Modal Chery Q Gaet Konsumen RI, Hadirkan Fitur Lengkap Fungsional
07 September 2026, 21:43 WIB
Menurut Erick Thohir kepergian konsorsium Korea Selatan yang dipimpin LG tidak bakal berdampak banyak
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Keputusan mengejutkan dibuat konsorsium Korea Selatan yang dipimpin oleh LG . Mereka membatalkan investasi untuk membangun pabrik baterai mobil listrik di Indonesia.
Namun langkah tersebut diyakini tidak membawa banyak dampak bagi perkembangan ekosistem EV (Kendaraan Listrik) di sini.
“Ya tentu keputusan LG tidak mengurangi percepatan kami mendorong pembangunan rantai pasok yang menguntungkan ekosistem di Indonesia,” ucap Erick Thohir , Menteri BUMN di Antara, Selasa (22/04).
Menurut Erick, hal itu disebabkan kolaborasi pembangunan ekosistem baterai mobil listrik dengan Volkswagen, CBL China hingga Ford masih berjalan.
Sehingga keputusan LG untuk angkat koper dari Tanah Air tidak akan membawa dampak negatif bagi perkembangan EV.
“Tinggal lahan yang memang tadinya Korea Selatan berkenan, kami bisa menawarkan lagi kepada berbagai pihak,” lanjut dia.
Erick bahkan menyebutkan kalau ada beberapa negara potensial untuk diajak bekerja sama. Sebut saja seperti Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Jepang sampai Amerika Serikat.
“Kita tentu membuka luas kerja yang sama dengan Amerika Serikat, apalagi sedang ada pembicaraan bagaimana hubungan dagang Indonesia-Amerika,” tutur Erick Thohir.
Kemudian salah satu pembantu Presiden Prabowo Subianto tersebut menjelaskan bahwa, kepergian LG membuka banyak peluang.
Sekadar mengingatkan, konsorsium Korea Selatan yang dipimpin LG telah memutuskan menarik proyek senilai 11 triliun won atau Rp 130,7 triliun.
Uang di atas direncanakan akan digunakan untuk membangun rantai pasok baterai EV di dalam negeri.
Konsorsium itu meliputi LG Energy Solution, LG Chem, LX International Corp dan mitra-mitra lainnya.
Mereka bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan sejumlah perusahaan milik negara untuk membangun rantai pasokan baterai mobil listrik.
Namun mereka menilai adanya perubahan dalam lanskap industri, terlebih adanya perlambatan permintaan EV secara global.
" Mempertimbangkan kondisi pasar dan lingkungan investasi, kami telah memutuskan untuk keluar dari proyek tersebut," kata seorang pejabat dari LG Energy Solution dikutip dari Antara (22/04).
Kendati demikian, mereka terus melanjutkan sejumlah bisnis yang ada di Indonesia. Ambil contoh pabrik baterai Hyundai LG Indonesia Green Power (HLI Green Power).
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
07 September 2026, 21:43 WIB
06 September 2026, 01:22 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
Terkini
13 September 2026, 18:11 WIB
Astra Financial menunjukkan komitmennya akan penguatan literasi keuangan di Indonesia mencetak Duta OJK Peduli
13 September 2026, 17:47 WIB
YIMM baru saja menggelar acara Yamaha Dirt Bike Experience chapter Skill Up berlokasi di Sirkuit Cibereum
12 September 2026, 22:30 WIB
Varian terendah GWM Wey G9 dibekali teknologi hybrid dengan harga Rp 1,15 miliar on the road Jakarta
12 September 2026, 21:41 WIB
Asuransi Astra memasuki usia 70 tahun dengan menjaga kepercayaan para pelanggan dengan sejumlah terobosan
12 September 2026, 21:09 WIB
Marquez melanjutkan tren positif, usai meraih kemenangan dengan mudah di sprint race MotoGP San Marino 2026
12 September 2026, 11:00 WIB
Menyitat data resmi AISI, wholesales motor baru pada Agustus 2026 hanya berada di angka 596.461 unit saja
12 September 2026, 09:00 WIB
Marquez berpotensi keluar sebagai pemenang di MotoGP San Marino 2026 di Sirkuit Misano pada akhir pekan nanti
12 September 2026, 08:14 WIB
Menurut data AISI pada Agustus 2026, Honda sampai Yamaha hanya mendistribusikan 596.461 motor baru saja