Ramaikan IIMS 2026, Motul Hadirkan Sejumlah Inovasi
15 Februari 2026, 20:00 WIB
Mengenal Istilah Churning pada oli mobil yang berisiko membuat mesin menjadi lebih panas mengurangi efisiensi
Oleh Denny Basudewa
TRENOTO – Mesin mobil mengandalkan pelumas untuk bisa bekerja secara optimal. Oleh karena itu, penggantian oli dengan tepat waktu dibutuhkan guna mengurangi berbagai risiko.
Mengganti oli sendiri tidak bisa sembarangan. Selain memperhatikan kualitas dan spesifikasi yang dibutuhkan mesin, volumenya juga patut mendapat perhatian.
Saat melakukan penggatian pemilik mobil harus teliti dengan jumlah pelumas nan diperlukan oleh mesin. Jumlahnya harus presisi karena tidak diperbolehkan kurang atau lebih.
Apabila volume oli dimasukkan ke dalam mesin berlebihan, maka akan terjadi churning. Sebelum membahas lebih jauh ada baiknya kita mengenal istilah churning pada mesin mobil.
“Pelumas yang berlebih akan menghasilkan fenomena Churning. Kondisi ini membuat mesin harus bekerja lebih keras lagi dan seringkali muncul gelembung udara,” kata Brahma Putra Mahayana, Technical Specialist PT Pertamina Lubricants (PTPL).
Lebih lanjut dikatakan bahwa gelembung udara pada mesin akan menurunkan kemampuan oli. Fungsinya untuk melumasi mesin akan berkurang, termasuk kinerja pompa oli.
Baca juga : Mengenal Perbedaan Oli Sintetis dan Mineral yang Bikin Mesin Awet
Intinya pelumas tidak bisa bekerja secara maksimal dan mesin akan mendapat masalah di masa mendatang. Adapun mesin akan lebih panas, efisiensi berkurang dan masa pakai semakin pendek.
Selain volume yang berlebih, apabila kurang juga berpotensi mendatangkan masalah pada mesin. Kondisi ini bisa memberikan risiko lebih besar lagi pada jantung mekanis kendaraan.
“Jika kurang oli maka lebih fatal karena suara mesin akan terdengar lebih kasar akibat gesekan antar komponen. Suhu pelumas akan semakin panas dan menyebabkan oksidasi,” jelasnya kemudian.
Kondisi di atas disebutkan jika dibiarkan akan menjadi lumpur (sludge) dan menyebabkan keausan pada bagian metal. Jika semakin parah maka bisa menyebabkan engine jammed alias mogok.
Untuk pengisian oli secara manual atau melakukannya di rumah, patokannya bisa mengandalkan dipstick. Alat tersebut terdapat tanda F (Full) dan E (Empty) sebagai alat ukurnya.
Sebaiknya jika konsumen mengganti pelumas mesin sendiri alias tidak ke bengkel, harap periksa dua indikator tersebut di atas. Disarankan agar oli tidak melebihi huruf F dan E tentunya.
“Biasakan untuk mengecek dipstick pelumas mesin setiap minggu secara berkala atau setelah melakukan perjalanan jauh. Demi menghindari kerusakan serta mesin menjadi lebih awet,” tutur Brahma kemudian.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
15 Februari 2026, 20:00 WIB
29 Januari 2026, 10:00 WIB
20 Februari 2025, 14:47 WIB
30 April 2024, 08:00 WIB
22 November 2023, 15:59 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda