Periklindo Akhirnya Sebut Mobil Hybrid Berhak Dapat Insentif
28 Oktober 2026, 11:00 WIB
Gaikindo berharap insentif PPnBM DTP bisa dikucurkan kembali buat dongkrak penjualan mobil di Indonesia
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Penjualan mobil di Indonesia terus menjadi sorotan dalam beberapa waktu. Hal itu karena tengah mengalami tren negatif selama 2024.
Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) pun berharap pemerintah mau kembali memberikan bantuan. Hal ini demi menstimulus masyarakat dalam membeli kendaraan
“Belajar dari waktu Covid-19 saat waktu penjualan turun luar biasa sampai tinggal 500 ribu unit, pemerintah mengambil inisiatif dengan memberikan insentif PPnBM DTP (Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah),” ujar Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo kepada KatadataOTO, Senin (12/8).
Kukuh menilai kalau insentif PPnBM DTP terbukti efektif diterapkan. Sebab saat itu mampu meningkatkan penjualan mobil dalam waktu singkat.
Sehingga Gaikindo berharap pemerintah kembali mengucurkan bantuan tersebut. Jadi mendongkrak pasar kendaraan roda empat di Tanah Air tahun ini.
“Hanya dalam waktu tidak sampai satu tahun langsung balik ke 800 ribu unit. Lalu tembus angka satu juta pada tahun berikutnya,” Kukuh menambahkan.
Ia pun menjelaskan kalau bantuan di atas kembali dikucurkan, dampak positif didapatkan bakal lebih besar ketimbang risiko yang harus diambil pemerintah.
“Ibaratnya jika diberikan insentif PPnBM DTP tadi kehilangan Rp 3,1 triliun, tetapi pendapatan pemasukan negara melalui pajak menjadi Rp 5,4 triliun. Itu kan masih lebih dan industri (otomotif) bangkit,” tegas dia.
Memang jika dilihat bantuan di atas mampu menjadi pendorong penjualan mobil di Tanah Air. Seperti contoh pada 2021 ada 887.202 unit dikirim dari pabrik ke diler (Wholesales).
Jumlah di atas diklaim meningkat 66,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebab di 2020 hanya ada 532.027 kendaraan roda empat.
Sementara penjualan retail atau dari diler ke konsumen sepanjang 2021 menyentuh 863.348 unit. Naik sekitar 50,3 persen dibandingkan 578.321 mobil di 2020.
Akan tetapi Kukuh menjelaskan kalau insentif PPnBM DTP sifatnya hanya sementara. Tidak mungkin dilakukan dalam waktu lama.
“Jangka panjangnya pertumbuhan ekonomi harus dijaga. Kalau kita bisa tembus sampai enam persen seperti 2013 maka akan ekspansi,” Kukuh menuturkan.
Sebagai informasi, penjualan mobil di Indonesia pada 2024 memang sedang turun. Hal itu terjadi karena beberapa hal.
Seperti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar, penyelenggaran pemilihan presiden sampai banyaknya libur tahun ini menjadi halangan pada sektor otomotif.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
28 Oktober 2026, 11:00 WIB
28 Oktober 2026, 09:00 WIB
26 Oktober 2026, 11:00 WIB
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
Terkini
30 Oktober 2026, 22:25 WIB
VinFast ikut perkenalkan lini mobil listrik di GIIAS Makassar 2026, untuk kebutuhan pribadi maupun komersial
30 Oktober 2026, 17:00 WIB
Gaikindo menegaskan pentingnya pemberian insentif mobil hybrid dalam mendorong transisi menuju elektrifikasi
30 Oktober 2026, 15:00 WIB
Honda Auto Technology merupakan ajang untuk memperkenalkan teknologi yang dikembangkan bagi konsumen
30 Oktober 2026, 13:00 WIB
MAB coba menghadirkan solusi bagi para pengusaha yang sedang menjadi kendaraan niaga listrik untuk berbisnis
30 Oktober 2026, 11:00 WIB
Berbeda pada mobil listrik penumpang, DFSK memberikan logo baru berbentuk huruf S untuk kendaraan niaga mereka
30 Oktober 2026, 09:00 WIB
Suzuki ikut gencarkan adopsi lini elektrifikasi, bawa lini mobil hybrid di pameran GIIAS Makassar 2026
30 Oktober 2026, 07:59 WIB
Asuransi Astra berikan manfaat lebih bagi para pelanggan setia untuk memperkuat hubungan dengan perusahaan
29 Oktober 2026, 21:16 WIB
AiMOGA RObotics terus kembangkan teknologi AI untuk bisa memudahkan kehidupan sehari-hari masyarakat