Flash Charging BYD Hanya Ekstra Cepat Untuk Model Terbaru
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Meski sudah diturunkan harganya, mobil listrik bekas masih kurang diminati masyarakat di sentra lelang
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penggunaan mobil listrik sudah semakin masif di Indonesia. Hal itu terjadi dalam empat sampai lima tahun terakhir.
Namun nampaknya, banyak pengguna Electric Vehicle (EV) yang telah menjual kendaraannya seperti ke sentra lelang.
Termasuk salah satunya di Balai Lelang Serasi (IBID). Di sana terdapat sejumlah mobil listrik yang bisa dimiliki.
Akan tetapi menurut petinggi IBID, minat masyarakat terhadap mobil listrik bekas masih sangat rendah.
“Berat jualannya (EV), secara angka resale value juga sudah turun,” ungkap Daddy Doxa, Direktur Utama IBID di Jakarta Timur, Selasa (15/07).
Lebih jauh Doxa menjelaskan bahwa berbagai cara sudah mereka lakukan. Seperti membanting harga kendaraan roda empat setrum.
Ambil contoh untuk Toyota bZ4X yang ada di sana. Semula dilelang dengan harga dasar Rp 700 juta.
Kini mereka menurunkan harga dasarnya menjadi Rp 630 juta. Namun tidak ada juga masyarakat membeli.
“Turun pun itu masih belum ada yang mengambil,” Doxa melanjutkan.
Doxa mengungkapkan ada sejumlah faktor membuat masyarakat enggan memboyong mobil listrik bekas.
Salah satunya adalah ekosistem yang belum terbentuk sempurna. Seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) masih kurang banyak.
Kemudian belum ada jaminan kualitas baterai dari para pabrikan. Sehingga masyarakat masih ragu menggunakan EV.
“Saya yakin nanti kalau misal semua produsen EV berproduksi semakin banyak, itu resale value akan terbentuk,” lanjut dia.
Selain itu garansi baterai mobil listrik yang hangus jika sudah dipindah tangankan juga menjadi pertimbangan.
Mengingat jaminan penampung daya kendaraan roda empat setrum banyak yang hanya berlaku untuk pembeli tangan pertama.
Oleh sebab itu masyarakat lebih menginginkan memiliki mobil listrik baru ketimbang bekas.
Kendati demikian Doxa percaya kalau EV seken bisa tinggi peminatnya di masa depan. Namun tidak dalam waktu dekat.
“Mungkin lima tahun (atau) enam tahun lagi kalau komitmen pemerintah masuk ke EV tetap serius, ini kan insentifnya banyak,” tegas Doxa.
Terakhir menurut Doxa, pembeli mobil listrik di sentra lelang kebanyakan perorangan buka para diler kendaraan roda empat bekas.
“Kalau showroom (mobil bekas), mereka takut buat jualnya lagi,” Doxa menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
14 Oktober 2026, 17:00 WIB
14 Oktober 2026, 16:22 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan