Lamborghini Temerario Resmi Masuk Indonesia, Incar Orang Have
13 Agustus 2026, 21:34 WIB
Lamborghini berharap mobil berbahan bakar minyak tetap bertahan setidaknya hingga akhir dekade mendatang
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Meski penjualan mobil listrik secara global sudah semakin besar, Lamborghini berharap mobil berbahan bakar minyak tetap bertahan. Upaya tersebut akan mereka lakukan agar setidaknya mobil berteknologi konvensional bisa bertahan hingga akhir dekade.
Era mobil listrik belakangan ini memang sudah semakin nyata kehadirannya. Terbukti dengan tingginya penjualan kendaraan listrik di dunia. Sepanjang 2021 saja, mobil listrik sudah terjual lebih dari 6.5 juta unit.
Dari jumlah tersebut, Tesla Model 3 berhasil menjadi mobil listrik terlaris di dunia sepanjang tahun lalu. Kemudian posisi kedua direbut oleh Wuling Hongguang Mini EV serta Tesla Model Y di posisi ketiga.
Banyaknya mobil listrik yang terjual dikabarkan dipengaruhi oleh banyak faktor. Mulai dari kenaikan harga bahan bakar minyak, aturan emisi kendaraan hingga semakin tingginya kesadaran masyarakat tentang emisi gas buang.
Ketiga faktor berhasil membuat penjualan mobil listrik di dunia meningkat cukup tinggi, khususnya di China. Negara Tirai Bambu berhasil menjadi negara dengan penjualan mobil listrik tertinggi di dunia.
Era mobil listrik sebenarnya juga disambut oleh Lamborghini, namun mereka ingin agar mobil berbahan bakar minyak masih bisa bertahan. Tentunya, beragam cara akan dilakukan agar cita-cita terwujud.
“Setelah hibridasi, kami akan menunggu untuk melihat apakah mungkin untuk menawarkan kendaraan bermesin pembakaran internal setelah 2030. Satu kemungkinan menjaga kendaraan bermesin pemabakaran tetap hidup melalui bahan bakar sintesis,” ungkap Stephan Winkelmann, Chief Executive Lamborghini.
Meski ingin mempertahankan mobil bermesin konvensional, Ia mengaku bahwa pihaknya tengah mengembangkan mobil listrik sebagai salah satu modelnya. Rencananya, mobil hasil pengembangannya akan diluncurkan pada akhir dekade ini.
Rencana peluncuran tersebut lebih lambat dari rencana awal yang akan dilakukan pada awal dekade. Keterlambatan diyakini merupakan langkah hati-hati Lamborghini dalam mengembangkan teknologi mobil mereka.
Tentu langkah tersebut terbilang bijak karena pengembangan yang dilakukan tidak boleh keluar dari karakter kendaraan mereka selama ini. Bagaimana pun, konsumen akan mengharapkan perfoma maksimal dari mobilnya.
Kebijakan Lamborghini serupa dengan apa yang sudah dilakukan beberapa kompetitornya seperti Ferrari, Aston Martin, Lagonda dan McLaren. Mereka dikabarkan tengah mengembangkan mobil listrik namun tetap fokus pada perfoma kendaraan, sesuai karakter berkendaranya masing-masing.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Agustus 2026, 21:34 WIB
02 Maret 2026, 16:06 WIB
26 November 2025, 12:00 WIB
25 November 2025, 14:00 WIB
13 Oktober 2025, 19:00 WIB
Terkini
17 Oktober 2026, 10:26 WIB
Pada Oktober 2026, sejumlah harga motor matic murah stabil meski ada beberapa yang mengalami kenaikan
17 Oktober 2026, 07:47 WIB
SIS menggelar kampanye Produk Quality Update Suzuki Satria Pro maupun F150 dengan periode produksi mulai 2025
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi