Gaikindo Minta Insentif Tidak Hanya untuk Mobil Listrik Saja
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gempuran mobil listrik China dengan banderol terjangkau disebut sebagai tantangan tersulit buat Tesla
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Produsen otomotif China menawarkan beragam lini kendaraan listrik. Selain banyak model harga juga bervariasi dari kelas entry level sampai mobil mewah.
Bahkan di Indonesia sendiri mobil listrik China sudah mulai meramaikan pasar. Sebut saja Wuling Air ev yang jadi salah satu pionir, menawarkan EV seharga Rp200 jutaan buat varian terendah.
Mendapatkan respon positif karena terjangkau kemudian mendapatkan subsidi PPn dari pemerintah.
Tidak hanya di Tanah Air mobil listrik China juga jadi kompetitor buat produsen secara global. Elon Musk, CEO Tesla menyebut hal itu sebagai tantangan untuk semua pabrikan termasuk Tesla.
Lini kendaraan elektrifikasi China baik hybrid maupun full BEV (battery electric vehicle) digadang menyabet merek EV terlaris 2023, rebut titel milik Tesla.
“China sangat bagus dalam memanufaktur dan etos kerja mereka luar biasa. Jika kita bicara soal pesaing Tesla, kita menganggap China sebagai yang paling kompetitif,” ucap Elon saat acara New York Times DealBook Summit, dikutip Drive, Senin (11/12).
Elon mengatakan bahwa ini harus jadi perhatian buat semua pabrikan mobil terkhusus EV.
BYD yang jadi satu dari sekian rival Tesla sudah memproduksi sekitar 6 juta kendaraan per November 2023. Sementara Tesla di September 2023 baru mencapai angka 5 juta unit.
Meski belum jualan di Amerika Serikat, BYD sudah memproduksi hampir 2.5 juta unit kendaraan listrik murni dan hybrid menjelang akhir 2023 menyalip Tesla, belum mencapai target 1.8 juta unit.
Andy Palmer, chairman startup Brill Power yang merupakan developer hardware serta software sistem manajemen baterai EV menyebut gempuran mobil listrik China mendorong produsen untuk menekan harga produksi dan banderol akhir kendaraan.
“Produsen sekarang hanya melihat ke arah mobil listrik murah karena tahu cepat atau lambat akan dikalahkan oleh manufaktur asal China,” ungkap Andy dikutip dari Reuters.
Beragam hal dilakukan mulai dari kerja sama dengan supplier asal China sampai mengembangkan material baterai lebih murah guna menekan banderol EV,
Di Indonesia, Hyundai juga mulai mengarah ke sana. Pabrik asal Korea Selatan itu mendirikan pabrik baterai bersama LG Energy Solutions sehingga mempermudah proses perakitan lokal.
Franciscus Soerjopranoto selaku Chief Operating Officer PT HMID (Hyundai Motors Indonesia) juga sempat membeberkan model Hyundai selanjutnya sasar segmen di bawah Ioniq 5, tentu dengan harga lebih murah.
“Kami sudah mendapatkan wawasan mengenai preferensi konsumen mobil listrik di Indonesia. Terkait model serta harga akan kami informasikan lebih lanjut,” ungkap Frans.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
30 Juni 2026, 15:00 WIB
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
Terkini
02 Juli 2026, 20:00 WIB
Changan Deepal S05 REEV dan EV masih akan berstatus impor utuh dari Thailand, baru akan CKD apabila laris
02 Juli 2026, 19:03 WIB
Buat kaum urban, Hyundai New Creta diklaim cocok untuk menjawab kebutuhan mobilitas sehari-hari di perkotaan
02 Juli 2026, 16:19 WIB
All New TVS Callisto 110 menawarkan berbagai ubahan demi memanjakan para konsumen dan dijual Rp 19 jutaan
02 Juli 2026, 13:55 WIB
Mazda akan merilis 6e sedan ev terbaru yang dikembangkan bareng Changan Automobile dengan jarak tempuh 560 km
02 Juli 2026, 09:00 WIB
Mini Overland yang dilakukan Kagama 4X4 Adventure kali ini diikuti sekitar 70 mobil peserta di hari jadi kelima
02 Juli 2026, 07:01 WIB
Astra Daihatsu Motor mengusung empat pilar dalam menjalan komitmen mereka dala program CSR perusahaan
02 Juli 2026, 06:20 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta hari ini 2 Juli 2026 kembali diberlakukan untuk bisa sedikit memecah kebuntuan
02 Juli 2026, 06:02 WIB
SIM keliling Bandung bisa jadi opsi bagi masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara dengan mudah