kota besar di dunia.
"AAM membebaskan orang dari kemacetan yang diperkirakan akan meningkat dua kali lipat selama periode 2015-2030," tegasnya
Hyong Jun Kim menyebut secara detail bahwa helikopter konvensional saat ini memiliki banyak kelemahan. Jika digunakan sebagai transportasi udara urban memiliki suara berisik di atas 85 db pada ketinggian 500 kaki.
Jika tak ada aral melintang, AAM akan mulai mengudara pada 2028. HMG sampai berita ini dibuat tengah mempercepat pembangunan AAM dan ekosistemnya setelah menandatanganinya MoU dengan IKN.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 September 2026, 09:00 WIB
21 September 2026, 19:00 WIB
17 September 2026, 09:00 WIB
02 September 2026, 09:00 WIB
31 Agustus 2026, 19:00 WIB
Terkini
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa
25 September 2026, 09:00 WIB
Astra Otoparts ikut ambil bagian di ajang Automechanika Jakarta 2026, hadirkan integrasi layanan otomotif
25 September 2026, 07:00 WIB
Mitsubishi Fuso baru saja mengumumkan Field Fix Campaign untuk kepada seluruh pengguna Canter di Indonesia
25 September 2026, 06:06 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta masih berlaku hari ini untuk memutus kebuntuan pada saat jam-jam sibuk Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih tersedia di lima lokasi berbeda di sekitar Ibu Kota
25 September 2026, 06:00 WIB
Kepolisian tetap menghadirkan SIM keliling Bandung agar memudahkan para pengendara motor dan mobil hari ini
24 September 2026, 21:22 WIB
Ajang Automechanika Jakarta 2026 berlangsung pada 24-27 September 2026 bertempat di NICE PIK 2, Tangerang