Merek Mobil Terlaris Juli 2026: Mitsubishi Kembali ke Tiga Besar
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
Gaikindo berharap insentif PPnBM DTP bisa dikucurkan kembali buat dongkrak penjualan mobil di Indonesia
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan mobil di Indonesia terus menjadi sorotan dalam beberapa waktu. Hal itu karena tengah mengalami tren negatif selama 2024.
Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) pun berharap pemerintah mau kembali memberikan bantuan. Hal ini demi menstimulus masyarakat dalam membeli kendaraan
“Belajar dari waktu Covid-19 saat waktu penjualan turun luar biasa sampai tinggal 500 ribu unit, pemerintah mengambil inisiatif dengan memberikan insentif PPnBM DTP (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah),” ujar Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo kepada KatadataOTO, Senin (12/8).
Kukuh menilai kalau insentif PPnBM DTP terbukti efektif diterapkan. Sebab saat itu mampu meningkatkan penjualan mobil dalam waktu singkat.
Sehingga Gaikindo berharap pemerintah kembali mengucurkan bantuan tersebut. Jadi mendongkrak pasar kendaraan roda empat di Tanah Air tahun ini.
“Hanya dalam waktu tidak sampai satu tahun langsung balik ke 800 ribu unit. Lalu tembus angka satu juta pada tahun berikutnya,” Kukuh menambahkan.
Ia pun menjelaskan kalau bantuan di atas kembali dikucurkan, dampak positif didapatkan bakal lebih besar ketimbang risiko yang harus diambil pemerintah.
“Ibaratnya jika diberikan insentif PPnBM DTP tadi kehilangan Rp 3,1 triliun, tetapi pendapatan pemasukan negara melalui pajak menjadi Rp 5,4 triliun. Itu kan masih lebih dan industri (otomotif) bangkit,” tegas dia.
Memang jika dilihat bantuan di atas mampu menjadi pendorong penjualan mobil di Tanah Air. Seperti contoh pada 2021 ada 887.202 unit dikirim dari pabrik ke diler (Wholesales).
Jumlah di atas diklaim meningkat 66,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebab di 2020 hanya ada 532.027 kendaraan roda empat.
Sementara penjualan retail atau dari diler ke konsumen sepanjang 2021 menyentuh 863.348 unit. Naik sekitar 50,3 persen dibandingkan 578.321 mobil di 2020.
Akan tetapi Kukuh menjelaskan kalau insentif PPnBM DTP sifatnya hanya sementara. Tidak mungkin dilakukan dalam waktu lama.
“Jangka panjangnya pertumbuhan ekonomi harus dijaga. Kalau kita bisa tembus sampai enam persen seperti 2013 maka akan ekspansi,” Kukuh menuturkan.
Sebagai informasi, penjualan mobil di Indonesia pada 2024 memang sedang turun. Hal itu terjadi karena beberapa hal.
Seperti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar, penyelenggaran pemilihan presiden sampai banyaknya libur tahun ini menjadi halangan pada sektor otomotif.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
28 Juli 2026, 22:44 WIB
25 Juli 2026, 22:43 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 20:53 WIB
Mobil listrik masih menunjukkan tren positif, model anyar seperti Wuling Aira ev catatkan wholesales tinggi
15 Agustus 2026, 18:57 WIB
Suzuki XL7 Facelift yang baru diluncurkan beberapa pekan lalu, sudah mendapat ribuan pemesanan dari konsumen
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika