Siasat Gaikindo Dorong Penjualan Mobil Domestik, Perlu Insentif

Tak mau tersusul oleh Malaysia, Gaikindo ungkap insentif penting untuk dorong penjualan mobil domestik

Siasat Gaikindo Dorong Penjualan Mobil Domestik, Perlu Insentif
Serafina Ophelia

KatadataOTO – Stagnasi penjualan mobil di Indonesia sudah terjadi dalam 10 tahun belakangan. Hingga saat ini angkanya belum bisa melampaui satu juta unit karena berbagai faktor.

Sempat ada kebijakan diterapkan pemerintah demi mendorong daya beli masyarakat, seperti pemberian insentif fiskal yakni PPnBM DTP untuk LCGC (Low Cost Green Car).

Bicara penjualan mobil di pasar ASEAN, pada 2023 Indonesia memang masih memimpin dengan total 1.005.802 unit. Mengacu pada data Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) prediksinya tahun ini bisa sentuh 1,1 juta unit.

Salah satu hal jadi perhatian Gaikindo adalah angka penjualan yang disumbangkan Malaysia yakni 799.731 unit, lebih tinggi dari Thailand di 775.780 unit meski sebelumnya Negeri Gajah Putih itu menempati posisi kedua.

Astra International Catat Kenaikan Penjualan Mobil di Juni 2024
Photo : Istimewa

Enggan tersusul, Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo mengungkapkan ada rencana melakukan diskusi dengan pihak Malaysia terkait strategi penjualan mobil. Harapannya bisa diterapkan di dalam negeri.

Sehingga penjualan mobil domestik bisa naik perlahan dan keluar dari jebakan satu juta unit yang sudah berlangsung satu dekade.

“Nomor dua (peringkat penjualan domestik ASEAN) biasanya Thailand, tapi di 2023 itu Malaysia. Belum pernah terjadi,” ujar Kukuh di kantor Kemenperin, Rabu (10/7).

Ada kemungkinan mereka masih mempertahankan sejumlah kebijakan selama masa pandermi yang dapat mempermudah konsumen melakukan pembelian kendaraan seperti insentif.

“Kami mencari apa resepnya. Ternyata mereka masih mempertahankan kebijakan waktu Covid, tapi informasi ini kita perlu konfirmasi,” kata Kukuh.

Perlu diketahui Indonesia masuk ke dalam ‘One Million Club’ mulai 2012, di mana penjualan mobil stagnan di satu juta unit. Pandemi Covid mulai 2020 juga berkontribusi menghambat industri otomotif.

Kemudian pemerintah mengeluarkan kebijakan relaksasi untuk jenis LCGC yang dinilai berhasil mendongkrak penjualan hingga tembus 800.000 unit.

GIIAS 2024 jadi pameran terbesar
Photo : PT SIS

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil retail (diler ke konsumen) pada periode Januari-Desember 2021 tembus 863.359 unit, naik 49,2 persen dibandingkan periode 2020 yakni 578.762 unit

“Kita mencari jalan lain lagi, bagaimana bisa keluar dari jebakan satu juta unit. Kontribusi LCGC cukup signifikan,” ungkap dia.


Terkini

mobil
Chery

Kabar Terbaru Akuisisi Pabrik Handal Pondok Ungu Oleh Chery

Isu Chery Group ingin mengakuisisi pabrik milik Handal di Pondok Ungu, Bekasi sempat tersiar pada akhir 2025

mobil
Kia

Strategi Baru Kia untuk Pasar Indonesia

Ajang Kia Collezione 2026 jadi momentum penguatan lini produk manufaktur asal Korea Selatan itu di Tanah Air

mobil
Lepas

Lepas E4 Masuk Indonesia Sudah Produksi Lokal Demi Kejar TKDN

Lepas E4 yang akan masuk RI bakal dirakit difasilitas produksi milik PT Handal di kawasan Pondok Ungu, Bekasi

mobil
Destinator

Cara Memaksimalkan Kenyamanan Berkendara Mitsubishi Destinator

Mitsubishi Destinator dibekali fitur-fitur terkini yang bisa menambah kenyamanan berkendara para konsumen

news
SIM Keliling Jakarta

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini 29 April 2026

SIM keliling Jakarta beroperasi di waktu terbatas, jangan sampai terlambat sebab tidak ada dispensasi

news
Ganjil Genap Jakarta

Jadwal dan Lokasi Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 29 April 2026

Ganjil genap Jakarta hari ini kembali berlaku yang diharapkan mampu mengurai kemacetan terutama di jam sibuk

news
Lokasi SIM Keliling Bandung

Jadwal SIM Keliling Bandung 29 April 2026, Ada di ITC Kebon Pala

Kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung agar bisa memfasilitas para pengendara di Kota Kembang hari ini

mobil
BYD

Dominasi Mobil Cina Bikin Merek Jepang Kewalahan

Merek mobil Cina semakin diminati berkat harga kompetitif, jadi tantangan tersendiri buat pabrikan Jepang