GAC Aion Kejar TKDN 60 Persen Untuk 2027
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
Insentif otomotif untuk 2026 masih abu-abu, namun ada sejumlah alternatif lain seperti kepastian regulasi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah belum kunjung menurunkan insentif otomotif untuk 2026. Subsidi itu masih ditunggu oleh berbagai pihak khususnya manufaktur kendaraan ramah lingkungan.
Di tahun sebelumnya, insentif otomotif terbukti jadi salah satu faktor utama konsumen tertarik membeli mobil listrik.
Penjualan mobil listrik perlahan tumbuh seiring kehadiran banyak model baru. Lalu insentif khusus kendaraan impor yang memenuhi persyaratan juga berperan menekan harga jual mobil.
Namun sampai sekarang belum ada informasi kelanjutan insentif. Pengamat menilai sebenarnya ada alternatif yang bisa dilakukan untuk mempertahankan tren positif kendaraan ramah lingkungan.
“Di level kebijakan, pemerintah sebenarnya bisa menggeser fokus dari subsidi tunai ke insentif non-tunai dan kepastian aturan,” kata Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank kepada KatadataOTO belum lama ini.
Kebijakan yang dimaksud serupa dengan pembebasan aturan ganjil genap untuk pengguna mobil listrik di area Jakarta.
Regulasi lain bisa diterapkan terkhusus di Ibu Kota misalnya kemudahan mencari area parkir, lalu infrastruktur pengisian daya yang terjangkau dan tersebar merata.
Di samping insentif, kepastian aturan dinilai dapat menjadi daya tarik tersendiri. Meskipun tampaknya tidak akan sesignifikan pemberian subsidi.
“Jika stimulus otomotif tidak diberikan, penjualan mobil tahun ini kemungkinan lebih dekat ke skenario datar atau naik tipis, bukan lonjakan,” kata Josua.
Hal tersebut disebabkan oleh terbatasnya daya beli masyarakat ditambah kendala cicilan, serta sensitivitas harga di segmen utama.
Dengan kemungkinan perubahan harga mobil listrik khususnya unit impor seperti dari BYD, pergeseran minat terhadap kendaraan ramah lingkungan mungkin terjadi di tahun ini.
Sebagai informasi, sejumlah merek memanfaatkan insentif mobil listrik impor sebagai tahap awal penjualan kendaraan sebelum melakukan perakitan lokal.
Selain BYD, VinFast turut menjadi penerima subsidi. Saat ini pabrik mereka sudah mulai beroperasi dan akan memproduksi VF 3 disusul model-model lain.
Citroen ikut menerima bantuan itu dan mulai merakit lokal mobil listrik e-C3 di fasilitas produksi milik Indomobil Group.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Terkini
16 Oktober 2026, 19:00 WIB
GAC Aion mengaku tengah bersiap untuk memenuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang ditetapkan pemerintah
16 Oktober 2026, 13:00 WIB
Yadea GT80 bersiap untuk melanjutkan kesuksesan misi terdahulu untuk menaklukkan tantangan jarak tempuh
16 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil listrik menorehkan capaian positif di September 2026, EV berukuran kompak mendominasi daftar wholesales
16 Oktober 2026, 09:00 WIB
BYD sebut saat ini sudah memenuhi kewajiban TKDN lebih dari 40 persen, siap ikuti regulasi baru tahun depan
16 Oktober 2026, 07:00 WIB
BYD M6 EV menjadi salah satu mobil listrik yang bisa melakukan pengisian daya super cepat hanya lima menit
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026