Ada 45 Motor dan Mobil yang Bisa Dicoba di GIIAS Semarang 2026
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
Toyota berharap insentif mobil hybrid bisa diberikan kepada kendaraan yang sudah diproduksi di dalam negeri
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Pemerintah tengah menggodok wacana insentif mobil hybrid. Hal itu agar masyarakat tertarik memboyong kendaraan ramah lingkungan.
Rencana tersebut mendapat sambutan hangat dari para pabrikan di Tanah Air. Salah satunya seperti disampaikan oleh Toyota Indonesia.
Akan tetapi ada sejumlah hal yang harus diperhatikan dalam penyalurannya menurut jenama asal Jepang. Hal ini agar bantuan tersebut lebih tepat sasaran lagi.
“Berikanlah insentif kepada produk-produk yang bisa mengurangi emisi. Kedua untuk mobil memang sudah diproduksi di dalam negeri, bukan impor,” ujar Anton Jimmi, Direktur Pemasaran PT TAM (Toyota Astra Motor) di GIIAS 2024.
Lebih jauh Anton menjelaskan dengan adanya insentif, harga mobil hybrid bisa semakin terjangkau. Jadi masyarakat tertarik untuk membeli.
Ia mencontohkan seperti di Thailand yang lebih dulu menerapkan. Di negeri gajah putih tersebut kendaraan ramah lingkungan cukup murah.
“Di Thailand Yaris Cross Hybrid itu Rp 300 jutaan. Di sana mobil hybrid sudah memasyarakat karena ada subsidi,” Anton menambahkan.
Anton lantas mengungkapkan jika Thailand sekarang menjadi produsen hybrid terbesar di Asia Tenggara. Hal itu karena pasarnya terus bertumbuh, mendorong pabrikan roda empat mau berinvestasi.
"Kita ingin mobil hybrid harganya semakin kompetitif dan lebih memasyarakat," Tegas Anton.
Sebelumnya Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan kalau pemerintah tengah menyiapkan insentif mobil hybrid.
Pernyataan tersebut senada dengan Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian. Ia menyebut pihaknya akan mengusulkan insentif untuk kendaraan hybrid kepada kementerian terkait.
"Insentif setiap hari kita coba hitung, didiskusikan dengan Internal pemerintah,” ucap Agus.
Di sisi lain, Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) sangat menunggu insentif mobil hybrid dari Presiden Jokowi. Hal ini penting untuk mendongkrak penjualan kendaraan roda empat.
Ditambah saat ini mobil hybrid cukup diminati konsumen. Bahkan angka penjualan tahun lalu berhasil melampaui capaian BEV (Battery Electric Vehicle).
“Insentif mobil hybrid sangat diperlukan karena perkembangan di Indonesia cukup pesat,” ungkap Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo.
Ia kembali mengingatkan bahwa di 2022 ada sekitar 10 ribu unit mobil hybrid terjual kemudian melonjak pesat ke angka 55 ribu sepanjang 2023. Tahun ini Gaikindo menargetkan penjualan kendaraan tersebut bisa menyentuh 70 ribu unit.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
23 September 2026, 17:49 WIB
21 September 2026, 15:43 WIB
15 September 2026, 13:00 WIB
03 September 2026, 07:00 WIB
Terkini
08 Oktober 2026, 19:00 WIB
Station wagon segmen premium dari Fang Cheng Bao, Formula S GT telah didaftarkan di Indonesia oleh BYD
08 Oktober 2026, 17:31 WIB
Program relawan mahasiswa Hyundai Jump School memasuki tahun ketiga, disambut antusias oleh para peserta
08 Oktober 2026, 07:00 WIB
Marc Marquez benar-benar berambisi untuk menyelesaikan balapan dan meraih kemenangan di Sirkuit Mandalika
08 Oktober 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung salah satu fasilitas yang dihadirkan kepolisian, agar bisa lebih memudahkan masyarakat
08 Oktober 2026, 06:00 WIB
Hasil evaluasi, Ganjil Genap Jakarta berhasil mengatur lalu lintas di sejumlah jalan protokol Ibu Kota
08 Oktober 2026, 06:00 WIB
Perpanjangan masa berlaku dapat dilakukan dengan mudah di fasilitas SIM keliling Jakarta, simak lokasinya
07 Oktober 2026, 19:46 WIB
Penjualan Hyundai positif di periode Agustus 2026, produk-produk di segmen premium ikut berkontribusi
07 Oktober 2026, 16:06 WIB
BNI TapCash bisa diandalkan untuk pembayaran tol sampai berbelanja makanan dan minuman saat road trip