Rupiah Tertekan, Harga Mobil Baru Bakal Merangsek Naik
05 Juni 2026, 14:06 WIB
Auto2000 siap menjalani persaingan penjualan mobil baru tahun depan dengan bermodalkan strategi kuat
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Auto2000, diler resmi Toyota di Indonesia berharap pemerintah tetap memberikan stimulus untuk menggairahkan daya beli konsumen.
Meskipun penjualan mobil berangsur membaik secara perlahan, bantuan dari pemerintah seperti insentif otomotif bisa berdampak signifikan terhadap berbagai faktor.
Misalnya harga mobil semakin kompetitif dan pajak lebih rendah. Sehingga masyarakat tidak terbebani dalam membeli kendaraan baru.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan Auto2000 menegaskan akan mendukung langkah yang diambil pemerintah di masa mendatang.
“Kita berharap pemerintah mengerti, memberikan arahan dan strategi yang cukup kuat,” kata Yagimin, Chief Marketing Officer Auto2000 saat ditemui di Tangerang belum lama ini.
Perlu diketahui belum lama ini Menteri Perkonomian mengatakan bahwa insentif otomotif ditiadakan tahun depan.
Alasannya, industri otomotif dinilai sudah cukup kuat. Ditambah kehadiran banyak merek baru dan investasi perakitan lokal sejumlah merek kendaraan roda empat.
Di sisi lain, Menteri Perindustrian justru masih mengharapkan adanya insentif otomotif untuk mendorong kinerja pasar otomotif di 2026.
“Saya belum bisa menjawab (harapan soal insentif), mungkin yang lebih memahami secara detail itu pihak Toyota Astra Motor. Kami sebagai diler hanya menjalankan apa yang menjadi arahan dari distributor,” tegas Yagimin.
Menjelang akhir tahun, Auto2000 sebagai bagian dari Astra Group menggelar pameran bertempat di Astra Biz Center, BSD City, Tangerang.
Ini menjadi salah satu upaya untuk mempertahankan penjualan di penghujung 2025. Mengingat sepanjang Desember 2025 angka penjualan diprediksi kembali landai imbas libur natal dan tahun baru.
Selama masa pameran, pengunjung disuguhkan berbagai model kendaraan termasuk lini produk anyar Toyota, seperti mobil listrik Urban Cruiser.
Yagimin menegaskan tidak akan menggunakan strategi diskon berlebih untuk mendorong angka penjualan mereka.
“Rasanya diskon kami masih dalam kategori normal. Tentunya kami memikirkan bagaimana kita bisa menjual produk yang secara harga tetap terjaga di pasaran,” kata Yagimin.
Dia menegaskan resale value masih jadi satu keunggulan mau ditawarkan kepada para pelanggan.
Konsumen tidak perlu takut menjual kembali kendaraan mereka karena harga jualnya bertahan di pasaran.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
05 Juni 2026, 14:06 WIB
05 Juni 2026, 09:00 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
06 Mei 2026, 15:00 WIB
Terkini
09 Juni 2026, 21:30 WIB
Penjualan GWM kembali mengalami penurunan drastis di Mei 2026, secara retail hanya tembus 176 unit mobil
09 Juni 2026, 06:01 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta diberlakukan untuk mengatur arus lalu lintas pada jam sibuk dan diawasi ETLE
09 Juni 2026, 06:00 WIB
Fasilitas SIM keliling Jakarta menjadi alternatif tempat perpanjangan masa berlaku SIM, ada di lima tempat
08 Juni 2026, 20:00 WIB
Kawasaki Brusky 125 digadang-gadang akan meluncur dan dipasarkan ke konsumen di ajang Jakarta Fair 2026
08 Juni 2026, 19:00 WIB
Audi Q5 Sportback teranyar meramaikan opsi mobil premium buat konsumen Tanah Air, simak spesifikasinya
08 Juni 2026, 18:00 WIB
Yadea Indonesia bakal berikan potongan harga khusus pameran hingga Rp 10 juta di Pekan Raya Jakarta 2026
08 Juni 2026, 17:00 WIB
Marc Marquez berhasil membukukan 108 poin pada papan klasemen sementara MotoGP 2026 usai seri di Hungaria
08 Juni 2026, 16:36 WIB
Penjualan Daihatsu secara retail menunjukkan tren positif di Mei 2026, segmen komersial terus mendominasi