Baru Meluncur, 10 Ribu Unit MG S5 EV Ditarik dari Pasaran
24 Juli 2026, 20:22 WIB
Sensor LiDAR kerap ditempatkan di bagian depan atap mobil listrik Cina keluaran terkini, dukung keselamatan
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Mobil listrik Cina keluaran terkini seringkali memiliki tambahan sensor keamanan yang ditempatkan di bagian depan atas kendaraan.
Sensor itu bernama Light Detection and Ranging atau lebih dikenal dengan nama LiDAR. Komponen ini juga kerap ditemukan di kendaraan otonom.
Banyak mobil listrik Cina di negara asalnya telah dilengkapi LiDAR. Misalnya sedan BYD Seal.
Deretan kendaraan teranyar dari BYD telah menggunakan sistem keselamatan berkendara God’s Eye, didukung sensor LiDAR untuk menambah keamanan.
“LiDAR, sebuah teknologi penginderaan jauh yang menggunakan laser untuk mengukur jarak terhadap objek, permukaan jalan, membuat gambar 3D lingkungan secara akurat,” kata Sony Susmana, Instruktur Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) kepada KatadataOTO belum lama ini.
Berkat laser itu, LiDAR bisa menghasilkan gambaran tiga dimensi yang akurat untuk membantu efektivitas sistem keamanan berkendara pada mobil.
Jadi kendaraan bisa mendeteksi serta memahami kondisi lingkungan dilalui dengan lebih akurat ketimbang sensor biasa.
Ada peluang mobil-mobil Cina untuk pasar Indonesia bakal dilengkapi sensor LiDAR di masa mendatang.
Pegiat keselamatan berkendara menilai, LiDAR tetap relevan untuk digunakan di Indonesia. Namun ada beberapa hal perlu jadi perhatian.
LiDAR hanya berfungsi sebagai alat untuk membantu sistem keselamatan dan pengemudi agar lebih awas, bukan dijadikan pengganti dalam mengoperasikan mobil.
“Pasti (LiDAR) sangat membantu pengendara. Tetapi tetap dalam pengawasan yang terus-menerus,” kata Sony.
Sebagai informasi, saat ini belum ada mobil listrik Cina di Indonesia dilengkapi tambahan sensor LiDAR.
Misalnya BYD, di negara asalnya sudah mulai mengimplementasikan sistem God’s Eye didukung LiDAR.
Di pasar Indonesia pada awal 2025 BYD justru memboyong Seal varian baru dengan teknologi suspensi DiSus-C atau Intelligent Damping Body Control System, alih-alih LiDAR.
Hadir di tipe tertinggi Performance, DiSus-C merupakan suspensi adaptif yang berfokus menambah kenyamanan berkendara.
Namun tidak menutup kemungkinan di masa mendatang pabrikan Cina mulai menggunakan LiDAR untuk lini kendaraan di Tanah Air.
Mengingat seiring berjalannya waktu, komponen pada teknologi LiDAR mulai mengalami penurunan harga bersamaan dengan masifnya penggunaan sensor itu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
24 Juli 2026, 20:22 WIB
23 Juli 2026, 18:32 WIB
19 Juli 2026, 12:00 WIB
16 Juli 2026, 07:00 WIB
15 Juli 2026, 07:00 WIB
Terkini
25 Juli 2026, 22:44 WIB
Toyota terus menunjukkan komitmen mereka dalam memajukan pendidikan vokasi dengan menyumbangkan mesin mobil
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Penjualan mobil tampak kembali pulih di Juni 2026, Kemenperin yakin bisa tembus 1 juta unit di akhir 2026
25 Juli 2026, 08:00 WIB
Para pemilik kendaraan jenis SUV atau Double Cabin 4X4 menjadi incaran calon produk terbaru Giti di Indonesia
24 Juli 2026, 23:00 WIB
SUV PHEV DFSK E5 Plus sudah mulai dirakit lokal di pabrik Cikande, ditawarkan dengan harga Rp 500 jutaan
24 Juli 2026, 22:00 WIB
Daihatsu Rocky Hybrid dibekali beberapa fitur terkini guna memberikan sensasi berkendara yang berbeda
24 Juli 2026, 21:00 WIB
Astra Honda Motor Technical Skill Contest 2026 baru saja digelar dan diikuti 69 peserta dari seluruh Indonesia
24 Juli 2026, 20:22 WIB
Mobil listrik MG S5 EV memiliki potensi overheating, ada ribuan unit yang mulai ditarik dari pasaran
24 Juli 2026, 09:00 WIB
Menutup pekan terakhir di Juli 2026, Sistem lalu lintas Ganjil Genap Jakarta hari ini tetap diberlakukan