Indonesia Bakal Diserbu Mobil Amerika Beserta Komponennya
22 Februari 2026, 07:00 WIB
Pemilik Tesla ini harus merogoh kocek miliaran rupiah setelah isi ulang mobil listrik di tempat umum
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Menjadi kendaraan ramah lingkungan, beberapa orang akhirnya beralih menggunakan mobil listrik. Salah satu negara yang memiliki banyak pengguna mobil dengan tenaga baterai ini ialah China, tak heran Tesla menjadikan negara tersebut sebagai lokasi produksi.
Meski demikian, baru-baru ini seorang penggunanya memiliki keluhan yanng dibagikan melalui media sosial Weibo. Bukan terkait spesifikasi mobil, keluhan yang diberikan berhubungan dengan tagihan pengisian daya mobil melalui Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Dalam unggahannya, pemilik kendaraan tersebut menyebut, dirinya harus membayar 3.846.306 yuan atau setara dengan Rp8.7 miliar. Lebih detail, pemilik tersebut menegaskan, mereka masih memiliki 2.285 km terkait waktu pengisian gratis melalui skema insentif Tesla.
Secara kWh, pemilik kendaraan telah menggunakan 1.923.720 kWh dengan tarif 2 yuan per kWh atau setara dengan Rp4.580.
Seperti dilaporkan cnevpost.com, tagihan yang diberikan tersebut cukup untuk mengisi paket 60 kWh pada Tesla Model 3 lebih dari 32 ribu kali.
Melihat hal ini, layanan pelanggan Tesla langsung memberikan konfirmasi bila tagihan tersebut merupakan kesalahan. Kejadian ini terjadi karena sistem back-end beberapa kendaraan yang sedang dikerjakan oleh teknisi.
Meskipun penyebab masalah ini masih belum diketahui, Tesla telah berupaya untuk menaikkan biaya pengisian baterai di China. Skema ini dilakukan untuk meningkatkan pemanfaatan kios pengisian.
Biaya pengisian daya baterai di SPKLU di China biasanya berada di angka 3,20 yuan atau setara dengan Rp7.300 per menit. Namun, tagihan akan naik menjadi 6,40 yuan atau setara dengan Rp14 ribu jika semua kios penuh.
Peningkatan ini tentu memberikan keluhan dari pemilik Tesla di negara tersebut.
Seperti diketahui China merupakan pasar otomotif nomor satu dunia. Karena itu, Tesla menjadikan negeri tirai bambu sebagai pasar penting di perusahaannya.
Terbukti, akhir pekan ini, duta besar China untuk Amerika Serikat melakukan perjalanan ke pabrik Tesla di Fremont, California. Menurut akun Twitternya, Qin Gang melakukan pembicaraan yang menginspirasi dengan Elon Musk dan mengendarai Tesla Model S Plaid.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
22 Februari 2026, 07:00 WIB
01 Februari 2026, 09:00 WIB
08 Januari 2026, 18:00 WIB
03 Januari 2026, 09:00 WIB
09 Oktober 2025, 14:00 WIB
Terkini
02 April 2026, 17:00 WIB
PLN ungkap jumlah pemakaian SPKLU saat libur Lebaran 2026 alami peningkatan dibanding periode serupa tahun lalu
02 April 2026, 16:47 WIB
Wuling Darion Plug-in Hybrid dilengkapi spesifikasi mumpuni dan irit, cocok dibawa berkendara jarak jauh
02 April 2026, 13:00 WIB
Desain mobil baru VinFast identik dengan VF 7, namun ada sejumlah perbedaan terlihat pada eksteriornya
02 April 2026, 11:00 WIB
Presiden Prabowo bertemu dengan petinggi Toyota dan Mitsubishi di Jepang demi membahas kelanjutan investasi
02 April 2026, 09:00 WIB
Yadea bakal meluncurkan motor listrik terbarunya di Indonesia dan kendaraan tersebut memiliki teknologi pintar
02 April 2026, 07:57 WIB
Pada awal April 2026, seluruh pabrikan nampak tidak menaikan harga mobil LCGC mereka di pasar Indonesia
02 April 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta kembali diterapkan di Ibu Kota untuk pastikan kelancaran arus lalu lintas di jam sibuk
02 April 2026, 06:00 WIB
Mengurus dokumen berkendara bisa dengan mudah, salah satunya dengan mendatangi SIM keliling Bandung hari ini