Toyota Produksi Baterai Mobil Hybrid di Indonesia, Gandeng CATL
20 April 2026, 21:19 WIB
Sensor LiDAR kerap ditempatkan di bagian depan atap mobil listrik Cina keluaran terkini, dukung keselamatan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil listrik Cina keluaran terkini seringkali memiliki tambahan sensor keamanan yang ditempatkan di bagian depan atas kendaraan.
Sensor itu bernama Light Detection and Ranging atau lebih dikenal dengan nama LiDAR. Komponen ini juga kerap ditemukan di kendaraan otonom.
Banyak mobil listrik Cina di negara asalnya telah dilengkapi LiDAR. Misalnya sedan BYD Seal.
Deretan kendaraan teranyar dari BYD telah menggunakan sistem keselamatan berkendara God’s Eye, didukung sensor LiDAR untuk menambah keamanan.
“LiDAR, sebuah teknologi penginderaan jauh yang menggunakan laser untuk mengukur jarak terhadap objek, permukaan jalan, membuat gambar 3D lingkungan secara akurat,” kata Sony Susmana, Instruktur Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) kepada KatadataOTO belum lama ini.
Berkat laser itu, LiDAR bisa menghasilkan gambaran tiga dimensi yang akurat untuk membantu efektivitas sistem keamanan berkendara pada mobil.
Jadi kendaraan bisa mendeteksi serta memahami kondisi lingkungan dilalui dengan lebih akurat ketimbang sensor biasa.
Ada peluang mobil-mobil Cina untuk pasar Indonesia bakal dilengkapi sensor LiDAR di masa mendatang.
Pegiat keselamatan berkendara menilai, LiDAR tetap relevan untuk digunakan di Indonesia. Namun ada beberapa hal perlu jadi perhatian.
LiDAR hanya berfungsi sebagai alat untuk membantu sistem keselamatan dan pengemudi agar lebih awas, bukan dijadikan pengganti dalam mengoperasikan mobil.
“Pasti (LiDAR) sangat membantu pengendara. Tetapi tetap dalam pengawasan yang terus-menerus,” kata Sony.
Sebagai informasi, saat ini belum ada mobil listrik Cina di Indonesia dilengkapi tambahan sensor LiDAR.
Misalnya BYD, di negara asalnya sudah mulai mengimplementasikan sistem God’s Eye didukung LiDAR.
Di pasar Indonesia pada awal 2025 BYD justru memboyong Seal varian baru dengan teknologi suspensi DiSus-C atau Intelligent Damping Body Control System, alih-alih LiDAR.
Hadir di tipe tertinggi Performance, DiSus-C merupakan suspensi adaptif yang berfokus menambah kenyamanan berkendara.
Namun tidak menutup kemungkinan di masa mendatang pabrikan Cina mulai menggunakan LiDAR untuk lini kendaraan di Tanah Air.
Mengingat seiring berjalannya waktu, komponen pada teknologi LiDAR mulai mengalami penurunan harga bersamaan dengan masifnya penggunaan sensor itu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 April 2026, 21:19 WIB
20 April 2026, 07:00 WIB
19 April 2026, 21:01 WIB
19 April 2026, 13:00 WIB
17 April 2026, 09:00 WIB
Terkini
21 April 2026, 11:37 WIB
Changan bakal menjadi manufaktur Tiongkok pertama yang memasarkan kendaraan REEV di pasar otomotif Indonesia
21 April 2026, 09:00 WIB
Ford baru saja mendirikan diler di Sunter untuk mengakomodir kebutuhan para konsumen di kawasan Jakarta Utara
21 April 2026, 07:00 WIB
Truk hidrogen Isuzu dan Toyota bakal mulai produksi tahun depan, memanfaatkan Isuzu Elf EV sebagai basis
21 April 2026, 06:00 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta yang telah diterapkan sejak 2016 terus bergulir hingga hari ini karena cukup efektif
21 April 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani prosedur perpanjangan seperti biasanya hari ini, simak daftar lokasinya
21 April 2026, 06:00 WIB
Agar lebih mudah mengurus dokumen berkendara, Anda bisa memanfaatkan kehadiran SIM keliling Bandung hari ini
20 April 2026, 21:20 WIB
Mayoritas merek mobil mewah mengalami penurunan penjualan di Maret 2026, Mercedes-Benz anjlok 44,9 persen
20 April 2026, 21:19 WIB
Toyota berkolaborasi dengan CATL untuk membangun fasilitas produksi baterai mobil hybrid di Karawang, Jabar