Modal Jetour X50e EV Gaet Minat Konsumen Tanah Air
02 April 2025, 12:00 WIB
Bakal jadi model dengan daya jelajah terjauh, mobil listrik Nio bisa tempuh 1.000 km dalam sekali pengisian daya
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Produsen otomotif China terus meramaikan pasar kendaraan listrik dengan menghadirkan model serta teknologi baru. Belum lama ini salah satu perusahaan otomotif multinasional Tiongkok, Nio tengah menguji coba baterai daya jelajah 1.000 km.
Jika sudah diproduksi massal di masa mendatang, mobil listrik Nio akan jadi BEV (Battery Electric Vehicle) dengan jarak tempuh paling jauh dan mumpuni dibandingkan lini lain yang ditawarkan saat ini.
Melansir Independent, Sabtu (23/12) baterai generasi terbaru produksi Nio akan mulai diproduksi massal April 2024. Menjadi unik karena mobil listrik Nio pakai konsep swap alias baterai bisa dilepas pasang.
William Li, Chief Executive Nio berhasil melakukan perjalanan pakai Nio ET7 sejauh 1.044 km dan melakukan siaran langsung selama 14 jam.
Meski begitu juga pernah dilakukan pengetesan daya jelajah di mana Nio ET7 berhasil capai 1.145 km, tapi tidak disiarkan kepada publik.
Dalam siaran tersebut terlihat ia berkendara dari provinsi Zhejiang sampai Fujian. Kecepatan rata-rata saat itu adalah 84 km/jam.
“Selesainya tes ketahanan ini membuktikan kekuatan produk baterai ultra-long endurance berkapasitas 150 kWh ini,” tulis Li di akun sosial media Weibo pribadi.
Ia mengklaim baterai tersebut memiliki tingkat densitas energi tertinggi yang akan diproduksi dalam jumlah banyak namun juga diimbangi tingkat keamanan tinggi.
Nanti seluruh model Nio dijual bisa dengan mudah di-upgrade pakai baterai 150 kWh lewat sistem swap dari pabrikan.
Sehingga ketika daya baterai habis, pemilik bisa lakukan swap guna menghemat waktu. Konsumen juga bisa beli mobil Nio tanpa baterai dan ikut langganan bulanan swap baterai di jaringan milik merek tersebut.
Per November Nio punya lebih dari 32 juta baterai swap dan lebih dari 2.000 stasiun penukaran baterai untuk para konsumen.
Hanya saja dari segi harga memang masih terbilang mahal. Qin Lihong, President Nio mengungkapkan harga di kisaran 298.000 yuan atau setara Rp646 jutaan dalam kurs rupiah.
Maka dari itu ia menyarankan semua calon konsumen untuk memanfaatkan layanan berlangganan. Menurut dia hal tersebut juga bisa jadi solusi buat industri kendaraan listrik saat ini.
“Nio telah memulai sistem swap baterai dari awal. Teknologi dan infrastrukturnya sudah siap dibagikan ke para pelaku industri,” ujar Li.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
02 April 2025, 12:00 WIB
02 April 2025, 08:20 WIB
31 Maret 2025, 09:00 WIB
31 Maret 2025, 07:00 WIB
30 Maret 2025, 22:03 WIB
Terkini
03 April 2025, 07:55 WIB
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bakal berdampak ke harga motor Honda di Indonesia
02 April 2025, 18:27 WIB
Demi mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran 2025, Tol Japek II Selatan mulai dibuka hari ini
02 April 2025, 17:00 WIB
Jasa Marga bebaskan tarif tol saat arus balik untuk beri kemudahan kepada masyarakat saat arus balik
02 April 2025, 14:00 WIB
Nissan jual pabrik mereka di India pada Renault demi selamatkan perusahaan dari ancaman kebangkrutan
02 April 2025, 12:00 WIB
Jetour X50e EV siap dipasarkan di Indonesia tahun ini, disebut telah didesain menyesuaikan kebutuhan konsumen
02 April 2025, 10:00 WIB
MotoGP Amerika 2025 sempat tertunda 10 menit akibat Marc Marquez, bos Trackhouse minta kejelasan aturan
02 April 2025, 08:20 WIB
Agar mengurangi angka kecelakaan, pihak kepolisian diminta membuat SIM khusus pengemudi mobil listrik
01 April 2025, 18:19 WIB
Mengawali April 2025, harga BBM di seluruh SPBU milik swasta mengalami penurunan dengan jumlah bervariasi