iGreen+ Perkuat Ekosistem Mobil Listrik, Buat SPKLU di Ring Satu
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Ada tiga merek mobil listrik dipastikan merakit lini kendaraannya di Indonesia seperti disampaikan Menperin
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah semakin gencar melakukan percepatan adopsi kendaraan listrik. Guna mendukung hal tersebut, kebijakan seperti insentif ditawarkan guna menarik investor sehingga dapat menghadirkan banyak model kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Sepanjang 2024 ada beberapa merek menyatakan komitmennya berinvestasi di Indonesia. Hal ini kemudian dikonfirmasi oleh Kementerian Perindustrian.
“Dilaporkan pada 2024 ada tiga perusahaan memberikan komitmen akan membangun fasilitas produksi otomotif, khususnya untuk EV (Electric Vehicle). BYD, Citroen dan Aion,” kata Agus Gumiwang, Menperin RI dalam tayangan resmi dikutip Senin (16/12).
Ketiga pabrikan tersebut memang telah mengumumkan rencana perakitan lokal mobil listrik di Indonesia. BYD debut awal 2024 dan mengungkapkan pembangunan pabrik dimulai 2025.
Seluruh model dipasarkan saat ini dipastikan dirakit lokal pada awal 2026 saat pabrik mulai beroperasi, yakni Dolphin, Atto 3, Seal dan M6.
Kemudian ada Citroen dengan produk e-C3. Mereka telah menggelontorkan dana sebesar Rp 381 miliar untuk merakit lokal mobil listriknya di fasilitas milik PT National Assemblers, berada di bawah naungan Indomobil Group.
Citroen e-C3 sebelumnya dialokasikan impor sebanyak 1.000 unit sebelum dirakit lokal. Perlu diingat ada insentif impor bisa diterima jika pabrikan berkomitmen melakukan produksi dalam negeri dalam jumlah tertentu, seperti dimanfaatkan oleh BYD.
Terakhir adalah Aion yang merupakan merek asal China. Sama seperti BYD dan Citroen, Aion masih memanfaatkan insentif mobil listrik CBU (Completely Built Up).
Perakitan lokal dilakukan untuk semua model kendaraan Aion dipasarkan di Indonesia. Tetapi dilakukan secara bertahap, dimulai dari Aion Y Plus yang merupakan model perdana mereka di pasar Indonesia.
Sampai 2027 mendatang, Aion bakal berusaha memenuhi syarat TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) sampai 40 persen dan diharapkan dapat terus naik hingga tembus 80 persen.
Fasilitas perakitan milik Aion bertempat di Cikampek, memiliki kapasitas produksi sampai 30 ribu unit kendaraan. Sekarang, lini kendaraan Aion diimpor utuh dari China buat sementara waktu.
Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) sebelumnya juga sempat mengimbau para produsen khususnya pendatang baru agar langsung merakit lokal mobilnya ketimbang impor.
Selain berpeluang menurunkan harga, proses CKD itu dapat membawa keuntungan buat banyak pihak termasuk industri lokal dan masyarakat, karena mendapatkan tambahan lapangan kerja.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
12 Agustus 2026, 09:00 WIB
11 Agustus 2026, 20:06 WIB
08 Agustus 2026, 07:12 WIB
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
Terkini
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sebelum akhir pekan SIM keliling Bandung hadir di dua lokasi berbeda agar lebih mudah ditemukan masyarakat
13 Agustus 2026, 22:00 WIB
BMW iX3 Neue Klasse bakal menjadi lead car di acara Maybank Marathon Bali pada 21-23 Agustus mendatang
13 Agustus 2026, 21:34 WIB
Lamborghini Temerario hadir di Indonesia untuk menggoda para orang berkantong tebal dan pencinta kecepatan