Insentif Motor Listrik Tak Kunjung Cair, Masih Tunggu Regulasi
25 September 2026, 19:00 WIB
Memasuki bulan kelima di 2025 pemerintah tak kunjung berikan bocoran soal kelanjutan subsidi motor listrik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Produsen EV (Electric Vehicle) roda dua di Tanah Air perlu bersabar tahun ini. Sebab pemerintah belum memberikan kejelasan terkait subsidi motor listrik berupa potongan harga Rp 7 juta untuk kendaraan yang memenuhi persyaratan.
Sementara buat mobil, tetap berlaku insentif pajak 10 persen. Mobil hybrid juga kebagian berupa subsidi pajak tiga persen.
Skema subsidi motor listrik memang berbeda karena potongan diberikan langsung pada harga kendaraan. Ketika konsumen melakukan pembelian, pihak produsen yang harus lebih dulu menanggung.
Pihak pemerintah masih enggan memberikan bocoran soal subsidi motor listrik yang dinanti oleh sejumlah manufaktur dan konsumen di 2025.
Pemerintah sepertinya masih akan fokus ke kendaraan bermotor listrik roda empat. Pasca pemberian insentif pajak, angka penjualan mobil listrik mencatatkan hasil positif.
Sementara subsidi motor listrik temui banyak kendala. Laporan turut menunjukkan bahwa tidak jarang diler kesulitan menanggung diskon Rp 7 juta buat setiap penjualan.
Sebab potongan harga Rp 7 juta yang diganti pemerintah melalui subsidi disebutkan tidak langsung sampai ke tangan produsen dalam waktu dekat. Sehingga berpeluang menyebabkan kerugian.
Ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut, perwakilan Kemenko (Kementerian Perkonomian) Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI menjawab dengan terbatas.
“Saya tidak tahu, harus ditanya dulu. Saya sedang menyiapkan laporan untuk Perpres (Peraturan Presiden) 79,” kata Rachmat Kaimuddin, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI sekaligus Dewan Pembina AEML (Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik) di Jakarta, Jumat (20/05).
Insentif masih dinilai sebagai salah satu daya tarik bagi konsumen dalam melakukan pembelian kendaraan roda dua berbasis listrik.
Sehingga dengan absennya insentif, ia belum dapat memproyeksi bagaimana pertumbuhan motor listrik secara nasional di masa mendatang.
Lima bulan memasuki 2025 produsen belum mendengar kelanjutan program subsidi motor listrik. Di sisi lain, kiprah mobil listrik dan hybrid semakin baik berkat insentif.
“Estimasi saya harusnya 100 ribu (penjualan mobil listrik) untuk mobil. Kalau motor belum,” kata Rachmat.
Sekadar informasi jumlah motor listrik terjual sepanjang kuartal pertama 2025 adalah 2.000 unit. Sedangkan target pemerintah adalah 200 ribu unit per tahun.
Pada 2024, penjualan motor listrik tembus 60 ribu unit berkat subsidi. Jika melihat capaian 2.000 unit tahun ini, tampaknya akan sulit buat setidaknya menyamai hasil tahun lalu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
25 September 2026, 19:00 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
19 Agustus 2026, 11:00 WIB
16 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
27 September 2026, 09:55 WIB
Fasilitas uji kelaikan kendaraan BPLJSKB Bekasi telah dikembangkan untuk berbagai jenis uji keselamatan mobil
26 September 2026, 19:04 WIB
Wujudkan keinginan konsumen Indonesia Jaecoo J5 EV kenalkan Genuine Body Kit berikan tampilan lebih sporty
26 September 2026, 16:52 WIB
Dorna mengumumkan jadwal MotoGP 2027, terdiri dari 22 seri dan terdapat dua sirkuit baru yang jadi tuan rumah
26 September 2026, 07:00 WIB
Motul Performance Solution hadir untuk melatih para mekanik maupun pemilik bengkel independen di Palembang
25 September 2026, 22:01 WIB
Prestone Racing Coolant baru saja diperkenalkan untuk para pemilik mobil balap di Automechanika Jakarta 2026
25 September 2026, 19:00 WIB
Pemerintah berencana untuk memberikan insentif motor listrik di tahun ini, tapi belum menemui titik terang
25 September 2026, 17:23 WIB
Suzuki e Sky punya peluang dihadirkan di RI, namun perlu memperhagikan strategi bersaing dengan para rivalnya
25 September 2026, 17:22 WIB
Motul Indonesia Energy (MIE) memberikan partner ambassador mereka perjalanan berharga ke benua Eropa