Honda Beat Dipercantik Pakai Baju Baru Lebih Meriah
28 Juni 2026, 11:00 WIB
Honda berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan CR-V Hybrid di Tanah Air terkena Recall atau tidak
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Honda melakukan penarikan kembali atau Recall untuk model CR-V Hybrid di Amerika Serikat. Hal itu dilakukan karena teridentifikasi ada masalah pada sistem baterai Lithium-Ion.
Kemudian memiliki potensi terbakar, sehingga cukup berisiko dan membahayakan sang pemilik ketika digunakan di jalan raya.
Mendengar hal tersebut HPM (Honda Prospect Motor) pun buka suara. Mereka belum bisa memastikan Recall turut terjadi di Tanah Air atau tidak.
“Di Indonesia kami belum dapat kabar. Nanti kalau sudah ada pasti saya informasikan, karena itu sangat penting,” ujar Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM di Cilandak, Jakarta Selatan pada Sabtu (19/10).
Billy menuturkan kalau sampai sekarang ia masih menunggu informasi dari Honda Global. Ia ingin memastikan keamanan bagi konsumen mereka.
Ia pun mengaku terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Sehingga bisa mendapatkan kepastian mengenai Recall Honda CR-V Hybrid.
“Sampai sekarang kami belum ada informasi untuk pasar Indonesia, karena kita dapat mobilnya dari Thailand,” lanjut Billy.
Dia menegaskan kalau penarikan kembali ini menjadi perhatian khusus bagi HPM. Hal itu untuk memberi rasa nyaman juga aman ke konsumen.
“Dengan principal berhubungan terus, kami harus proaktif karena ini menyangkut keselamatan serta keamanan konsumen. Penting buat kita dan tidak boleh telat, sampai sekarang di Indonesia belum ada kasus," Billy menegaskan.
Sebagai informasi, Recal Honda CR-V Hybrid di negeri Paman Sam terjadi karena beberapa terminal negatif pada bagian kemasan baterai dibuat dengan ketebalan sisa pelapis tembaga yang tidak mencukupi.
Cacat produksi tersebut bisa menyebabkan pelapis retak. Kemudian dapat mengekspos alumunium di bawahnya.
Ketika alumunium bersentuhan dengan elektrolit baterai, maka bakal membentuk kombinasi yang membahayakan bagi sel penampung daya.
Dalam skenario terburuk, hal itu dapat menyebabkan terminal baterai rusak. Jika terjadi kegagalan seperti itu, kendaraan tidak akan bisa dijalankan.
Sementara bila kerusakan terjadi saat proses pengecasan maka ada kemungkinan terjadi percikan api. Lalu meningkatkan risiko kebakaran pada Honda CR-V Hybrid.
Sebagai informasi, baterai Honda CR-V Hybrid dipasok oleh Panasonic. Salah satu pemain utama dalam industri penampung daya.
Di sisi lain tercatat ada 98 unit Honda CR-V Hybrid yang terdampak Recall, dengan periode produksi antara 6 Oktober 2022 hingga 24 Januari 2023.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
28 Juni 2026, 11:00 WIB
26 Juni 2026, 09:00 WIB
24 Juni 2026, 13:14 WIB
19 Juni 2026, 15:00 WIB
16 Juni 2026, 19:00 WIB
Terkini
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit
30 Juni 2026, 13:00 WIB
Chery Q EV hadir dengan tawaran yang menarik mulai dari desain dan dukungan fitur yang lengkap di kelas Rp 200 jutaa
30 Juni 2026, 11:03 WIB
SUV Jetour T1 siap menantang Mitsubishi Destinator, tersedia dalam opsi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)
30 Juni 2026, 06:37 WIB
Di akhir Juni 2026 fasilitas SIM keliling Jakarta beroperasi seperti biasa di lima lokasi, simak jadwalnya
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung untuk mengakomodir kebutuhan para pengendara motor dan mobil
30 Juni 2026, 06:00 WIB
Untuk bisa sedikit mengurai kemacetan parah di Ibu Kota, diberlakukan aturan Ganjil Genap Jakarta sejak pagi
29 Juni 2026, 21:05 WIB
Veda Ega Pratama mengaku kecewa karena mengalami kecelakaan dan tidak menyelesaikan Moto3 Belanda 2026
29 Juni 2026, 16:00 WIB
Usai balapan di Belanda, Martin berhasil menempati puncak klasemen sementara MotoGP 2026 dengan 193 poin