First Drive BAIC T1 Tangerang-Bandung, Crossover EV yang Lincah
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
Ada tiga merek mobil listrik dipastikan merakit lini kendaraannya di Indonesia seperti disampaikan Menperin
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah semakin gencar melakukan percepatan adopsi kendaraan listrik. Guna mendukung hal tersebut, kebijakan seperti insentif ditawarkan guna menarik investor sehingga dapat menghadirkan banyak model kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.
Sepanjang 2024 ada beberapa merek menyatakan komitmennya berinvestasi di Indonesia. Hal ini kemudian dikonfirmasi oleh Kementerian Perindustrian.
“Dilaporkan pada 2024 ada tiga perusahaan memberikan komitmen akan membangun fasilitas produksi otomotif, khususnya untuk EV (Electric Vehicle). BYD, Citroen dan Aion,” kata Agus Gumiwang, Menperin RI dalam tayangan resmi dikutip Senin (16/12).
Ketiga pabrikan tersebut memang telah mengumumkan rencana perakitan lokal mobil listrik di Indonesia. BYD debut awal 2024 dan mengungkapkan pembangunan pabrik dimulai 2025.
Seluruh model dipasarkan saat ini dipastikan dirakit lokal pada awal 2026 saat pabrik mulai beroperasi, yakni Dolphin, Atto 3, Seal dan M6.
Kemudian ada Citroen dengan produk e-C3. Mereka telah menggelontorkan dana sebesar Rp 381 miliar untuk merakit lokal mobil listriknya di fasilitas milik PT National Assemblers, berada di bawah naungan Indomobil Group.
Citroen e-C3 sebelumnya dialokasikan impor sebanyak 1.000 unit sebelum dirakit lokal. Perlu diingat ada insentif impor bisa diterima jika pabrikan berkomitmen melakukan produksi dalam negeri dalam jumlah tertentu, seperti dimanfaatkan oleh BYD.
Terakhir adalah Aion yang merupakan merek asal China. Sama seperti BYD dan Citroen, Aion masih memanfaatkan insentif mobil listrik CBU (Completely Built Up).
Perakitan lokal dilakukan untuk semua model kendaraan Aion dipasarkan di Indonesia. Tetapi dilakukan secara bertahap, dimulai dari Aion Y Plus yang merupakan model perdana mereka di pasar Indonesia.
Sampai 2027 mendatang, Aion bakal berusaha memenuhi syarat TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) sampai 40 persen dan diharapkan dapat terus naik hingga tembus 80 persen.
Fasilitas perakitan milik Aion bertempat di Cikampek, memiliki kapasitas produksi sampai 30 ribu unit kendaraan. Sekarang, lini kendaraan Aion diimpor utuh dari China buat sementara waktu.
Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) sebelumnya juga sempat mengimbau para produsen khususnya pendatang baru agar langsung merakit lokal mobilnya ketimbang impor.
Selain berpeluang menurunkan harga, proses CKD itu dapat membawa keuntungan buat banyak pihak termasuk industri lokal dan masyarakat, karena mendapatkan tambahan lapangan kerja.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
28 Agustus 2026, 22:10 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
22 Agustus 2026, 12:34 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
Terkini
02 September 2026, 19:52 WIB
Pertamina menaikan harga BBM jenis Pertamax Green menjadi Rp 19.150 per liter yang berlaku mulai hari ini
02 September 2026, 15:00 WIB
Lombardi Auto Indonesia kembali menghadirkan inovasi terbarunya melalui unit Toyota HiAce Premio Ultimate
02 September 2026, 13:23 WIB
Belum lama ini Kaspersky melaporkan bahwa, head unit android yang ada pada mobil berpotensi diserang malware
02 September 2026, 09:00 WIB
Mobil konsep Hyundai Boulder kian dekat diproduksi massal, begini tampilan konsep dan paten desainnya
02 September 2026, 07:00 WIB
Toyota Celica Sport berpeluang menawarkan lebih banyak keunggulan dari rival terdekatnya, Honda Prelude
02 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung hari ini sudah beroperasi melayani masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara
02 September 2026, 06:00 WIB
Agar perjalanan menuju Ibu Kota lancar hari ini (02/09), simak jadwal dan titik lokasi Ganjil Genap Jakarta
02 September 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM dapat dilakukan di fasilitas SIM keliling Jakarta. simak lokasi dan biayanya