Terungkap Quartararo Ambil Keputusan Pergi dari Yamaha Sejak 2025
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Honda berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan CR-V Hybrid di Tanah Air terkena Recall atau tidak
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Honda melakukan penarikan kembali atau Recall untuk model CR-V Hybrid di Amerika Serikat. Hal itu dilakukan karena teridentifikasi ada masalah pada sistem baterai Lithium-Ion.
Kemudian memiliki potensi terbakar, sehingga cukup berisiko dan membahayakan sang pemilik ketika digunakan di jalan raya.
Mendengar hal tersebut HPM (Honda Prospect Motor) pun buka suara. Mereka belum bisa memastikan Recall turut terjadi di Tanah Air atau tidak.
“Di Indonesia kami belum dapat kabar. Nanti kalau sudah ada pasti saya informasikan, karena itu sangat penting,” ujar Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM di Cilandak, Jakarta Selatan pada Sabtu (19/10).
Billy menuturkan kalau sampai sekarang ia masih menunggu informasi dari Honda Global. Ia ingin memastikan keamanan bagi konsumen mereka.
Ia pun mengaku terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Sehingga bisa mendapatkan kepastian mengenai Recall Honda CR-V Hybrid.
“Sampai sekarang kami belum ada informasi untuk pasar Indonesia, karena kita dapat mobilnya dari Thailand,” lanjut Billy.
Dia menegaskan kalau penarikan kembali ini menjadi perhatian khusus bagi HPM. Hal itu untuk memberi rasa nyaman juga aman ke konsumen.
“Dengan principal berhubungan terus, kami harus proaktif karena ini menyangkut keselamatan serta keamanan konsumen. Penting buat kita dan tidak boleh telat, sampai sekarang di Indonesia belum ada kasus," Billy menegaskan.
Sebagai informasi, Recal Honda CR-V Hybrid di negeri Paman Sam terjadi karena beberapa terminal negatif pada bagian kemasan baterai dibuat dengan ketebalan sisa pelapis tembaga yang tidak mencukupi.
Cacat produksi tersebut bisa menyebabkan pelapis retak. Kemudian dapat mengekspos alumunium di bawahnya.
Ketika alumunium bersentuhan dengan elektrolit baterai, maka bakal membentuk kombinasi yang membahayakan bagi sel penampung daya.
Dalam skenario terburuk, hal itu dapat menyebabkan terminal baterai rusak. Jika terjadi kegagalan seperti itu, kendaraan tidak akan bisa dijalankan.
Sementara bila kerusakan terjadi saat proses pengecasan maka ada kemungkinan terjadi percikan api. Lalu meningkatkan risiko kebakaran pada Honda CR-V Hybrid.
Sebagai informasi, baterai Honda CR-V Hybrid dipasok oleh Panasonic. Salah satu pemain utama dalam industri penampung daya.
Di sisi lain tercatat ada 98 unit Honda CR-V Hybrid yang terdampak Recall, dengan periode produksi antara 6 Oktober 2022 hingga 24 Januari 2023.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
13 Agustus 2026, 07:00 WIB
07 Agustus 2026, 18:11 WIB
06 Agustus 2026, 12:00 WIB
30 Juli 2026, 15:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda