BYD Masuk Daftar Hitam Amerika Serikat, Jualan Masih Lancar
12 Juni 2026, 13:00 WIB
Harga mobil Cina bisa lebih kompetitif dibandingkan para rivalnya, pihak Chery ungkap alasan di baliknya
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Harga mobil Cina di dalam negeri terbilang rendah jika dibandingkan para rivalnya asal Jepang. Tidak hanya di RI, hal ini terjadi di berbagai belahan dunia.
Misalnya PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) teranyar dari Chery yang banderolnya bisa ditekan di bawah Rp 500 jutaan, di saat PHEV lain di Indonesia dilego Rp 1 miliar ke atas.
Kemudian berbagai mobil listrik Tiongkok ditawarkan mulai Rp 200 jutaan. Sedangkan EV (Electric Vehicle) buatan Jepang seperti Toyota bZ4X dibanderol Rp 1,1 miliar.
Menurut PT CSI (Chery Sales Indonesia) sebagai salah satu produsen asal negeri tirai bambu, ada beberapa faktor di balik rendahnya harga mobil Cina termasuk di Tanah Air.
“Kalau mobil Cina, dia tidak bikin (produksi) mobil hanya untuk pasar Indonesia tetapi global. Volumenya sekaligus banyak,” kata Budi Darmawan, Sales Director PT CSI di Jakarta belum lama ini.
Lebih lanjut dia menjelaskan, penjualan mobil Cina di negara asalnya sendiri sudah berkali-kali lipat dari angka di Indonesia.
Produksi dalam volume tinggi itu menurutnya yang memungkinkan pabrikan Cina menjual mobil dengan harga cenderung lebih rendah.
“Dan tidak bisa dipungkiri mereka menguasai dari hulu ke hilir, jadi itu membuat harga (mobil Cina) murah,” kata dia.
Mobil yang diproduksi dalam jumlah banyak itu kemudian mendapatkan penyesuaian spesifikasi sesuai regulasi dan kebutuhan konsumen di negara tujuan.
Ia tidak menampik bahwa akhirnya bisa terjadi perang harga antar produsen mobil Cina di dalam negeri.
“Tetapi tentu di satu titik, ya tidak mungkin produsen mau jual rugi,” kata Budi.
Hal ini yang kemudian melatarbelakangi strategi Chery menaikkan harga secara bertahap, dari banderol perkenalan sampai angka normal.
Sekadar informasi, salah satu model teranyar Chery, Tiggo 8 CSH dijual Rp 499 jutaan sebagai perkenalan.
Ketika tembus 1.000 pemesanan, angka naik jadi Rp 509 jutaan. Sedangkan apabila sudah mencapai 3.000 maka harga normal akan diberlakukan yakni Rp 519 jutaan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
12 Juni 2026, 13:00 WIB
06 Juni 2026, 08:54 WIB
05 Juni 2026, 17:00 WIB
04 Juni 2026, 11:00 WIB
31 Mei 2026, 19:57 WIB
Terkini
12 Juni 2026, 23:51 WIB
BYD M6 DM akan bersaing di kelas MPV ramah lingkungan lain di Indonesia mengandalkan harga dan teknologinya
12 Juni 2026, 22:24 WIB
MPMX kembali menggelar program MPM Bisa untuk memberdayakan ekonomi penyandang disabilitas di Indonesia
12 Juni 2026, 21:33 WIB
Motul Indonesia Energy terus berupaya untuk memberikan pemahanan bahwa merawat motor harus dilakukan rutin
12 Juni 2026, 21:28 WIB
TVS perkenalkan sejumlah model motor baru di Pekan Raya Jakarta 2026 dan tebar promo diskon jutaan rupiah
12 Juni 2026, 17:56 WIB
Motul menggandeng Kawasaki untuk meluncurkan sejumlah produk anyar guna memanjakan para pengendara di PRJ 2026
12 Juni 2026, 15:00 WIB
Harga Pertamax resmi mengalami kenaikan per 10 Juni 2026, segini biaya isi full tank untuk mobil-mobil MPV
12 Juni 2026, 13:00 WIB
BYD membantah secara keras tudingan Pentagon kalau mereka merupakan perusahaan yang terafiliasi militer Cina
12 Juni 2026, 11:00 WIB
Pada pameran Pekan Raya Jakarta 2026, QJMotor merilis perluasan program yang telah sukses sebelumnya