Rencana BAIC Bangun Pabrik Mandiri, Tunggu Penjualan Naik
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
Menurut GWM ada beberapa masalah teknis yang membuat mereka menahan memasarkan mobil listrik di Indonesia
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Banyak merek-merek China yang menawarkan mobil listrik buat konsumen di Indonesia. Namun langkah berbeda justru dilakukan oleh GWM (Great Wall Motor).
Manufaktur asal Tiongkok satu ini justru menjajakan kendaraan roda empat hybrid dengan model SUV (Sport Utility Vehicle). Mendengar hal tersebut Constantinus Herlijoso, General Manager GWM Indonesia pun buka suara.
Menurutnya tawaran kemudahan dari pemerintah lewat regulasi serta insentif mobil listrik cukup menarik. Namun terdapat beberapa hal yang membuat GWM menahan diri menjual kendaraan setrum.
“Secara teknis banyak yang perlu dipertimbangkan karena ada beberapa syarat harus dipenuhi. Sepintas memang oke, tapi ternyata tidak mudah dijalankan,” ujar Herlijoso di Jakarta beberapa waktu lalu.
Ia pun menuturkan kalau ada beberapa peraturan perakitan serta produksi mobil listrik belum memiliki regulasi yang jelas di Tanah Air.
“Misalnya masalah suplai baterai, di China sangat berlimpah. Beda dengan di Indonesia, baru satu pabrik penampung daya yang benar-benar beroperasi,” Herlijoso menuturkan.
Meski begitu dia tidak memungkiri kalau GWM tetap berkomitmen menghadirkan kendaraan listrik buat konsumen di Indonesia. Namun hal tersebut tidak dilakukan dalam waktu dekat.
“Akan segera kami matangkan sambil menunggu beberapa hal lagi,” tegas Herlijoso.
Seperti diketahui, GWM bakal mulai memproduksi mobil hybrid secara lokal. Pertama-tama mereka ingin merakit Haval Jolion.
Hal tersebut dilakukan menggunakan fasilitas produksi milik Mercedes-Benz di kawasan Wanaherang, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
“Kita akan mulai produksi sekitar Agustus 2024. Mungkin ada uji cobanya terlebih dulu,” ucap Herlijoso.
Sementara itu Hari Arifianto, Direktur Pemasaran GWM menyebut kalau Haval Jolion dipastikan bakal meluncur di GIIAS 2024. Bahkan pihaknya mulai membuka keran pemesanan.
“Sebenarnya udah bisa dipesan sekarang, buat tanda jadi standar cukup Rp 10 juta saja,” kata Hari.
Hari pun menuturkan kalau mereka bakal mulai mengirim GWM Haval Jolion ke rumah konsumen pada September 2024. Jadi calon pembeli tidak perlu menunggu lama guna mendapatkan unitnya.
Kemudian di 2025, GWM juga berencana mulai memproduksi Haval H6 di pabrik Wanaherang. Sehingga banderol yang ditawarkan jadi lebih terjangkau.
“Harapan kami tahun depan sudah memproduksi Haval H6 di Indonesia jika semua berjalan dengan lancar,” hari menutup perkataannya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
20 Agustus 2026, 13:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
12 Agustus 2026, 19:55 WIB
Terkini
21 Agustus 2026, 14:16 WIB
Changan tuai respons positif berkat Nevo Q05, kontribusinya 80 persen dari total 1.120 SPK di GIIAS 2026
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Layanan kepolisian tidak dikendurkan jelang akhir pekan, termasuk dalam menghadirkan SIM keliling Bandung
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih ada di lima lokasi berbeda dan melayani perpanjangan
21 Agustus 2026, 06:00 WIB
Sistem Ganjil Genap Jakarta hari ini (21/08) kembali diandalkan untuk bisa memecah kebuntuan di jalanan
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
BAIC mengaku memiliki rencana membangun pabrik mandiri, namun sekarang sedang fokus meningkatkan penjualan
20 Agustus 2026, 19:19 WIB
Freelander 8 tengah menjadi perbincangan para pencinta otomotif, bahkan berhasil mencatatkan 10 ribu pemesanan
20 Agustus 2026, 15:00 WIB
Penjualan Daihatsu di Indonesia terus menunjukkan tren positif, mencapai angka tertingginya di Juli 2026
20 Agustus 2026, 13:00 WIB
Sejumlah merek mobil Cina tuai hasil positif di GIIAS 2026, BYD bukukan SPK terbanyak lebih dari 4.000 SPK