Chery QQ3 EV Meluncur, Rival Aion UT Harga Rp 100 Jutaan
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Penjualan Nissan semakin turun di Indonesia maupun global, pengamat ungkap sejumlah alasan di baliknya
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Manufaktur asal Jepang, Nissan mengalami berbagai tantangan baik di negara asalnya maupun pasar global. Persaingan juga semakin ketat di era elektrifikasi.
Penjualan Nissan di Indonesia di Januari-Mei 2025 alami penurunan secara year-on-year dari tahun sebelumnya.
Lalu sepanjang Mei 2025, angka penjualan Nissan secara ritel (penyaluran dari diler ke konsumen) hanya tercatat 76 unit.
Sedangkan mobil listrik mereka Leaf EV (Electric Vehicle) belum diketahui jelas bagaimana nasibnya. Nissan tak lagi menyalurkan model tersebut ke diler-diler.
Pencapaian Nissan tertinggal jauh dari kompetitor lain asal Jepang. Pengamat menilai ada beberapa hal yang berpeluang menjadi faktor di balik turunnya popularitas Nissan.
Misal, desain kendaraan. Tampilan eksterior lini produk Nissan terkhusus di Indonesia dinilai tidak memiliki daya pikat tersendiri buat konsumen.
“Jika ada konsumen yang beli, lebih kepada reputasi Nissan di masa lalu,” kata Bebin Djuana, pengamat otomotif ketika dihubungi KatadataOTO pada Kamis (19/05).
Padahal dari sisi teknologi Nissan terbilang mumpuni. Sama seperti Toyota, mereka punya produk mobil hybrid yang dikenal dengan nama e-Power.
Teknologi hybrid tersebut diklaim unggul karena mesin bensin hanya berperan sebagai generator baterai. Sehingga roda sepenuhnya digerakkan oleh motor elektrik.
e-Power sudah disematkan ke model seperti Kicks dan terbarunya MPV (Multi Purpose Vehicle) andalan mereka yakni Serena.
“Dari sisi teknologi, sebetulnya Nissan Kicks sangat menarik. Sayangnya pesan atau informasi itu tidak sampai ke masyarakat luas,” kata Bebin.
Nissan perlu memikirkan strategi agar bisa tetap relevan di tengah memanasnya persaingan otomotif dalam negeri.
Kehadiran produk-produk dari Cina dengan harga murah, teknologi berlimpah dan desain kekinian perlu jadi perhatian Nissan.
“Jadilah tersisa reputasi masa lalu bagi yang masih ingat dan konsumen setia Nissan. Untuk mengejar ketertinggalan agar tetap diperhitungkan di pasar, dibutuhkan produk yang istimewa,” tegas dia.
Sekadar informasi, selain mobil hybrid dan EV Nissan juga punya SUV (Sport Utility Vehicle) Terra. Mereka juga berencana menghadirkan generasi terbaru X-Trail dengan tambahan teknologi hybrid.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
31 Maret 2026, 17:00 WIB
31 Maret 2026, 11:00 WIB
31 Maret 2026, 09:47 WIB
27 Maret 2026, 20:00 WIB
26 Maret 2026, 20:07 WIB
Terkini
01 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan pada bulan ini sehingga masyarakat diharapkan menyiapkan rute alternatif
01 April 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
01 April 2026, 06:00 WIB
Di awal April 2026, SIM keliling Jakarta tetap melayani pemohon yang ingin memperpanjang masa berlaku
31 Maret 2026, 17:00 WIB
Mobil listrik kompak Chery QQ3 EV mendapatkan respons positif dari konsumen di Cina, raup 56.000 pemesanan
31 Maret 2026, 11:00 WIB
Manufaktur mobil listrik di Indonesia harus bersiap menghadapi tekanan penjualan setelah insentif ditiadakan
31 Maret 2026, 09:47 WIB
HPM memantau bagaimana antusias masyarakat terhadap mobil listrik Honda 0 Alpha yang akan diluncurkan
31 Maret 2026, 07:00 WIB
Suzuki Burgman 125 EX direcall karena adanya potensi kerusakan pada kabel rem belakang yang bisa mengurangi performa
31 Maret 2026, 06:05 WIB
SIM keliling Jakarta menawarkan kemudahan perpanjangan masa berlaku Surat Izin Mengemudi, simak lokasinya