Wuling Aira EV Meluncur di GIIAS 2026, Harga Setara LCGC
29 Juli 2026, 22:23 WIB
Insentif otomotif untuk 2026 masih abu-abu, namun ada sejumlah alternatif lain seperti kepastian regulasi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Pemerintah belum kunjung menurunkan insentif otomotif untuk 2026. Subsidi itu masih ditunggu oleh berbagai pihak khususnya manufaktur kendaraan ramah lingkungan.
Di tahun sebelumnya, insentif otomotif terbukti jadi salah satu faktor utama konsumen tertarik membeli mobil listrik.
Penjualan mobil listrik perlahan tumbuh seiring kehadiran banyak model baru. Lalu insentif khusus kendaraan impor yang memenuhi persyaratan juga berperan menekan harga jual mobil.
Namun sampai sekarang belum ada informasi kelanjutan insentif. Pengamat menilai sebenarnya ada alternatif yang bisa dilakukan untuk mempertahankan tren positif kendaraan ramah lingkungan.
“Di level kebijakan, pemerintah sebenarnya bisa menggeser fokus dari subsidi tunai ke insentif non-tunai dan kepastian aturan,” kata Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank kepada KatadataOTO belum lama ini.
Kebijakan yang dimaksud serupa dengan pembebasan aturan ganjil genap untuk pengguna mobil listrik di area Jakarta.
Regulasi lain bisa diterapkan terkhusus di Ibu Kota misalnya kemudahan mencari area parkir, lalu infrastruktur pengisian daya yang terjangkau dan tersebar merata.
Di samping insentif, kepastian aturan dinilai dapat menjadi daya tarik tersendiri. Meskipun tampaknya tidak akan sesignifikan pemberian subsidi.
“Jika stimulus otomotif tidak diberikan, penjualan mobil tahun ini kemungkinan lebih dekat ke skenario datar atau naik tipis, bukan lonjakan,” kata Josua.
Hal tersebut disebabkan oleh terbatasnya daya beli masyarakat ditambah kendala cicilan, serta sensitivitas harga di segmen utama.
Dengan kemungkinan perubahan harga mobil listrik khususnya unit impor seperti dari BYD, pergeseran minat terhadap kendaraan ramah lingkungan mungkin terjadi di tahun ini.
Sebagai informasi, sejumlah merek memanfaatkan insentif mobil listrik impor sebagai tahap awal penjualan kendaraan sebelum melakukan perakitan lokal.
Selain BYD, VinFast turut menjadi penerima subsidi. Saat ini pabrik mereka sudah mulai beroperasi dan akan memproduksi VF 3 disusul model-model lain.
Citroen ikut menerima bantuan itu dan mulai merakit lokal mobil listrik e-C3 di fasilitas produksi milik Indomobil Group.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
29 Juli 2026, 22:23 WIB
29 Juli 2026, 18:10 WIB
27 Juli 2026, 14:14 WIB
24 Juli 2026, 20:22 WIB
23 Juli 2026, 18:32 WIB
Terkini
29 Juli 2026, 23:41 WIB
UD Trucks Quester Model Year 2026 hadir untuk bisa memenuhi kebutuhan para pelanggan setianya di Indonesia
29 Juli 2026, 22:28 WIB
Daihatsu menghadirkan edisi spesial dari Terios dan Sigra di GIIAS 2026, dibuat tampil semakin sporti
29 Juli 2026, 22:23 WIB
Pilihan mobil listrik mungil di Indonesia semakin bervariatif, setelah kedatangan Wuling Aira EV di GIIAS 2026
29 Juli 2026, 18:10 WIB
Mazda Indonesia langsung menggebrak ajang GIIAS 2026 dengan menghadirkan tiga model anyar sekaligus, ada EV
29 Juli 2026, 17:28 WIB
Chery J6T hadir di GIIAS 2026 untuk melengkapi lini produk SUV yang miliki oleh brand asal Wuhu, Cina
29 Juli 2026, 13:25 WIB
Toyota Land Cruiser 300 Hybrid muncul perdana di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS 2026)
29 Juli 2026, 09:00 WIB
Desain dan teknologi All New Kia Seltos bisa menjadi pilihan baru di tengah gemuknya segmen SUV Kompak
29 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi hari ini, menjadi solusi ketika Anda ingin mengurus dokumen berkendara