Hindari Puncak Arus Mudik, Perjalanan Ke Semarang Bisa 12 Jam

Perjalanan Ke Semarang Bisa 12 Jam saat puncak arus mudik, Pemerintah pun menyarankan warga agar mudik lebih awal

Hindari Puncak Arus Mudik, Perjalanan Ke Semarang Bisa 12 Jam
Adi Hidayat

TRENOTO – Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan mengingatkan kepada masyarakat akan kepadatan lalu lintas yang akan terjadi saat puncak arus mudik. Pasalnya berdasarkan studi yang telah dilakukan akan terjadi peningakatan pemudik dibandingkan 2019.

Kondisi tersebut menurutnya akan membuat jalanan menjadi jauh lebih padat dibanding sebelumnya. Bahkan perjalanan Jakarta – Semarang yang biasanya hanya ditempuh dalam waktu 6-7 jam melalui tol Transjawa dapat meningkat 2 kali lipat.

“Bayangkan mudik kali ini naik 40 persen dibandingkan 2019. Jangan harap bisa ke Semarang itu 6 sampai 7 jam, bisa dua kali lipatnya,” ungkap Budi Sumadi.

Photo : Antara

Itu artinya meski menggunakan jalan tol Trans Jawa sekalipun, perjalanan ke Semarang bisa 12 jam atau lebih.

Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Pihaknya telah melakukan simulasi dengan berbagai rekayasa seperti aturan ganjil genap, one way, contra flow, dan truk berporos tiga tidak diperbolehkan melintas di jalan tol dan arteri.

“Kalau 40 persen itu tinggi sekali dan Presiden pun khawatir sehingga kami disuruh simulasi. Dengan kenaikan 40 persen, bila tingkat keberhasilan ganjil genap itu 30 persen sama dengan DKI maka kaku lintas baru menjadi baik tapi kalau tidak, itu gagal dan tingkat kegagalannya cukup tinggi,” tegasnya.

Oleh karena itu, Ia pun mengajak masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik lebih awal dan menghindari waktu puncak arus mudik. Hal ini dilakukan agar kepadatan lalu lintas bisa lebih merata dan kemacetan parah bisa terhindari.

Photo : Jasa Marga

"Kami mengajak warga untuk mudik lebih awal, mulai tanggal 23 April,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa puncak arus mudik akan terjadi pada 29 dan 30 April 2022. Diprediksi pada tanggal tersebut akan ada kenaikan jumlah kendaraan sebesar 10.8 persen dibandingkan kondisi normal.

Pada tanggal tersebut, 27 persen kendaraan akan menuju ke arah barat (Banten) sementara 20.5 persen mengarah ke Selatan (Bogor, Sukabumi). Sedangkan 52.5 persen kendaraan mengarah ke timur (Jawa Barat, Jawa Tengah).

Guna mengantisipasi kepadatan, pihak Kepolisian pun telah menyiapkan sejumlah skenario rekayasa lalu lintas. Salah satunya adalah dengan menerapkan one way dan ganjil genap di jalan tol selama arus mudik dan balik.


Terkini

news
Farizon V8E

Farizon Siap Terima Orderan Untuk MBG, Andalkan Van Listrik V8E

Farizon V8E dinilai cocok untuk memenuhi kebutuhan dapur SPPG guna menyalurkan MBG ke sekolah-sekolah

mobil
Smart #2

Smart #2 Siap Debut, Rival Air ev Racikan Geely dan Mercedes-Benz

Smart menghadirkan reinkarnasi dari ForTwo, kini bertenaga listrik dan memiliki tampilan yang lebih modern

motor
Presiden Prabowo Subianto

Kritik Pedas Prabowo Soal Motor Listrik Lokal yang Hanya Rebadged

Prabowo mendorong para produsen mengembangkan dan memproduksi motor listrik secara mandiri di Indonesia

mobil
Wuling Aira ev

10 Mobil Listrik Terlaris Juli 2026, Wuling Aira ev Moncer

Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi

mobil
Suzuki XL7

Puluhan Suzuki XL7 Facelift Temui Konsumen Pertamanya

Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen

mobil
Mobil listrik nasional

Prabowo Pastikan Mobil Listrik Nasional Mengaspal pada 2028

Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif

otosport
Fabio Quartararo

Terungkap Quartararo Ambil Keputusan Pergi dari Yamaha Sejak 2025

Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia

mobil
Farizon V8E

Farizon Investasi 50 Miliar Untuk Produksi V8E di Purwakarta

Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E