Penjualan Mobil April 2026 Alami Kenaikan 13,7 Persen
17 Mei 2026, 17:00 WIB
Gaikindo berharap insentif PPnBM DTP bisa dikucurkan kembali buat dongkrak penjualan mobil di Indonesia
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan mobil di Indonesia terus menjadi sorotan dalam beberapa waktu. Hal itu karena tengah mengalami tren negatif selama 2024.
Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) pun berharap pemerintah mau kembali memberikan bantuan. Hal ini demi menstimulus masyarakat dalam membeli kendaraan
“Belajar dari waktu Covid-19 saat waktu penjualan turun luar biasa sampai tinggal 500 ribu unit, pemerintah mengambil inisiatif dengan memberikan insentif PPnBM DTP (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah),” ujar Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo kepada KatadataOTO, Senin (12/8).
Kukuh menilai kalau insentif PPnBM DTP terbukti efektif diterapkan. Sebab saat itu mampu meningkatkan penjualan mobil dalam waktu singkat.
Sehingga Gaikindo berharap pemerintah kembali mengucurkan bantuan tersebut. Jadi mendongkrak pasar kendaraan roda empat di Tanah Air tahun ini.
“Hanya dalam waktu tidak sampai satu tahun langsung balik ke 800 ribu unit. Lalu tembus angka satu juta pada tahun berikutnya,” Kukuh menambahkan.
Ia pun menjelaskan kalau bantuan di atas kembali dikucurkan, dampak positif didapatkan bakal lebih besar ketimbang risiko yang harus diambil pemerintah.
“Ibaratnya jika diberikan insentif PPnBM DTP tadi kehilangan Rp 3,1 triliun, tetapi pendapatan pemasukan negara melalui pajak menjadi Rp 5,4 triliun. Itu kan masih lebih dan industri (otomotif) bangkit,” tegas dia.
Memang jika dilihat bantuan di atas mampu menjadi pendorong penjualan mobil di Tanah Air. Seperti contoh pada 2021 ada 887.202 unit dikirim dari pabrik ke diler (Wholesales).
Jumlah di atas diklaim meningkat 66,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebab di 2020 hanya ada 532.027 kendaraan roda empat.
Sementara penjualan retail atau dari diler ke konsumen sepanjang 2021 menyentuh 863.348 unit. Naik sekitar 50,3 persen dibandingkan 578.321 mobil di 2020.
Akan tetapi Kukuh menjelaskan kalau insentif PPnBM DTP sifatnya hanya sementara. Tidak mungkin dilakukan dalam waktu lama.
“Jangka panjangnya pertumbuhan ekonomi harus dijaga. Kalau kita bisa tembus sampai enam persen seperti 2013 maka akan ekspansi,” Kukuh menuturkan.
Sebagai informasi, penjualan mobil di Indonesia pada 2024 memang sedang turun. Hal itu terjadi karena beberapa hal.
Seperti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar, penyelenggaran pemilihan presiden sampai banyaknya libur tahun ini menjadi halangan pada sektor otomotif.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
17 Mei 2026, 17:00 WIB
15 Mei 2026, 21:21 WIB
10 Mei 2026, 06:01 WIB
08 Mei 2026, 17:49 WIB
06 Mei 2026, 15:00 WIB
Terkini
17 Mei 2026, 17:00 WIB
Perlahan alami pemulihan, penjualan mobil di Indonesia secara retail April 2026 berhasil tembus 75.730 unit
17 Mei 2026, 14:54 WIB
Ajang Toyota GR Car Meet 2026 berhasil membuktikan bahwa industri otomotif dan modifikasi Indonesia berkembang
17 Mei 2026, 11:17 WIB
Toyota GR Car Meet 2026 menjadi ajang festival mobil terbesar di Indonesia dengan melibatkan banyak pihak
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini