MG Tunggu Aturan Teknis Insentif Mobil Listrik 2026
10 Mei 2026, 06:01 WIB
Memasuki bulan kelima di 2025 pemerintah tak kunjung berikan bocoran soal kelanjutan subsidi motor listrik
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Produsen EV (Electric Vehicle) roda dua di Tanah Air perlu bersabar tahun ini. Sebab pemerintah belum memberikan kejelasan terkait subsidi motor listrik berupa potongan harga Rp 7 juta untuk kendaraan yang memenuhi persyaratan.
Sementara buat mobil, tetap berlaku insentif pajak 10 persen. Mobil hybrid juga kebagian berupa subsidi pajak tiga persen.
Skema subsidi motor listrik memang berbeda karena potongan diberikan langsung pada harga kendaraan. Ketika konsumen melakukan pembelian, pihak produsen yang harus lebih dulu menanggung.
Pihak pemerintah masih enggan memberikan bocoran soal subsidi motor listrik yang dinanti oleh sejumlah manufaktur dan konsumen di 2025.
Pemerintah sepertinya masih akan fokus ke kendaraan bermotor listrik roda empat. Pasca pemberian insentif pajak, angka penjualan mobil listrik mencatatkan hasil positif.
Sementara subsidi motor listrik temui banyak kendala. Laporan turut menunjukkan bahwa tidak jarang diler kesulitan menanggung diskon Rp 7 juta buat setiap penjualan.
Sebab potongan harga Rp 7 juta yang diganti pemerintah melalui subsidi disebutkan tidak langsung sampai ke tangan produsen dalam waktu dekat. Sehingga berpeluang menyebabkan kerugian.
Ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut, perwakilan Kemenko (Kementerian Perkonomian) Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI menjawab dengan terbatas.
“Saya tidak tahu, harus ditanya dulu. Saya sedang menyiapkan laporan untuk Perpres (Peraturan Presiden) 79,” kata Rachmat Kaimuddin, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI sekaligus Dewan Pembina AEML (Asosiasi Ekosistem Mobilitas Listrik) di Jakarta, Jumat (20/05).
Insentif masih dinilai sebagai salah satu daya tarik bagi konsumen dalam melakukan pembelian kendaraan roda dua berbasis listrik.
Sehingga dengan absennya insentif, ia belum dapat memproyeksi bagaimana pertumbuhan motor listrik secara nasional di masa mendatang.
Lima bulan memasuki 2025 produsen belum mendengar kelanjutan program subsidi motor listrik. Di sisi lain, kiprah mobil listrik dan hybrid semakin baik berkat insentif.
“Estimasi saya harusnya 100 ribu (penjualan mobil listrik) untuk mobil. Kalau motor belum,” kata Rachmat.
Sekadar informasi jumlah motor listrik terjual sepanjang kuartal pertama 2025 adalah 2.000 unit. Sedangkan target pemerintah adalah 200 ribu unit per tahun.
Pada 2024, penjualan motor listrik tembus 60 ribu unit berkat subsidi. Jika melihat capaian 2.000 unit tahun ini, tampaknya akan sulit buat setidaknya menyamai hasil tahun lalu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
10 Mei 2026, 06:01 WIB
09 Mei 2026, 11:00 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
08 Mei 2026, 09:00 WIB
06 Mei 2026, 15:00 WIB
Terkini
12 Mei 2026, 06:06 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini kembali diberlakukan untuk bisa mengurai sedikit kemacetan di Ibu Kota
11 Mei 2026, 19:00 WIB
Dua manufaktur mobil listrik asal Tiongkok melihat adanya peluang besar menjual EV di Cina, ini alasannya
11 Mei 2026, 17:03 WIB
Kehadiran BYD M6 PHEV makin dekat ke Indonesia setelah kode mobilnya diduga terdaftar di dokumen Permendagri
11 Mei 2026, 07:00 WIB
Agar lebih mudah mengurus dokumen berkendara, Anda bisa mendatangi salah satu lokasi SIM keliling Bandung
11 Mei 2026, 06:59 WIB
Perpanjangan masa berlaku SIM bisa dilakukan di fasilitas SIM keliling Jakarta hari ini, simak lokasinya
10 Mei 2026, 21:33 WIB
Penta Prima Paint incar konsumen modifikator di ajang The Elite Showcase 2026, lima produk baru diluncurkan
10 Mei 2026, 20:18 WIB
MotoGP Prancis 2026 jadi momentum bersejarah untuk Aprilia, Martin hingga Ogura mampu menyabet podium
10 Mei 2026, 18:48 WIB
Wuling Eksion mendapatkan respons yang positif dari para konsumen di Tanah Air, ribuan unit terpesan