Mobil Listrik Chery J6T CSH, SUV Boxy Beridentitas Adventure
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
Penurunan harga BMW di pasar Cina sudah resmi diberlakukan sejak 1 Januari 2026 dengan besaran bervariasi
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Para pabrikan mobil Eropa sepertinya sudah gerah dengan produk-produk dari Cina. Hal itu karena mengganggu pasar mereka.
Apalagi banyak kendaraan roda empat asal Tiongkok, ditawarkan dengan harga sangat terjangkau kepada para konsumen.
Situasi tersebut mendorong BMW untuk menyesuaikan strategi, seperti contoh menurunkan banderol produk mereka.
“BMW Cina secara resmi mengumumkan penyesuaian besar-besaran terhadap harga jual eceran yang direkomendasikan untuk lebih dari 30 model utama,” tulis laporan Carnewschina pada Senin (05/01).
Disebutkan bahwa kebijakan satu ini, sudah resmi diberlakukan sejak pergantian tahun atau 1 Januari 2026.
BMW diklaim mengambil langkah cukup berani. Sebab menurunkan banderol kendaraan roda empat dengan sangat agresif.
Sebagian besar harga mobil BMW mengalami penyesuaian sekitar 10 persen. Berlaku untuk model premium maupun kelas paling bawah.
Ambil contoh BMW i7 M70L semula dijual 1,899 juta yuan atau Rp 4,5 miliar, menjadi hanya 1,598 juta yuan setara Rp 3,8 miliar saja.
Jumlah tersebut cukup besar bagi sebuah produk asal Benua Biru, mengingat terdapat penurunan sekitar 16 persen.
Kemudian penurunan harga mobil BMW paling besar terjadi di model iX1 eDrive25L. Pada 2025 diniagakan 299.900 yuan setara Rp 717,9 juta.
Akan tetapi pada tahun ini, kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) itu bisa didapatkan para konsumen dengan dana Rp 545,8 juta atau terkoreksi 24 persen.
Di sisi lain BMW menampik jika menerapkan strategi membanting banderol lini produk mereka. Akan tetapi langkah tersebut dikatakan sebagai peningkatan nilai secara sistematis.
Pabrikan asal Jerman tersebut menilai, keputusan di atas merupakan langkah agar bisa tetap kompetitif di pasar Tiongkok.
Selain untuk meningkatkan daya saing di Cina, strategi ini juga diharapkan membuat lebih banyak konsumen tertarik membeli kendaraan roda empat BMW.
Memang tidak bisa dipungkiri, perang harga di Cina berlangsung sangat sengit. Banyak pabrikan memangkas keuntungan dari penjualan.
Hal ini dilakukan demi menghadirkan produk-produk dengan banderol sangat terjangkau. Tentu strategi ini dinilai tidak sehat.
Mengingat beberapa pabrikan tidak bisa meraih banyak keuntungan, artinya keberlangsungan bisnis mereka di masa depan bisa terganggu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
23 Agustus 2026, 12:02 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
20 Agustus 2026, 19:19 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
18 Agustus 2026, 21:30 WIB
Terkini
24 Agustus 2026, 18:54 WIB
FIFGroup rayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara melakukan perjalanan panjang dan bermakna
24 Agustus 2026, 18:22 WIB
Avatr 07L siap menjadi rival setara buat Denza, tawarkan kendaraan premium ramah lingkungan di Indonesia
24 Agustus 2026, 09:00 WIB
Pergeseran minat pelaku usaha menuju kendaraan elektrifikasi, khususnya hybrid, sudah mulai terlihat
24 Agustus 2026, 06:20 WIB
Untuk bisa nyaman menggunakan kendaraan pribadi di Ibu Kota, Ikuti aturan Ganjil Genap Jakarta hari ini
24 Agustus 2026, 06:12 WIB
SIM keliling Bandung tetap beroperasi hari ini untuk melayani masyarakat di Kota Kembang dari dua lokasi
24 Agustus 2026, 06:11 WIB
Perpanjangan masa berlaku bisa di fasilitas SIM keliling Jakarta hari ini, simak lokasi dan syaratnya
23 Agustus 2026, 21:10 WIB
Motul boyong produk-produk unggulan yang memudahkan pembelian para pengunjung Indonesia Custom Show 2026
23 Agustus 2026, 20:38 WIB
Ipone tunjukkan komitmennya untuk mendekatkan diri dengan para pelanggan setia di Indonesia Custom Show 2026