Produksi Tesla Model S dan X Disetop, Elon Musk Pilih Bikin Robot
01 Februari 2026, 09:00 WIB
Pemilik Tesla ini harus merogoh kocek miliaran rupiah setelah isi ulang mobil listrik di tempat umum
Oleh Dian Tami Kosasih
TRENOTO – Menjadi kendaraan ramah lingkungan, beberapa orang akhirnya beralih menggunakan mobil listrik. Salah satu negara yang memiliki banyak pengguna mobil dengan tenaga baterai ini ialah China, tak heran Tesla menjadikan negara tersebut sebagai lokasi produksi.
Meski demikian, baru-baru ini seorang penggunanya memiliki keluhan yanng dibagikan melalui media sosial Weibo. Bukan terkait spesifikasi mobil, keluhan yang diberikan berhubungan dengan tagihan pengisian daya mobil melalui Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Dalam unggahannya, pemilik kendaraan tersebut menyebut, dirinya harus membayar 3.846.306 yuan atau setara dengan Rp8.7 miliar. Lebih detail, pemilik tersebut menegaskan, mereka masih memiliki 2.285 km terkait waktu pengisian gratis melalui skema insentif Tesla.
Secara kWh, pemilik kendaraan telah menggunakan 1.923.720 kWh dengan tarif 2 yuan per kWh atau setara dengan Rp4.580.
Seperti dilaporkan cnevpost.com, tagihan yang diberikan tersebut cukup untuk mengisi paket 60 kWh pada Tesla Model 3 lebih dari 32 ribu kali.
Melihat hal ini, layanan pelanggan Tesla langsung memberikan konfirmasi bila tagihan tersebut merupakan kesalahan. Kejadian ini terjadi karena sistem back-end beberapa kendaraan yang sedang dikerjakan oleh teknisi.
Meskipun penyebab masalah ini masih belum diketahui, Tesla telah berupaya untuk menaikkan biaya pengisian baterai di China. Skema ini dilakukan untuk meningkatkan pemanfaatan kios pengisian.
Biaya pengisian daya baterai di SPKLU di China biasanya berada di angka 3,20 yuan atau setara dengan Rp7.300 per menit. Namun, tagihan akan naik menjadi 6,40 yuan atau setara dengan Rp14 ribu jika semua kios penuh.
Peningkatan ini tentu memberikan keluhan dari pemilik Tesla di negara tersebut.
Seperti diketahui China merupakan pasar otomotif nomor satu dunia. Karena itu, Tesla menjadikan negeri tirai bambu sebagai pasar penting di perusahaannya.
Terbukti, akhir pekan ini, duta besar China untuk Amerika Serikat melakukan perjalanan ke pabrik Tesla di Fremont, California. Menurut akun Twitternya, Qin Gang melakukan pembicaraan yang menginspirasi dengan Elon Musk dan mengendarai Tesla Model S Plaid.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
01 Februari 2026, 09:00 WIB
08 Januari 2026, 18:00 WIB
03 Januari 2026, 09:00 WIB
09 Oktober 2025, 14:00 WIB
26 September 2025, 17:00 WIB
Terkini
14 Februari 2026, 09:00 WIB
Denza memboyong MPV mewah D9 dan memperkenalkan produk SUV baru, Denza B5 di pameran BCA Expoversary 2026
14 Februari 2026, 08:00 WIB
Bridgestone tidak hanya sekadar memamerkan produk-produk unggulannya pada pameran otomotif tahunan IIMS 2026
14 Februari 2026, 07:00 WIB
BYD telah hadir di Indonesia dengan membawa sejumlah model yang memiliki keunggulannya masing-masing
13 Februari 2026, 22:48 WIB
Mitsubishi Xforce edisi Anniversary meluncur di IIMS 2026 dengan penambahan fitur eksterior dan eksterior
13 Februari 2026, 21:34 WIB
BYD terus berinovasi untuk menempatkan diri mereka sebagai pemimpin dalam perkembangan teknologi dan otomotif
13 Februari 2026, 19:22 WIB
BYD Indonesia mampu memberi dampak langsung bagi kelangsungan industri dan ekosistem mobil listrik nasional
13 Februari 2026, 17:55 WIB
BYD menorehkan sejarah dalam pasar mobil listrik dunia, hal tersebut terlihat sepanjang periode 2025 lalu
13 Februari 2026, 17:55 WIB
Keahlian BYD di bidang teknologi diterapkan pada lini kendaraan ramah lingkungan yang dijual di pasar global