Honda ADV 160 Terbaru Resmi Meluncur, Aman Pakai Etanol
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
Honda berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan CR-V Hybrid di Tanah Air terkena Recall atau tidak
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Honda melakukan penarikan kembali atau Recall untuk model CR-V Hybrid di Amerika Serikat. Hal itu dilakukan karena teridentifikasi ada masalah pada sistem baterai Lithium-Ion.
Kemudian memiliki potensi terbakar, sehingga cukup berisiko dan membahayakan sang pemilik ketika digunakan di jalan raya.
Mendengar hal tersebut HPM (Honda Prospect Motor) pun buka suara. Mereka belum bisa memastikan Recall turut terjadi di Tanah Air atau tidak.
“Di Indonesia kami belum dapat kabar. Nanti kalau sudah ada pasti saya informasikan, karena itu sangat penting,” ujar Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM di Cilandak, Jakarta Selatan pada Sabtu (19/10).
Billy menuturkan kalau sampai sekarang ia masih menunggu informasi dari Honda Global. Ia ingin memastikan keamanan bagi konsumen mereka.
Ia pun mengaku terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Sehingga bisa mendapatkan kepastian mengenai Recall Honda CR-V Hybrid.
“Sampai sekarang kami belum ada informasi untuk pasar Indonesia, karena kita dapat mobilnya dari Thailand,” lanjut Billy.
Dia menegaskan kalau penarikan kembali ini menjadi perhatian khusus bagi HPM. Hal itu untuk memberi rasa nyaman juga aman ke konsumen.
“Dengan principal berhubungan terus, kami harus proaktif karena ini menyangkut keselamatan serta keamanan konsumen. Penting buat kita dan tidak boleh telat, sampai sekarang di Indonesia belum ada kasus," Billy menegaskan.
Sebagai informasi, Recal Honda CR-V Hybrid di negeri Paman Sam terjadi karena beberapa terminal negatif pada bagian kemasan baterai dibuat dengan ketebalan sisa pelapis tembaga yang tidak mencukupi.
Cacat produksi tersebut bisa menyebabkan pelapis retak. Kemudian dapat mengekspos alumunium di bawahnya.
Ketika alumunium bersentuhan dengan elektrolit baterai, maka bakal membentuk kombinasi yang membahayakan bagi sel penampung daya.
Dalam skenario terburuk, hal itu dapat menyebabkan terminal baterai rusak. Jika terjadi kegagalan seperti itu, kendaraan tidak akan bisa dijalankan.
Sementara bila kerusakan terjadi saat proses pengecasan maka ada kemungkinan terjadi percikan api. Lalu meningkatkan risiko kebakaran pada Honda CR-V Hybrid.
Sebagai informasi, baterai Honda CR-V Hybrid dipasok oleh Panasonic. Salah satu pemain utama dalam industri penampung daya.
Di sisi lain tercatat ada 98 unit Honda CR-V Hybrid yang terdampak Recall, dengan periode produksi antara 6 Oktober 2022 hingga 24 Januari 2023.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
21 Agustus 2026, 17:00 WIB
20 Agustus 2026, 10:28 WIB
18 Agustus 2026, 07:00 WIB
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Terkini
29 Agustus 2026, 21:08 WIB
Marc Marquez kembali unjuk performa di Sprint Race MotoGP Aragon 2026, naik podium bersama Alex Marquez
29 Agustus 2026, 18:01 WIB
Memiliki motor bebek bisa jadi salah satu opsi terbaik bulan ini, sebab ada banyak produk yang bisa dipilih
28 Agustus 2026, 22:10 WIB
BYD Mako PHEV menjadi produk terbaru yang mengisi segmen pikap double cabin, debut di Brasil lebih dulu
28 Agustus 2026, 21:10 WIB
Jorge Martin ingin melanjutkan tren positifnya pada MotoGP Aragon 2026 dengan mengalahkan Marc Marquez
28 Agustus 2026, 17:00 WIB
Jetour T2 Facelift hadir di Chengdu Auto Show dengan ubahan drastis di bagian depan, tampil mirip Defender
28 Agustus 2026, 15:00 WIB
Geely menemukan ada permasalahan pada LiDAR beberapa model mobil Lynk & Co yang diproduksi mulai awal 2025
28 Agustus 2026, 13:00 WIB
Ai Ogura harus masuk ke ruang operasi karena mengalami patah tulang pada tangan kiri usai kecelakaan di Jepang
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini