Sinyal Kuat BYD Gabung F1 Mencuat setelah GP Monako
10 Juni 2026, 11:00 WIB
Sensor LiDAR kerap ditempatkan di bagian depan atap mobil listrik Cina keluaran terkini, dukung keselamatan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil listrik Cina keluaran terkini seringkali memiliki tambahan sensor keamanan yang ditempatkan di bagian depan atas kendaraan.
Sensor itu bernama Light Detection and Ranging atau lebih dikenal dengan nama LiDAR. Komponen ini juga kerap ditemukan di kendaraan otonom.
Banyak mobil listrik Cina di negara asalnya telah dilengkapi LiDAR. Misalnya sedan BYD Seal.
Deretan kendaraan teranyar dari BYD telah menggunakan sistem keselamatan berkendara God’s Eye, didukung sensor LiDAR untuk menambah keamanan.
“LiDAR, sebuah teknologi penginderaan jauh yang menggunakan laser untuk mengukur jarak terhadap objek, permukaan jalan, membuat gambar 3D lingkungan secara akurat,” kata Sony Susmana, Instruktur Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) kepada KatadataOTO belum lama ini.
Berkat laser itu, LiDAR bisa menghasilkan gambaran tiga dimensi yang akurat untuk membantu efektivitas sistem keamanan berkendara pada mobil.
Jadi kendaraan bisa mendeteksi serta memahami kondisi lingkungan dilalui dengan lebih akurat ketimbang sensor biasa.
Ada peluang mobil-mobil Cina untuk pasar Indonesia bakal dilengkapi sensor LiDAR di masa mendatang.
Pegiat keselamatan berkendara menilai, LiDAR tetap relevan untuk digunakan di Indonesia. Namun ada beberapa hal perlu jadi perhatian.
LiDAR hanya berfungsi sebagai alat untuk membantu sistem keselamatan dan pengemudi agar lebih awas, bukan dijadikan pengganti dalam mengoperasikan mobil.
“Pasti (LiDAR) sangat membantu pengendara. Tetapi tetap dalam pengawasan yang terus-menerus,” kata Sony.
Sebagai informasi, saat ini belum ada mobil listrik Cina di Indonesia dilengkapi tambahan sensor LiDAR.
Misalnya BYD, di negara asalnya sudah mulai mengimplementasikan sistem God’s Eye didukung LiDAR.
Di pasar Indonesia pada awal 2025 BYD justru memboyong Seal varian baru dengan teknologi suspensi DiSus-C atau Intelligent Damping Body Control System, alih-alih LiDAR.
Hadir di tipe tertinggi Performance, DiSus-C merupakan suspensi adaptif yang berfokus menambah kenyamanan berkendara.
Namun tidak menutup kemungkinan di masa mendatang pabrikan Cina mulai menggunakan LiDAR untuk lini kendaraan di Tanah Air.
Mengingat seiring berjalannya waktu, komponen pada teknologi LiDAR mulai mengalami penurunan harga bersamaan dengan masifnya penggunaan sensor itu.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
10 Juni 2026, 11:00 WIB
06 Juni 2026, 08:54 WIB
05 Juni 2026, 17:00 WIB
04 Juni 2026, 11:00 WIB
02 Juni 2026, 07:00 WIB
Terkini
11 Juni 2026, 21:52 WIB
Kawasaki memboyong dua motor baru di PRJ 2026, yakni Brusky 125 sampai KLX 150 XLP guna menggoda para konsumen
11 Juni 2026, 11:50 WIB
Veda Ega Pratama kerap menghabiskan waktu luang, meskipun dirinya menjalani profesi pembalap profesional
11 Juni 2026, 09:30 WIB
IDRS hadir sebagai salah satu inisiator keselamatan deretan produk kendaraan roda dua di dalam negeri
11 Juni 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta masih menjadi andalan untuk memecah kebuntuan arus lalu lintas di jalanan Ibu Kota
11 Juni 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengurus dokumen berkendara pada hari ini
11 Juni 2026, 06:00 WIB
Jangan sampai terlambat, SIM keliling Jakarta tidak melayani prosedur perpanjangan SIM yang kedaluwarsa
10 Juni 2026, 17:00 WIB
Yamaha Classy Modifest 2026 perdana di Surabaya sukses diikuti oleh puluhan modifikator di Jawa Timur
10 Juni 2026, 15:00 WIB
Honda menghadapi tantangan, terdepak dari lima besar merek mobil terlaris Mei 2026 secara wholesales