Honda Sebut EV Murah Belum Bisa Gantikan Peran LCGC
22 September 2026, 13:00 WIB
Honda menegaskan bahwa unit di Indonesia belum terdampak Recall Feul Pump yang terjadi di Amerika Serikat
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Recall Honda ke lebih dari 720.000 unit di Amerika Serikat akibat masalah Feul Pump belum berdampak ke Indonesia. Padahal unit yang ditarik sebenarnya juga dijual di Tanah Air.
Hanya saja sampai sekarang Honda Prospect Motor belum mendapat arahan dari pihak principal apakah unit yang di Indonesia juga terdampak.
“Saat ini belum ada informasi mengenai dampak recall tersebut di Indonesia. Tentunya kami akan terus memonitor perkembangannya dan mengabarkan bila ada informasi baru,” terang Yusak Billy, Sales & Marketing anda After Sales Director PT HPM pada KatadataOTO (23/10).
Ia pun menambahkan bahwa pihaknya terbuka terhadap informasi Recall karena itu merupakan tanggung jawab perusahaan kepada konsumen.
“Tujuannya tentu memastikan setiap konsumen dapat terus menggunakan produk Honda dengan aman dan nyaman. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa ada 720.810 kendaraan dari berbagai model termasuk CR-V Hybrid dan Civic Hybrid terkena recall. Penarikan dilakukan karena adanya potensi kerusakan pada pompa bahan bakar.
Honda bersama National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) menemukan telah terjadi kesalahan proses produksi pompa bahan bakar bertekanan tinggi. Akibatnya komponen berisiko retak saat digunakan.
Keretakan tersebut bisa menyebabkan kebocoran bahan bakar di dekat sumber api dan meningkatkan risiko kebakaran. Dalam beberapa kasus tercium bau bensin saat kendaraan dikendarai atau dalam keadaan diam.
Ini adalah kali ketiga perusahaan asal Jepang tersebut melakukan penarikan kembali di Oktober 2024.
Recall pertama yang mereka lakukan adalah di awal Oktober 2024 karena adanya masalah pada Steering Gearbox Worm Wheel. Potensi kerusakan terjadi karena proses produksinya dinilai tidak tepat sehingga mudah memuai saat digunakan.
Akibatnya gaya gesek dari komponen tersebut bakal meningkat dan mobil sulit digunakan. Setidaknya ada 1,7 juta terdampak dalam program recall ini.
Kemudian beberapa hari lalu Honda juga merecall CR-V Hybrid di Amerika Serikat. Kali ini masalahnya terdapat pada sistem baterai Lithium-Ion yang digunakan oleh pabrikan.
Dalam pemeriksaan ditemukan bahwa ada beberapa terminal negatif pada kemasan baterai yang dibuat dengan ketebalan tidak mencukupi, Akibatnya berisiko terjadi keretakan hingga mengekspos alumunium di bawahnya.
Bila alumunium tersebut bersentuhan dengan elektrolit baterai maka bakal membahayakan sel penampung daya. Dalam kondisi ekstrem maka akan timbul percikan api dan membuat mobil terbakar.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 September 2026, 13:00 WIB
18 September 2026, 16:50 WIB
12 September 2026, 08:14 WIB
11 September 2026, 16:01 WIB
11 September 2026, 12:25 WIB
Terkini
24 September 2026, 13:00 WIB
Menurut Superbiker Moto Solo selaku diler QJMotor, masalah yang mereka hadapi karena ada masalah di prinsipal
24 September 2026, 11:00 WIB
Yamaha Grand Filano jadi medium kreativitas anak-anak muda, gaet ratusan peserta dari berbagai daerah
24 September 2026, 09:12 WIB
Dayton hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan ban mobil dengan keunggulan esensial
24 September 2026, 07:00 WIB
Bagi penggemar Vespa matic sekarang jadi waktu yang tepat untuk membeli kendaraan roda dua asal Italia itu
24 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diandalkan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol Ibu Kota
24 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima tempat berbeda hari ini, berikut lokasi dan jam operasionalnya
24 September 2026, 06:00 WIB
Jika ingin mengurus dokumen berkendara, Anda bisa memilih salah satu lokasi SIM keliling Bandung hari ini
23 September 2026, 22:39 WIB
Pertamina Lubricants dan Telkomsel berkolaborasi untuk menghadirkan Promo Gokil untuk para ojek online