Modifikasi Mobil Listrik Diprediksi Makin Ramai di 2026
06 Januari 2026, 11:00 WIB
Sensor LiDAR kerap ditempatkan di bagian depan atap mobil listrik Cina keluaran terkini, dukung keselamatan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil listrik Cina keluaran terkini seringkali memiliki tambahan sensor keamanan yang ditempatkan di bagian depan atas kendaraan.
Sensor itu bernama Light Detection and Ranging atau lebih dikenal dengan nama LiDAR. Komponen ini juga kerap ditemukan di kendaraan otonom.
Banyak mobil listrik Cina di negara asalnya telah dilengkapi LiDAR. Misalnya sedan BYD Seal.
Deretan kendaraan teranyar dari BYD telah menggunakan sistem keselamatan berkendara God’s Eye, didukung sensor LiDAR untuk menambah keamanan.
“LiDAR, sebuah teknologi penginderaan jauh yang menggunakan laser untuk mengukur jarak terhadap objek, permukaan jalan, membuat gambar 3D lingkungan secara akurat,” kata Sony Susmana, Instruktur Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) kepada KatadataOTO belum lama ini.
Berkat laser itu, LiDAR bisa menghasilkan gambaran tiga dimensi yang akurat untuk membantu efektivitas sistem keamanan berkendara pada mobil.
Jadi kendaraan bisa mendeteksi serta memahami kondisi lingkungan dilalui dengan lebih akurat ketimbang sensor biasa.
Ada peluang mobil-mobil Cina untuk pasar Indonesia bakal dilengkapi sensor LiDAR di masa mendatang.
Pegiat keselamatan berkendara menilai, LiDAR tetap relevan untuk digunakan di Indonesia. Namun ada beberapa hal perlu jadi perhatian.
LiDAR hanya berfungsi sebagai alat untuk membantu sistem keselamatan dan pengemudi agar lebih awas, bukan dijadikan pengganti dalam mengoperasikan mobil.
“Pasti (LiDAR) sangat membantu pengendara. Tetapi tetap dalam pengawasan yang terus-menerus,” kata Sony.
Sebagai informasi, saat ini belum ada mobil listrik Cina di Indonesia dilengkapi tambahan sensor LiDAR.
Misalnya BYD, di negara asalnya sudah mulai mengimplementasikan sistem God’s Eye didukung LiDAR.
Di pasar Indonesia pada awal 2025 BYD justru memboyong Seal varian baru dengan teknologi suspensi DiSus-C atau Intelligent Damping Body Control System, alih-alih LiDAR.
Hadir di tipe tertinggi Performance, DiSus-C merupakan suspensi adaptif yang berfokus menambah kenyamanan berkendara.
Namun tidak menutup kemungkinan di masa mendatang pabrikan Cina mulai menggunakan LiDAR untuk lini kendaraan di Tanah Air.
Mengingat seiring berjalannya waktu, komponen pada teknologi LiDAR mulai mengalami penurunan harga bersamaan dengan masifnya penggunaan sensor itu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 Januari 2026, 11:00 WIB
06 Januari 2026, 07:00 WIB
05 Januari 2026, 13:00 WIB
03 Januari 2026, 09:00 WIB
02 Januari 2026, 16:00 WIB
Terkini
06 Januari 2026, 15:24 WIB
Keputusan itu diambil pasca PO Cahaya Trans terlibat kecelakaan di exit Tol Krapyak pada Desember lalu
06 Januari 2026, 14:00 WIB
Pada 2026 tren warna cat bawaan pabrik atau base colour turut digandrungi, karena banyak restorasi kendaraan
06 Januari 2026, 13:00 WIB
Chery memimpin ekspor mobil di Tiongkok sepanjang 2025, sementara total penjualannya tembus 2 juta unit
06 Januari 2026, 12:00 WIB
Pasar ekspor kendaraan di 2026 diperkirakan bakal menghadapi beberapa tantangan yang dinilai cukup berat
06 Januari 2026, 11:00 WIB
Banyaknya populasi mobil listrik di Tanah Air diyakini bakal mempengaruhi dunia modifikasi Tanah Air
06 Januari 2026, 10:00 WIB
Mengisi kelas di bawah bZ4X, model anyar Toyota C-HR EV dijadwalkan hadir di pasar global mulai tahun ini
06 Januari 2026, 09:00 WIB
Pemerintah disarankan untuk memberikan perhatian lebih ke industri otomotif ketimbang membuat motor nasional
06 Januari 2026, 08:00 WIB
Dedi Mulyadi ingin masyarakat di Jawa Barat bisa merasa lebih ringan dalam membayar pajak kendaraan bermotor