Harga MGS5 EV Mulai Rp 333,9 Juta Untuk 1.500 Konsumen Pertama
06 Februari 2026, 13:00 WIB
Insentif otomotif untuk 2026 masih abu-abu, namun ada sejumlah alternatif lain seperti kepastian regulasi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah belum kunjung menurunkan insentif otomotif untuk 2026. Subsidi itu masih ditunggu oleh berbagai pihak khususnya manufaktur kendaraan ramah lingkungan.
Di tahun sebelumnya, insentif otomotif terbukti jadi salah satu faktor utama konsumen tertarik membeli mobil listrik.
Penjualan mobil listrik perlahan tumbuh seiring kehadiran banyak model baru. Lalu insentif khusus kendaraan impor yang memenuhi persyaratan juga berperan menekan harga jual mobil.
Namun sampai sekarang belum ada informasi kelanjutan insentif. Pengamat menilai sebenarnya ada alternatif yang bisa dilakukan untuk mempertahankan tren positif kendaraan ramah lingkungan.
“Di level kebijakan, pemerintah sebenarnya bisa menggeser fokus dari subsidi tunai ke insentif non-tunai dan kepastian aturan,” kata Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank kepada KatadataOTO belum lama ini.
Kebijakan yang dimaksud serupa dengan pembebasan aturan ganjil genap untuk pengguna mobil listrik di area Jakarta.
Regulasi lain bisa diterapkan terkhusus di Ibu Kota misalnya kemudahan mencari area parkir, lalu infrastruktur pengisian daya yang terjangkau dan tersebar merata.
Di samping insentif, kepastian aturan dinilai dapat menjadi daya tarik tersendiri. Meskipun tampaknya tidak akan sesignifikan pemberian subsidi.
“Jika stimulus otomotif tidak diberikan, penjualan mobil tahun ini kemungkinan lebih dekat ke skenario datar atau naik tipis, bukan lonjakan,” kata Josua.
Hal tersebut disebabkan oleh terbatasnya daya beli masyarakat ditambah kendala cicilan, serta sensitivitas harga di segmen utama.
Dengan kemungkinan perubahan harga mobil listrik khususnya unit impor seperti dari BYD, pergeseran minat terhadap kendaraan ramah lingkungan mungkin terjadi di tahun ini.
Sebagai informasi, sejumlah merek memanfaatkan insentif mobil listrik impor sebagai tahap awal penjualan kendaraan sebelum melakukan perakitan lokal.
Selain BYD, VinFast turut menjadi penerima subsidi. Saat ini pabrik mereka sudah mulai beroperasi dan akan memproduksi VF 3 disusul model-model lain.
Citroen ikut menerima bantuan itu dan mulai merakit lokal mobil listrik e-C3 di fasilitas produksi milik Indomobil Group.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 Februari 2026, 13:00 WIB
06 Februari 2026, 12:00 WIB
06 Februari 2026, 08:14 WIB
05 Februari 2026, 20:20 WIB
05 Februari 2026, 19:18 WIB
Terkini
06 Februari 2026, 14:00 WIB
Alva N3 Next Gen ditawarkan dengan dua opsi pembelian, yakni kepemilikan baterai atau sewa penampung daya
06 Februari 2026, 13:00 WIB
MGS5 EV dipasarkan dengan harga khusus untuk menggoda para calon pengunjung pameran otomotif IIMS 2026
06 Februari 2026, 12:00 WIB
ICar V23 akhirnya tampil di IIMS 2026 dengan harapan bisa lebih cepat dikenal oleh masyarakat Indonesia
06 Februari 2026, 11:52 WIB
V-KOOL rayakan hari jadi ke-8 dengan meluncurkan produk PPF terbaru dengan nama Luxor Diamond di IIMS 2026
06 Februari 2026, 11:00 WIB
GWM Tank 500 Diesel resmi hadir di IIMS 2026 dengan beragam keunggulan khususnya dari sisi kenyamanan
06 Februari 2026, 10:58 WIB
Bridgestone Indonesia rayakan usia ke 50 di Tanah Air dengan memanfaatkan momen pameran otomotif IIMS 2026
06 Februari 2026, 09:21 WIB
Setelah berlaku banderol khusus Rp 299 juta, harga Toyota Veloz Hybrid resmi diumumkan di ajang IIMS 2026
06 Februari 2026, 09:08 WIB
Dua SUV edisi spesial Mitsubishi Motor meluncur di IIMS 2026 dengan balutan beberapa aksesoris khusus