BYD Dolphin PHEV Resmi Meluncur, Segini Harganya
14 Juni 2026, 20:00 WIB
Insentif otomotif untuk 2026 masih abu-abu, namun ada sejumlah alternatif lain seperti kepastian regulasi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah belum kunjung menurunkan insentif otomotif untuk 2026. Subsidi itu masih ditunggu oleh berbagai pihak khususnya manufaktur kendaraan ramah lingkungan.
Di tahun sebelumnya, insentif otomotif terbukti jadi salah satu faktor utama konsumen tertarik membeli mobil listrik.
Penjualan mobil listrik perlahan tumbuh seiring kehadiran banyak model baru. Lalu insentif khusus kendaraan impor yang memenuhi persyaratan juga berperan menekan harga jual mobil.
Namun sampai sekarang belum ada informasi kelanjutan insentif. Pengamat menilai sebenarnya ada alternatif yang bisa dilakukan untuk mempertahankan tren positif kendaraan ramah lingkungan.
“Di level kebijakan, pemerintah sebenarnya bisa menggeser fokus dari subsidi tunai ke insentif non-tunai dan kepastian aturan,” kata Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank kepada KatadataOTO belum lama ini.
Kebijakan yang dimaksud serupa dengan pembebasan aturan ganjil genap untuk pengguna mobil listrik di area Jakarta.
Regulasi lain bisa diterapkan terkhusus di Ibu Kota misalnya kemudahan mencari area parkir, lalu infrastruktur pengisian daya yang terjangkau dan tersebar merata.
Di samping insentif, kepastian aturan dinilai dapat menjadi daya tarik tersendiri. Meskipun tampaknya tidak akan sesignifikan pemberian subsidi.
“Jika stimulus otomotif tidak diberikan, penjualan mobil tahun ini kemungkinan lebih dekat ke skenario datar atau naik tipis, bukan lonjakan,” kata Josua.
Hal tersebut disebabkan oleh terbatasnya daya beli masyarakat ditambah kendala cicilan, serta sensitivitas harga di segmen utama.
Dengan kemungkinan perubahan harga mobil listrik khususnya unit impor seperti dari BYD, pergeseran minat terhadap kendaraan ramah lingkungan mungkin terjadi di tahun ini.
Sebagai informasi, sejumlah merek memanfaatkan insentif mobil listrik impor sebagai tahap awal penjualan kendaraan sebelum melakukan perakitan lokal.
Selain BYD, VinFast turut menjadi penerima subsidi. Saat ini pabrik mereka sudah mulai beroperasi dan akan memproduksi VF 3 disusul model-model lain.
Citroen ikut menerima bantuan itu dan mulai merakit lokal mobil listrik e-C3 di fasilitas produksi milik Indomobil Group.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 Juni 2026, 20:00 WIB
12 Juni 2026, 23:51 WIB
12 Juni 2026, 13:00 WIB
10 Juni 2026, 11:00 WIB
06 Juni 2026, 08:54 WIB
Terkini
14 Juni 2026, 20:00 WIB
BYD Dolphin PHEV merupakan salah satu strategi BYD menembus pasar Eropa, tawarkan alternatif EV yang menarik
14 Juni 2026, 18:27 WIB
Menurut Kawasaki, proses perancangan dan pengembangan Brusky 125 sepenuhnya dilakukan oleh Modenas Malaysia
13 Juni 2026, 21:35 WIB
Astra Honda Racing Team sukses di race pertama ARRC Motegi, Jepang dengan membawa dua podium via Herjun dan Irfan
13 Juni 2026, 20:27 WIB
Nama Hyundai Staria Hybrid telah terdaftar di laman Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2026
13 Juni 2026, 18:28 WIB
Menurut Pindad, masalah yang terjadi pada mobil kepresidenan Prabowo terjadi pada awal-awal penggunaan
13 Juni 2026, 07:38 WIB
Ajang Daihatsu National SMK Skill Contest merupakan kompetisi untuk menyiapkan generasi mendatang tahan banting
12 Juni 2026, 23:51 WIB
BYD M6 DM akan bersaing di kelas MPV ramah lingkungan lain di Indonesia mengandalkan harga dan teknologinya
12 Juni 2026, 22:24 WIB
MPMX kembali menggelar program MPM Bisa untuk memberdayakan ekonomi penyandang disabilitas di Indonesia