Volvo EX90 Debut di Indonesia, Harga Bersaing Dengan BMW iX
19 Mei 2026, 21:00 WIB
Gaikindo menyambut baik keinginan pemerintah Chile untuk mengimpor mobil listrik hasil produksi Indonesia
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut baik pernyataan pemerintah Chile yang ingin mengimpor mobil listrik dari Tanah Air. Terlebih saat ini kondisi pasar di dalam negeri belum membaik.
Mereka bahkan siap mendorong pabrikan otomotif di Indonesia untuk memanfaatkan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Chile atau Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA).
“Ini kesempatan bagus karena Indonesia banyak pabrikan yang bisa membuat mobil listrik. Mulai dari Wuling, DFSK, MG, Cherry dan lainnya,” ungkap Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo dilansir Antara (10/09).
Ia pun menambahkan bahwa walau Chile menganut sistem kemudi kiri, hal tersebut dinilai bukanlah hambatan. Pasalnya perubahan kecil seperti itu masih bisa diatasi dengan mudah oleh para produsen.
“Kita harus ambil serta manfaatkan. Karena ketika ada yang berminat dan kita punya barangnya, kenapa tidak?” ungkapnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa ekspor mobil bukanlah sekadar transaksi jual beli barang putus. Diperlukan kesiapan infrastruktur pendukung seperti jaringan diler dan layanan purnajual (after sales service) di Chile.
“Berjualan mobil itu tidak sesederhana ada konsumen lalu kita kirim karena harus ada purnajualnya. Semua harus disiapkan sehingga tidak beli putus,” jelas Kukuh kemudian.
Ia pun mengakui bahwa adanya perjanjian IC-CEPA, tarif perdagangan yang lebih kompetitif dapat menjadi dorongan kuat bagi produsen untuk memperluas pasar ekspor.
“Ini kesempatan untuk memperluas jaringan. Konfidensinya di dalam negeri sudah oke, sekarang ekspor juga harus oke,” imbuh Kukuh.
Sebelumnya diberitakan bahwa Pemerintah Chile berminat untuk melakukan impor mobil listrik dari Indonesia dengan memanfaatkan Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Chile (Indonesia-Chile CEPA/IC CEPA).
Claudia Sanhueza, Wakil Menteri Hubungan Ekonomi Internasional Chile mengungkap bahwa Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan dengan negara lain. Pasalnya ada kemitraan ekonomi antar negara sehingga produk dapat masuk ke Chile tanpa dikenakan tarif impor.
Hal ini tentu mengungtungkan karena Chile membutuhkan mobil listrik dalam jumlah yang sangat besar. Sementara harga kendaraan listrik di negara tersebut masih cukup mahal.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
19 Mei 2026, 21:00 WIB
19 Mei 2026, 15:42 WIB
18 Mei 2026, 19:19 WIB
17 Mei 2026, 17:00 WIB
15 Mei 2026, 21:21 WIB
Terkini
19 Mei 2026, 21:00 WIB
Volvo EX90 meramaikan segmen SUV premium di Indonesia, jadi opsi di samping mobil listrik BMW iX dan Kia EV9
19 Mei 2026, 19:36 WIB
Jika Anda sedang berniat untuk membeli kendaraan roda dua, ada baiknya melihat harga motor matic murah dahulu
19 Mei 2026, 17:00 WIB
Varian PHEV dari BYD M6 mulai diperkenalkan ke konsumen, meskipun harga dan spesifikasinya masih gelap
19 Mei 2026, 15:42 WIB
Mobil listrik Chery Q hadir meramaikan pasar otomotif RI, tawarkan spesifikasi dan fitur keselamatan mumpuni
19 Mei 2026, 13:29 WIB
Harga BBM non subsidi yang terus meroket tajam membuat banyak konsumen yang beralih ke kendaraan hybrid
19 Mei 2026, 12:02 WIB
Veda Ega Pratama menilai hasil di Moto3 Catalunya 2026 sebagai pengalaman berharga untuk terus berkembang
19 Mei 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta hari ini 19 Mei 2026 kembali dimulai sejak pagi hingga pukul 10.00 WIB, perhatikan titiknya
19 Mei 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Bandung bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin mengurus dokumen berkendara hari ini