Tren Mobil Bekas di 2026, MPV dan LCGC Tetap Jadi Favorit
29 Desember 2025, 12:14 WIB
Gaikindo berharap insentif PPnBM DTP bisa dikucurkan kembali buat dongkrak penjualan mobil di Indonesia
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan mobil di Indonesia terus menjadi sorotan dalam beberapa waktu. Hal itu karena tengah mengalami tren negatif selama 2024.
Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) pun berharap pemerintah mau kembali memberikan bantuan. Hal ini demi menstimulus masyarakat dalam membeli kendaraan
“Belajar dari waktu Covid-19 saat waktu penjualan turun luar biasa sampai tinggal 500 ribu unit, pemerintah mengambil inisiatif dengan memberikan insentif PPnBM DTP (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah),” ujar Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo kepada KatadataOTO, Senin (12/8).
Kukuh menilai kalau insentif PPnBM DTP terbukti efektif diterapkan. Sebab saat itu mampu meningkatkan penjualan mobil dalam waktu singkat.
Sehingga Gaikindo berharap pemerintah kembali mengucurkan bantuan tersebut. Jadi mendongkrak pasar kendaraan roda empat di Tanah Air tahun ini.
“Hanya dalam waktu tidak sampai satu tahun langsung balik ke 800 ribu unit. Lalu tembus angka satu juta pada tahun berikutnya,” Kukuh menambahkan.
Ia pun menjelaskan kalau bantuan di atas kembali dikucurkan, dampak positif didapatkan bakal lebih besar ketimbang risiko yang harus diambil pemerintah.
“Ibaratnya jika diberikan insentif PPnBM DTP tadi kehilangan Rp 3,1 triliun, tetapi pendapatan pemasukan negara melalui pajak menjadi Rp 5,4 triliun. Itu kan masih lebih dan industri (otomotif) bangkit,” tegas dia.
Memang jika dilihat bantuan di atas mampu menjadi pendorong penjualan mobil di Tanah Air. Seperti contoh pada 2021 ada 887.202 unit dikirim dari pabrik ke diler (Wholesales).
Jumlah di atas diklaim meningkat 66,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebab di 2020 hanya ada 532.027 kendaraan roda empat.
Sementara penjualan retail atau dari diler ke konsumen sepanjang 2021 menyentuh 863.348 unit. Naik sekitar 50,3 persen dibandingkan 578.321 mobil di 2020.
Akan tetapi Kukuh menjelaskan kalau insentif PPnBM DTP sifatnya hanya sementara. Tidak mungkin dilakukan dalam waktu lama.
“Jangka panjangnya pertumbuhan ekonomi harus dijaga. Kalau kita bisa tembus sampai enam persen seperti 2013 maka akan ekspansi,” Kukuh menuturkan.
Sebagai informasi, penjualan mobil di Indonesia pada 2024 memang sedang turun. Hal itu terjadi karena beberapa hal.
Seperti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar, penyelenggaran pemilihan presiden sampai banyaknya libur tahun ini menjadi halangan pada sektor otomotif.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
29 Desember 2025, 12:14 WIB
29 Desember 2025, 11:00 WIB
21 Desember 2025, 13:00 WIB
19 Desember 2025, 17:00 WIB
19 Desember 2025, 11:00 WIB
Terkini
29 Desember 2025, 19:00 WIB
Berakhirnya insentif dari pemerintah membuat kinerja penjualan mobil listrik di Cina pada tahun depan turun
29 Desember 2025, 18:00 WIB
Aprilia menunjukan kemajuan sangat signifikan dalam hal pengembangan motor balap milik Marco Bezzecchi
29 Desember 2025, 17:06 WIB
Bocoran tampilan interior Wuling Almaz Darion mulai terungkap di laman DJKI, pakai basis SUV Xingguang 560
29 Desember 2025, 15:00 WIB
GIAMM sebut perakitan lokal dihitung 30 persen TKDN, komponen lokal mobil listrik tak jadi prioritas produsen
29 Desember 2025, 14:13 WIB
Ditetapkan secara nasional di Cina, manufaktur wajib pastikan baterai mobil listrik tak bisa terbakar atau meledak
29 Desember 2025, 13:00 WIB
Dua sopir bus Damri tertangkap kamera melalukan aksi tidak terpuji, bahkan sampai membahayakan pengemudi lain
29 Desember 2025, 12:14 WIB
Model-model MPV dan LCGC masih tetap dicari konsumen mobil bekas, rentang harganya Rp 100 juta-Rp 300 jutaan
29 Desember 2025, 11:00 WIB
Menurut Mitsubishi Fuso ada beberapa kendala yang menghambat kinerja penjualan kendaraan niaga pada 2025