BYD Atto 2 Terdaftar di Indonesia, Versi Terbarunya Debut
22 September 2026, 07:00 WIB
Penurunan harga BMW di pasar Cina sudah resmi diberlakukan sejak 1 Januari 2026 dengan besaran bervariasi
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Para pabrikan mobil Eropa sepertinya sudah gerah dengan produk-produk dari Cina. Hal itu karena mengganggu pasar mereka.
Apalagi banyak kendaraan roda empat asal Tiongkok, ditawarkan dengan harga sangat terjangkau kepada para konsumen.
Situasi tersebut mendorong BMW untuk menyesuaikan strategi, seperti contoh menurunkan banderol produk mereka.
“BMW Cina secara resmi mengumumkan penyesuaian besar-besaran terhadap harga jual eceran yang direkomendasikan untuk lebih dari 30 model utama,” tulis laporan Carnewschina pada Senin (05/01).
Disebutkan bahwa kebijakan satu ini, sudah resmi diberlakukan sejak pergantian tahun atau 1 Januari 2026.
BMW diklaim mengambil langkah cukup berani. Sebab menurunkan banderol kendaraan roda empat dengan sangat agresif.
Sebagian besar harga mobil BMW mengalami penyesuaian sekitar 10 persen. Berlaku untuk model premium maupun kelas paling bawah.
Ambil contoh BMW i7 M70L semula dijual 1,899 juta yuan atau Rp 4,5 miliar, menjadi hanya 1,598 juta yuan setara Rp 3,8 miliar saja.
Jumlah tersebut cukup besar bagi sebuah produk asal Benua Biru, mengingat terdapat penurunan sekitar 16 persen.
Kemudian penurunan harga mobil BMW paling besar terjadi di model iX1 eDrive25L. Pada 2025 diniagakan 299.900 yuan setara Rp 717,9 juta.
Akan tetapi pada tahun ini, kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) itu bisa didapatkan para konsumen dengan dana Rp 545,8 juta atau terkoreksi 24 persen.
Di sisi lain BMW menampik jika menerapkan strategi membanting banderol lini produk mereka. Akan tetapi langkah tersebut dikatakan sebagai peningkatan nilai secara sistematis.
Pabrikan asal Jerman tersebut menilai, keputusan di atas merupakan langkah agar bisa tetap kompetitif di pasar Tiongkok.
Selain untuk meningkatkan daya saing di Cina, strategi ini juga diharapkan membuat lebih banyak konsumen tertarik membeli kendaraan roda empat BMW.
Memang tidak bisa dipungkiri, perang harga di Cina berlangsung sangat sengit. Banyak pabrikan memangkas keuntungan dari penjualan.
Hal ini dilakukan demi menghadirkan produk-produk dengan banderol sangat terjangkau. Tentu strategi ini dinilai tidak sehat.
Mengingat beberapa pabrikan tidak bisa meraih banyak keuntungan, artinya keberlangsungan bisnis mereka di masa depan bisa terganggu.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
22 September 2026, 07:00 WIB
21 September 2026, 11:16 WIB
20 September 2026, 21:41 WIB
19 September 2026, 21:00 WIB
17 September 2026, 15:00 WIB
Terkini
24 September 2026, 09:12 WIB
Dayton hadir untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang membutuhkan ban mobil dengan keunggulan esensial
24 September 2026, 07:00 WIB
Bagi penggemar Vespa matic sekarang jadi waktu yang tepat untuk membeli kendaraan roda dua asal Italia itu
24 September 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta kembali diandalkan untuk memecah kebuntuan di sejumlah jalanan protokol Ibu Kota
24 September 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta tersebar di lima tempat berbeda hari ini, berikut lokasi dan jam operasionalnya
24 September 2026, 06:00 WIB
Jika ingin mengurus dokumen berkendara, Anda bisa memilih salah satu lokasi SIM keliling Bandung hari ini
23 September 2026, 22:39 WIB
Pertamina Lubricants dan Telkomsel berkolaborasi untuk menghadirkan Promo Gokil untuk para ojek online
23 September 2026, 19:00 WIB
Daihatsu buktikan komitmennya menjaga efisiensi energi dan keberlanjutan dalam proses produksi kendaraan
23 September 2026, 17:49 WIB
Sistem Series-Parallel Hybrid dan Power Split Device di Toyota Veloz Hybrid punya konsumsi BBM tergolong hemat