Nissan Tertinggal Jauh dari Merek Jepang Lain di RI Karena Ini

Penjualan Nissan semakin turun di Indonesia maupun global, pengamat ungkap sejumlah alasan di baliknya

Nissan Tertinggal Jauh dari Merek Jepang Lain di RI Karena Ini
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Manufaktur asal Jepang, Nissan mengalami berbagai tantangan baik di negara asalnya maupun pasar global. Persaingan juga semakin ketat di era elektrifikasi.

Penjualan Nissan di Indonesia di Januari-Mei 2025 alami penurunan secara year-on-year dari tahun sebelumnya.

Lalu sepanjang Mei 2025, angka penjualan Nissan secara ritel (penyaluran dari diler ke konsumen) hanya tercatat 76 unit.

Sedangkan mobil listrik mereka Leaf EV (Electric Vehicle) belum diketahui jelas bagaimana nasibnya. Nissan tak lagi menyalurkan model tersebut ke diler-diler.

Renault bakal temui Nissan
Photo : KatadataOTO

Pencapaian Nissan tertinggal jauh dari kompetitor lain asal Jepang. Pengamat menilai ada beberapa hal yang berpeluang menjadi faktor di balik turunnya popularitas Nissan.

Misal, desain kendaraan. Tampilan eksterior lini produk Nissan terkhusus di Indonesia dinilai tidak memiliki daya pikat tersendiri buat konsumen.

“Jika ada konsumen yang beli, lebih kepada reputasi Nissan di masa lalu,” kata Bebin Djuana, pengamat otomotif ketika dihubungi KatadataOTO pada Kamis (19/05).

Padahal dari sisi teknologi Nissan terbilang mumpuni. Sama seperti Toyota, mereka punya produk mobil hybrid yang dikenal dengan nama e-Power.

Teknologi hybrid tersebut diklaim unggul karena mesin bensin hanya berperan sebagai generator baterai. Sehingga roda sepenuhnya digerakkan oleh motor elektrik.

e-Power sudah disematkan ke model seperti Kicks dan terbarunya MPV (Multi Purpose Vehicle) andalan mereka yakni Serena.

“Dari sisi teknologi, sebetulnya Nissan Kicks sangat menarik. Sayangnya pesan atau informasi itu tidak sampai ke masyarakat luas,” kata Bebin.

Nissan perlu memikirkan strategi agar bisa tetap relevan di tengah memanasnya persaingan otomotif dalam negeri. 

Nissan Sebut Konsumen RI Lebih Cocok Pakai Mobil Hybrid
Photo : KatadataOTO

Kehadiran produk-produk dari Cina dengan harga murah, teknologi berlimpah dan desain kekinian perlu jadi perhatian Nissan.

“Jadilah tersisa reputasi masa lalu bagi yang masih ingat dan konsumen setia Nissan. Untuk mengejar ketertinggalan agar tetap diperhitungkan di pasar, dibutuhkan produk yang istimewa,” tegas dia. 

Sekadar informasi, selain mobil hybrid dan EV Nissan juga punya SUV (Sport Utility Vehicle) Terra. Mereka juga berencana menghadirkan generasi terbaru X-Trail dengan tambahan teknologi hybrid.


Terkini

mobil
Volvo

Strategi Volvo Bersaing di Tengah Ketatnya Persaingan Otomotif RI

Gencar elektrifikasi, Volvo luncurkan produk di kelas yang sama dengan BMW iX tetapi berkonfigurasi 7-seater

news
Truk listrik

Penggunaan Truk Listrik Diklaim Bantu Turunkan Biaya Operasional

Salah satu konsumen Kalista yang merasakan dampak positif dari penggunaan truk listrik adalah Evershine Group

news
SIM keliling Bandung

SIM Keliling Bandung Hari Ini Ada di The Kings, Awas Salah Jadwal

SIM keliling Bandung hari ini beroperasi sejak pagi, jadi masyarakat jangan sampai terlambat mendatangi

news
Ganjil genap Jakarta

Simak Jadwal dan Lokasi Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 21 Mei 2026

Ganjil genap Jakarta hari ini kembali diberlakukan dengan bantuan sistem ETLE statis maupun Mobile terpadu

news
SIM Keliling Jakarta

Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini 21 Mei 2026, Ada di 5 Tempat

Lima lokasi SIM keliling Jakarta tersedia untuk perpanjangan masa berlaku SIM hari ini, simak informasinya

mobil
VinFast

VinFast Luncurkan MPV 7-seater Rakitan Lokal, Harga Rp 300 Jutaan

Mobil listrik 7-seater VinFast VF MPV 7 resmi diluncurkan di Indonesia, rakitan pabrik VinFast di Subang

mobil
Daihatsu Sigra

Penjualan Daihatsu Hingga April 2026 Sudah Tembus 46 Ribuan Unit

Penjualan daihatsu selama empat bulan pertama tahun ini cukup positif sehingga tetap berada di posisi kedua

mobil
BYD

BYD Siap Rajai Pasar Kei Car Jepang, Boyong Veteran Nissan

Hirohide Tagawa dipercaya untuk melakukan pengembangan kei car BYD demi mematangkan kehadiran Racco di Jepang