Gaikindo Minta Insentif Tidak Hanya untuk Mobil Listrik Saja
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Ada tiga merek mobil listrik dipastikan merakit lini kendaraannya di Indonesia seperti disampaikan Menperin
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah semakin gencar melakukan percepatan adopsi kendaraan listrik. Guna mendukung hal tersebut, kebijakan seperti insentif ditawarkan guna menarik investor sehingga dapat menghadirkan banyak model kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Sepanjang 2024 ada beberapa merek menyatakan komitmennya berinvestasi di Indonesia. Hal ini kemudian dikonfirmasi oleh Kementerian Perindustrian.
“Dilaporkan pada 2024 ada tiga perusahaan memberikan komitmen akan membangun fasilitas produksi otomotif, khususnya untuk EV (Electric Vehicle). BYD, Citroen dan Aion,” kata Agus Gumiwang, Menperin RI dalam tayangan resmi dikutip Senin (16/12).
Ketiga pabrikan tersebut memang telah mengumumkan rencana perakitan lokal mobil listrik di Indonesia. BYD debut awal 2024 dan mengungkapkan pembangunan pabrik dimulai 2025.
Seluruh model dipasarkan saat ini dipastikan dirakit lokal pada awal 2026 saat pabrik mulai beroperasi, yakni Dolphin, Atto 3, Seal dan M6.
Kemudian ada Citroen dengan produk e-C3. Mereka telah menggelontorkan dana sebesar Rp 381 miliar untuk merakit lokal mobil listriknya di fasilitas milik PT National Assemblers, berada di bawah naungan Indomobil Group.
Citroen e-C3 sebelumnya dialokasikan impor sebanyak 1.000 unit sebelum dirakit lokal. Perlu diingat ada insentif impor bisa diterima jika pabrikan berkomitmen melakukan produksi dalam negeri dalam jumlah tertentu, seperti dimanfaatkan oleh BYD.
Terakhir adalah Aion yang merupakan merek asal China. Sama seperti BYD dan Citroen, Aion masih memanfaatkan insentif mobil listrik CBU (Completely Built Up).
Perakitan lokal dilakukan untuk semua model kendaraan Aion dipasarkan di Indonesia. Tetapi dilakukan secara bertahap, dimulai dari Aion Y Plus yang merupakan model perdana mereka di pasar Indonesia.
Sampai 2027 mendatang, Aion bakal berusaha memenuhi syarat TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) sampai 40 persen dan diharapkan dapat terus naik hingga tembus 80 persen.
Fasilitas perakitan milik Aion bertempat di Cikampek, memiliki kapasitas produksi sampai 30 ribu unit kendaraan. Sekarang, lini kendaraan Aion diimpor utuh dari China buat sementara waktu.
Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) sebelumnya juga sempat mengimbau para produsen khususnya pendatang baru agar langsung merakit lokal mobilnya ketimbang impor.
Selain berpeluang menurunkan harga, proses CKD itu dapat membawa keuntungan buat banyak pihak termasuk industri lokal dan masyarakat, karena mendapatkan tambahan lapangan kerja.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Juni 2026, 15:00 WIB
29 Juni 2026, 07:00 WIB
28 Juni 2026, 07:15 WIB
25 Juni 2026, 20:58 WIB
25 Juni 2026, 20:56 WIB
Terkini
01 Juli 2026, 07:00 WIB
Fabio Quartararo dan Alex Rins resmi mengakhiri masa bakti mereka bersama tim pabrikan Yamaha musim ini
01 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi secara penuh di awal bulan demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini 1 Juli 2026, ada beberapa aturan baru yang diterapkan
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Mengawali Juli 2026, layanan SIM keliling Jakarta kembali mengakomodir perpanjangan masa berlaku SIM
30 Juni 2026, 21:00 WIB
BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar
30 Juni 2026, 20:28 WIB
Dua model baru Changan yakni S05 EV dan REEV bisa dipesan, CBU Thailand dengan estimasi harga Rp 500 jutaan
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit
30 Juni 2026, 13:00 WIB
Chery Q EV hadir dengan tawaran yang menarik mulai dari desain dan dukungan fitur yang lengkap di kelas Rp 200 jutaa