BYD Berniat Punya Pabrik Baterai di Subang Demi Tingkatkan TKDN
06 September 2026, 01:22 WIB
Gaikindo menyambut baik keinginan pemerintah Chile untuk mengimpor mobil listrik hasil produksi Indonesia
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut baik pernyataan pemerintah Chile yang ingin mengimpor mobil listrik dari Tanah Air. Terlebih saat ini kondisi pasar di dalam negeri belum membaik.
Mereka bahkan siap mendorong pabrikan otomotif di Indonesia untuk memanfaatkan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Chile atau Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA).
“Ini kesempatan bagus karena Indonesia banyak pabrikan yang bisa membuat mobil listrik. Mulai dari Wuling, DFSK, MG, Cherry dan lainnya,” ungkap Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo dilansir Antara (10/09).
Ia pun menambahkan bahwa walau Chile menganut sistem kemudi kiri, hal tersebut dinilai bukanlah hambatan. Pasalnya perubahan kecil seperti itu masih bisa diatasi dengan mudah oleh para produsen.
“Kita harus ambil serta manfaatkan. Karena ketika ada yang berminat dan kita punya barangnya, kenapa tidak?” ungkapnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa ekspor mobil bukanlah sekadar transaksi jual beli barang putus. Diperlukan kesiapan infrastruktur pendukung seperti jaringan diler dan layanan purnajual (after sales service) di Chile.
“Berjualan mobil itu tidak sesederhana ada konsumen lalu kita kirim karena harus ada purnajualnya. Semua harus disiapkan sehingga tidak beli putus,” jelas Kukuh kemudian.
Ia pun mengakui bahwa adanya perjanjian IC-CEPA, tarif perdagangan yang lebih kompetitif dapat menjadi dorongan kuat bagi produsen untuk memperluas pasar ekspor.
“Ini kesempatan untuk memperluas jaringan. Konfidensinya di dalam negeri sudah oke, sekarang ekspor juga harus oke,” imbuh Kukuh.
Sebelumnya diberitakan bahwa Pemerintah Chile berminat untuk melakukan impor mobil listrik dari Indonesia dengan memanfaatkan Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Chile (Indonesia-Chile CEPA/IC CEPA).
Claudia Sanhueza, Wakil Menteri Hubungan Ekonomi Internasional Chile mengungkap bahwa Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan dengan negara lain. Pasalnya ada kemitraan ekonomi antar negara sehingga produk dapat masuk ke Chile tanpa dikenakan tarif impor.
Hal ini tentu mengungtungkan karena Chile membutuhkan mobil listrik dalam jumlah yang sangat besar. Sementara harga kendaraan listrik di negara tersebut masih cukup mahal.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 September 2026, 01:22 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
26 Agustus 2026, 19:38 WIB
20 Agustus 2026, 21:00 WIB
19 Agustus 2026, 09:00 WIB
Terkini
06 September 2026, 12:15 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam jadi tempat mengekspresikan bakat, wadah berkumpul masyarakat dan komunitas
06 September 2026, 01:22 WIB
BYD terus memperkuat komitmen mereka untuk memajukan industri otomotif di Indonesia usai mendirikan pabrik
05 September 2026, 19:21 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam jadi wadah silaturahmi dan unjuk kreativitas masyarakat dan anak-anak muda
05 September 2026, 17:00 WIB
Harga Mitsubishi Pajero terbaru terungkap, jadi gambaran banderol untuk pasar Indonesia di masa mendatang
05 September 2026, 15:00 WIB
Lexus NX, salah satu model terlaris Lexus di pasar global kini telah mendapatkan sejumlah permbaruan
05 September 2026, 14:16 WIB
Ajang Daihatsu Kumpul Sahabat Batam berlangsung sampai 6 September, banyak anak muda terlibat meramaikan
04 September 2026, 13:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam terselenggara di pusat perbelanjaan atas beberapa masukan dari para konsumen
04 September 2026, 11:00 WIB
Para bikers wajib menyambangi IMHAX 2026 untuk melengkapi perlengkapan berkendara yang berkeselamatan