Awas Macet, Puncak Arus Mudik Diperkirakan Terjadi Hari Ini
29 Maret 2025, 06:30 WIB
Perjalanan Ke Semarang Bisa 12 Jam saat puncak arus mudik, Pemerintah pun menyarankan warga agar mudik lebih awal
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan mengingatkan kepada masyarakat akan kepadatan lalu lintas yang akan terjadi saat puncak arus mudik. Pasalnya berdasarkan studi yang telah dilakukan akan terjadi peningakatan pemudik dibandingkan 2019.
Kondisi tersebut menurutnya akan membuat jalanan menjadi jauh lebih padat dibanding sebelumnya. Bahkan perjalanan Jakarta – Semarang yang biasanya hanya ditempuh dalam waktu 6-7 jam melalui tol Transjawa dapat meningkat 2 kali lipat.
“Bayangkan mudik kali ini naik 40 persen dibandingkan 2019. Jangan harap bisa ke Semarang itu 6 sampai 7 jam, bisa dua kali lipatnya,” ungkap Budi Sumadi.
Itu artinya meski menggunakan jalan tol Trans Jawa sekalipun, perjalanan ke Semarang bisa 12 jam atau lebih.
Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Pihaknya telah melakukan simulasi dengan berbagai rekayasa seperti aturan ganjil genap, one way, contra flow, dan truk berporos tiga tidak diperbolehkan melintas di jalan tol dan arteri.
“Kalau 40 persen itu tinggi sekali dan Presiden pun khawatir sehingga kami disuruh simulasi. Dengan kenaikan 40 persen, bila tingkat keberhasilan ganjil genap itu 30 persen sama dengan DKI maka kaku lintas baru menjadi baik tapi kalau tidak, itu gagal dan tingkat kegagalannya cukup tinggi,” tegasnya.
Oleh karena itu, Ia pun mengajak masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik lebih awal dan menghindari waktu puncak arus mudik. Hal ini dilakukan agar kepadatan lalu lintas bisa lebih merata dan kemacetan parah bisa terhindari.
"Kami mengajak warga untuk mudik lebih awal, mulai tanggal 23 April,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan bahwa puncak arus mudik akan terjadi pada 29 dan 30 April 2022. Diprediksi pada tanggal tersebut akan ada kenaikan jumlah kendaraan sebesar 10.8 persen dibandingkan kondisi normal.
Pada tanggal tersebut, 27 persen kendaraan akan menuju ke arah barat (Banten) sementara 20.5 persen mengarah ke Selatan (Bogor, Sukabumi). Sedangkan 52.5 persen kendaraan mengarah ke timur (Jawa Barat, Jawa Tengah).
Guna mengantisipasi kepadatan, pihak Kepolisian pun telah menyiapkan sejumlah skenario rekayasa lalu lintas. Salah satunya adalah dengan menerapkan one way dan ganjil genap di jalan tol selama arus mudik dan balik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Maret 2025, 06:30 WIB
14 Maret 2025, 23:00 WIB
16 Desember 2024, 22:00 WIB
14 Maret 2024, 08:31 WIB
28 Maret 2023, 18:00 WIB
Terkini
03 April 2025, 10:00 WIB
tol Probolinggo Banyuwangi seksi 1 dibuka secara fungsional saat arus balik Lebaran 2025 untuk hindari kemacetan
03 April 2025, 07:55 WIB
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat bakal berdampak ke harga motor Honda di Indonesia
02 April 2025, 18:27 WIB
Demi mengurangi kepadatan lalu lintas pada arus balik Lebaran 2025, Tol Japek II Selatan mulai dibuka hari ini
02 April 2025, 17:00 WIB
Jasa Marga bebaskan tarif tol saat arus balik untuk beri kemudahan kepada masyarakat saat arus balik
02 April 2025, 14:00 WIB
Nissan jual pabrik mereka di India pada Renault demi selamatkan perusahaan dari ancaman kebangkrutan
02 April 2025, 12:00 WIB
Jetour X50e EV siap dipasarkan di Indonesia tahun ini, disebut telah didesain menyesuaikan kebutuhan konsumen
02 April 2025, 10:00 WIB
MotoGP Amerika 2025 sempat tertunda 10 menit akibat Marc Marquez, bos Trackhouse minta kejelasan aturan
02 April 2025, 08:20 WIB
Agar mengurangi angka kecelakaan, pihak kepolisian diminta membuat SIM khusus pengemudi mobil listrik