EV Menjamur, Nyawa Industri Komponen Masih 20 Tahun Lagi
21 September 2026, 11:16 WIB
Gempuran mobil listrik China dengan banderol terjangkau disebut sebagai tantangan tersulit buat Tesla
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Produsen otomotif China menawarkan beragam lini kendaraan listrik. Selain banyak model harga juga bervariasi dari kelas entry level sampai mobil mewah.
Bahkan di Indonesia sendiri mobil listrik China sudah mulai meramaikan pasar. Sebut saja Wuling Air ev yang jadi salah satu pionir, menawarkan EV seharga Rp200 jutaan buat varian terendah.
Mendapatkan respon positif karena terjangkau kemudian mendapatkan subsidi PPn dari pemerintah.
Tidak hanya di Tanah Air mobil listrik China juga jadi kompetitor buat produsen secara global. Elon Musk, CEO Tesla menyebut hal itu sebagai tantangan untuk semua pabrikan termasuk Tesla.
Lini kendaraan elektrifikasi China baik hybrid maupun full BEV (battery electric vehicle) digadang menyabet merek EV terlaris 2023, rebut titel milik Tesla.
“China sangat bagus dalam memanufaktur dan etos kerja mereka luar biasa. Jika kita bicara soal pesaing Tesla, kita menganggap China sebagai yang paling kompetitif,” ucap Elon saat acara New York Times DealBook Summit, dikutip Drive, Senin (11/12).
Elon mengatakan bahwa ini harus jadi perhatian buat semua pabrikan mobil terkhusus EV.
BYD yang jadi satu dari sekian rival Tesla sudah memproduksi sekitar 6 juta kendaraan per November 2023. Sementara Tesla di September 2023 baru mencapai angka 5 juta unit.
Meski belum jualan di Amerika Serikat, BYD sudah memproduksi hampir 2.5 juta unit kendaraan listrik murni dan hybrid menjelang akhir 2023 menyalip Tesla, belum mencapai target 1.8 juta unit.
Andy Palmer, chairman startup Brill Power yang merupakan developer hardware serta software sistem manajemen baterai EV menyebut gempuran mobil listrik China mendorong produsen untuk menekan harga produksi dan banderol akhir kendaraan.
“Produsen sekarang hanya melihat ke arah mobil listrik murah karena tahu cepat atau lambat akan dikalahkan oleh manufaktur asal China,” ungkap Andy dikutip dari Reuters.
Beragam hal dilakukan mulai dari kerja sama dengan supplier asal China sampai mengembangkan material baterai lebih murah guna menekan banderol EV,
Di Indonesia, Hyundai juga mulai mengarah ke sana. Pabrik asal Korea Selatan itu mendirikan pabrik baterai bersama LG Energy Solutions sehingga mempermudah proses perakitan lokal.
Franciscus Soerjopranoto selaku Chief Operating Officer PT HMID (Hyundai Motors Indonesia) juga sempat membeberkan model Hyundai selanjutnya sasar segmen di bawah Ioniq 5, tentu dengan harga lebih murah.
“Kami sudah mendapatkan wawasan mengenai preferensi konsumen mobil listrik di Indonesia. Terkait model serta harga akan kami informasikan lebih lanjut,” ungkap Frans.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
17 September 2026, 13:00 WIB
15 September 2026, 13:00 WIB
Terkini
21 September 2026, 11:16 WIB
Tingginya jumlah mobil bensin yang beredar, bisa membuat industri komponen bisa terus bertahan cukup lama
21 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta kembali beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda, simak persyaratan dan biayanya
21 September 2026, 06:00 WIB
Agar lebih nyaman dalam berkendara di jalan-jalan protokol Ibu Kota, patuhi aturan Ganjil Genap Jakarta
21 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini tersedia di dua lokasi berbeda, agar lebih mudah ditemukan oleh masyarakat
20 September 2026, 21:41 WIB
Ajang Polytron Fest 51 memperlihatkan arah baru perusahaan yang semakin serius di industri otomotif Indonesia
20 September 2026, 20:03 WIB
Pedro Acosta bayar kesalahannya di balapan sprint, mempertahankan posisi pertama di MotoGP Austria 2026
19 September 2026, 21:00 WIB
Setelah masa perkenalan dan berhasil terjual lebih dari 1.000 unit, harga Changan Nevo Q05 resmi diumumkan
19 September 2026, 20:47 WIB
Sprint race MotoGP Austria 2026 berjalan cukup dramatis, Acosta yang sempat memimpin justru bernasib sial