Airlangga Ungkap Tengah Kaji Insentif Otomotif di 2026
15 Januari 2026, 12:00 WIB
Auto2000 siap menjalani persaingan penjualan mobil baru tahun depan dengan bermodalkan strategi kuat
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Auto2000, diler resmi Toyota di Indonesia berharap pemerintah tetap memberikan stimulus untuk menggairahkan daya beli konsumen.
Meskipun penjualan mobil berangsur membaik secara perlahan, bantuan dari pemerintah seperti insentif otomotif bisa berdampak signifikan terhadap berbagai faktor.
Misalnya harga mobil semakin kompetitif dan pajak lebih rendah. Sehingga masyarakat tidak terbebani dalam membeli kendaraan baru.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan Auto2000 menegaskan akan mendukung langkah yang diambil pemerintah di masa mendatang.
“Kita berharap pemerintah mengerti, memberikan arahan dan strategi yang cukup kuat,” kata Yagimin, Chief Marketing Officer Auto2000 saat ditemui di Tangerang belum lama ini.
Perlu diketahui belum lama ini Menteri Perkonomian mengatakan bahwa insentif otomotif ditiadakan tahun depan.
Alasannya, industri otomotif dinilai sudah cukup kuat. Ditambah kehadiran banyak merek baru dan investasi perakitan lokal sejumlah merek kendaraan roda empat.
Di sisi lain, Menteri Perindustrian justru masih mengharapkan adanya insentif otomotif untuk mendorong kinerja pasar otomotif di 2026.
“Saya belum bisa menjawab (harapan soal insentif), mungkin yang lebih memahami secara detail itu pihak Toyota Astra Motor. Kami sebagai diler hanya menjalankan apa yang menjadi arahan dari distributor,” tegas Yagimin.
Menjelang akhir tahun, Auto2000 sebagai bagian dari Astra Group menggelar pameran bertempat di Astra Biz Center, BSD City, Tangerang.
Ini menjadi salah satu upaya untuk mempertahankan penjualan di penghujung 2025. Mengingat sepanjang Desember 2025 angka penjualan diprediksi kembali landai imbas libur natal dan tahun baru.
Selama masa pameran, pengunjung disuguhkan berbagai model kendaraan termasuk lini produk anyar Toyota, seperti mobil listrik Urban Cruiser.
Yagimin menegaskan tidak akan menggunakan strategi diskon berlebih untuk mendorong angka penjualan mereka.
“Rasanya diskon kami masih dalam kategori normal. Tentunya kami memikirkan bagaimana kita bisa menjual produk yang secara harga tetap terjaga di pasaran,” kata Yagimin.
Dia menegaskan resale value masih jadi satu keunggulan mau ditawarkan kepada para pelanggan.
Konsumen tidak perlu takut menjual kembali kendaraan mereka karena harga jualnya bertahan di pasaran.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Januari 2026, 12:00 WIB
14 Januari 2026, 13:00 WIB
13 Januari 2026, 07:00 WIB
12 Januari 2026, 10:00 WIB
11 Januari 2026, 19:34 WIB
Terkini
20 Januari 2026, 10:00 WIB
Sejumlah motor matic 150 cc yang ditawarkan Yamaha kepada para konsumen mengalami kenaikan di awal 2026
20 Januari 2026, 09:00 WIB
Kebakaran mobil listrik sering berawal dari human error, salah satunya proses pengisian daya yang tidak tepat
20 Januari 2026, 08:00 WIB
Ada berbagai upaya yang bisa dipilih pemerintah Indonesia untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM di Tanah Air
20 Januari 2026, 07:00 WIB
Honda UC3 jadi salah satu kandidat motor listrik baru di Indonesia, saat ini baru ditawarkan di Thailand
20 Januari 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan para pengendara motor dan mobil, SIM keliling Bandung kembali dihadirkan di Kota Kembang
20 Januari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 20 Januari 2026 digelar pada puluhan ruas jalan untuk atasi kemacetan di Ibu Kota
20 Januari 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani perpanjangan khusus untuk SIM A dan C saja dengan biaya yang bervariasi
19 Januari 2026, 20:00 WIB
Ducati Desmosedici GP26 tampil menawan dengan nuansa merah dan putih matte, siap debut di MotoGP 2026