Penjualan Meroket, BYD Sebut Minat Masyarakat ke EV Meningkat
15 Mei 2026, 21:21 WIB
Gempuran mobil listrik China dengan banderol terjangkau disebut sebagai tantangan tersulit buat Tesla
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Produsen otomotif China menawarkan beragam lini kendaraan listrik. Selain banyak model harga juga bervariasi dari kelas entry level sampai mobil mewah.
Bahkan di Indonesia sendiri mobil listrik China sudah mulai meramaikan pasar. Sebut saja Wuling Air ev yang jadi salah satu pionir, menawarkan EV seharga Rp200 jutaan buat varian terendah.
Mendapatkan respon positif karena terjangkau kemudian mendapatkan subsidi PPn dari pemerintah.
Tidak hanya di Tanah Air mobil listrik China juga jadi kompetitor buat produsen secara global. Elon Musk, CEO Tesla menyebut hal itu sebagai tantangan untuk semua pabrikan termasuk Tesla.
Lini kendaraan elektrifikasi China baik hybrid maupun full BEV (battery electric vehicle) digadang menyabet merek EV terlaris 2023, rebut titel milik Tesla.
“China sangat bagus dalam memanufaktur dan etos kerja mereka luar biasa. Jika kita bicara soal pesaing Tesla, kita menganggap China sebagai yang paling kompetitif,” ucap Elon saat acara New York Times DealBook Summit, dikutip Drive, Senin (11/12).
Elon mengatakan bahwa ini harus jadi perhatian buat semua pabrikan mobil terkhusus EV.
BYD yang jadi satu dari sekian rival Tesla sudah memproduksi sekitar 6 juta kendaraan per November 2023. Sementara Tesla di September 2023 baru mencapai angka 5 juta unit.
Meski belum jualan di Amerika Serikat, BYD sudah memproduksi hampir 2.5 juta unit kendaraan listrik murni dan hybrid menjelang akhir 2023 menyalip Tesla, belum mencapai target 1.8 juta unit.
Andy Palmer, chairman startup Brill Power yang merupakan developer hardware serta software sistem manajemen baterai EV menyebut gempuran mobil listrik China mendorong produsen untuk menekan harga produksi dan banderol akhir kendaraan.
“Produsen sekarang hanya melihat ke arah mobil listrik murah karena tahu cepat atau lambat akan dikalahkan oleh manufaktur asal China,” ungkap Andy dikutip dari Reuters.
Beragam hal dilakukan mulai dari kerja sama dengan supplier asal China sampai mengembangkan material baterai lebih murah guna menekan banderol EV,
Di Indonesia, Hyundai juga mulai mengarah ke sana. Pabrik asal Korea Selatan itu mendirikan pabrik baterai bersama LG Energy Solutions sehingga mempermudah proses perakitan lokal.
Franciscus Soerjopranoto selaku Chief Operating Officer PT HMID (Hyundai Motors Indonesia) juga sempat membeberkan model Hyundai selanjutnya sasar segmen di bawah Ioniq 5, tentu dengan harga lebih murah.
“Kami sudah mendapatkan wawasan mengenai preferensi konsumen mobil listrik di Indonesia. Terkait model serta harga akan kami informasikan lebih lanjut,” ungkap Frans.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Mei 2026, 21:21 WIB
13 Mei 2026, 19:15 WIB
12 Mei 2026, 12:54 WIB
11 Mei 2026, 19:00 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
Terkini
18 Mei 2026, 13:00 WIB
Penjualan Jetour secara retail stabil dan mengalami kenaikan sejak awal 2026, totalnya tembus 822 unit
18 Mei 2026, 11:21 WIB
Marco Bezzecchi berhasil mengumpulkan 142 poin pada puncak klasemen sementara MotoGP 2026 usai seri Catalunya
18 Mei 2026, 06:06 WIB
Skema Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku mulai dari ini setelah libur panjang untuk sedikit mengurai kemacetan
18 Mei 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini tersedia di dua tempat berbeda agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat
17 Mei 2026, 21:00 WIB
Hyundai mengaku enggan menaikkan harga mobil baru mereka meski banyak rintangan menghadang pasar otomotif
17 Mei 2026, 20:56 WIB
MotoGP Catalunya 2026 berlangsung dramatis, bendera merah dikibarkan dua kali dan tiga pembalap gagal finish
17 Mei 2026, 17:00 WIB
Perlahan alami pemulihan, penjualan mobil di Indonesia secara retail April 2026 berhasil tembus 75.730 unit
17 Mei 2026, 14:54 WIB
Ajang Toyota GR Car Meet 2026 berhasil membuktikan bahwa industri otomotif dan modifikasi Indonesia berkembang