Gaikindo Minta Insentif Tidak Hanya untuk Mobil Listrik Saja
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Menurut Gaikindo ada sejumlah faktor membuat penjualan mobil lesu, salah satunya adalah pelemahan rupiah
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) tidak memungkiri kalau penjualan mobil di Indonesia belum berjalan maksimal. Bahkan bisa dibilang masih terlalu jauh dari harapan.
Jika melihat data sejak Januari sampai Juli 2024 total penjualan mobil Wholesales atau dari pabrik ke diler tercatat 484.236 unit. Jumlah tersebut terkoreksi 17,5 persen bila dibandingkan periode yang sama di 2023 sebesar 586.931 unit.
Lalu penjualan retail turut melorot hanya 508.050 unit pada tujuh bulan pertama 2024. Turun 12,2 persen dibandingkan dengan 578.891 unit di Januari hingga Juli 2023.
Berangkat dari data di atas, Gaikindo menyebut ada beberapa faktor yang membuat penjualan mobil di Tanah Air kurang bergairah.
“Nilai tukar rupiah lagi jeblok sampai tembus Rp 16 ribuan (di Juli 2024). Baru minggu lalu di angka Rp 15 ribuan dan relatif masih tinggi,” ucap Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo kepada KatadataOTO (12/08).
Kemudian masih ada sejumlah batu sandungan menghadang industri otomotif utamanya kendaraan roda empat. Seperti isu ekonomi global yang belum membaik.
“Menurut hasil kajian kemarin dilakukan kenaikan pendapatan sebagian masyarakat kita dalam hal ini menengah hanya tiga persen. Sementara harga mobil naik lebih dari itu,” Kukuh menambahkan.
Ia pun menilai sederet faktor di atas cukup mengganggu penjualan mobil di Indonesia. Apalagi di semester satu terdapat banyak halangan.
Kukuh mencontohkan seperti di Januari 2024 pasar kendaraan roda empat tergerus akibat pengetatan kredit. Lalu Februari digelar Pemilu atau pemilihan Presiden.
Selanjutnya pada Maret 2024 terdapat bulan Ramadan 2024 serta April ada Lebaran Idul Fitri. Sehingga masyarakat menahan daya beli.
Meski begitu Kukuh mengatakan kalau penjualan mobil sejak dua bulan belakangan mulai membaik. Pelan-pelan bisa merangkak naik.
“Baru ada perbaikan di Juni sampai Juli 2024. Mudah-mudahan Agustus semakin membaik lagi,” tegas kukuh.
Memang jika dilihat dalam dua bulan terdapat kenaikan sekitar 1.224 unit. Di juli secara Wholesales mencapai 72.936 unit.
Sementara di Juni 2024 terdapat 74.160 unit. Berarti penjualan mobil di Indonesia ada peningkatan sekitar 1,6 persen.
Walau kecil kenaikannya, skekretaris Umum Gaikindo ini pun percaya diri penjualan mobil di Indonesia bisa segera bangkit dari keterpurukan beberapa bulan ke depan.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
30 Juni 2026, 15:00 WIB
28 Juni 2026, 09:00 WIB
20 Juni 2026, 11:00 WIB
19 Juni 2026, 17:00 WIB
17 Juni 2026, 11:00 WIB
Terkini
01 Juli 2026, 09:51 WIB
Dijual Rp 1 miliar, Toyota Hilux BEV diimpor utuh dari Thailand dan menyasar konsumen yang lebih terbatas
01 Juli 2026, 07:00 WIB
Fabio Quartararo dan Alex Rins resmi mengakhiri masa bakti mereka bersama tim pabrikan Yamaha musim ini
01 Juli 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung beroperasi secara penuh di awal bulan demi memudahkan para pengendara di Kota Kembang
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Aturan Ganjil Genap Jakarta kembali berlaku hari ini 1 Juli 2026, ada beberapa aturan baru yang diterapkan
01 Juli 2026, 06:00 WIB
Mengawali Juli 2026, layanan SIM keliling Jakarta kembali mengakomodir perpanjangan masa berlaku SIM
30 Juni 2026, 21:00 WIB
BMW iX3 dijadwalkan meluncur di pameran otomotif GIIAS 2026, meskipun penjualan EV BMW diklaim masih datar
30 Juni 2026, 20:28 WIB
Dua model baru Changan yakni S05 EV dan REEV bisa dipesan, CBU Thailand dengan estimasi harga Rp 500 jutaan
30 Juni 2026, 15:00 WIB
Gaikindo menilai stimulus yang diberikan pemerintah dapat menggairahkan industri otomotif yang tengah terjepit