Penjualan Neta di Indonesia di 2025, Tiarap Jelang Tutup Tahun
14 Januari 2026, 09:00 WIB
Gaikindo menyambut baik keinginan pemerintah Chile untuk mengimpor mobil listrik hasil produksi Indonesia
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut baik pernyataan pemerintah Chile yang ingin mengimpor mobil listrik dari Tanah Air. Terlebih saat ini kondisi pasar di dalam negeri belum membaik.
Mereka bahkan siap mendorong pabrikan otomotif di Indonesia untuk memanfaatkan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Chile atau Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA).
“Ini kesempatan bagus karena Indonesia banyak pabrikan yang bisa membuat mobil listrik. Mulai dari Wuling, DFSK, MG, Cherry dan lainnya,” ungkap Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo dilansir Antara (10/09).
Ia pun menambahkan bahwa walau Chile menganut sistem kemudi kiri, hal tersebut dinilai bukanlah hambatan. Pasalnya perubahan kecil seperti itu masih bisa diatasi dengan mudah oleh para produsen.
“Kita harus ambil serta manfaatkan. Karena ketika ada yang berminat dan kita punya barangnya, kenapa tidak?” ungkapnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa ekspor mobil bukanlah sekadar transaksi jual beli barang putus. Diperlukan kesiapan infrastruktur pendukung seperti jaringan diler dan layanan purnajual (after sales service) di Chile.
“Berjualan mobil itu tidak sesederhana ada konsumen lalu kita kirim karena harus ada purnajualnya. Semua harus disiapkan sehingga tidak beli putus,” jelas Kukuh kemudian.
Ia pun mengakui bahwa adanya perjanjian IC-CEPA, tarif perdagangan yang lebih kompetitif dapat menjadi dorongan kuat bagi produsen untuk memperluas pasar ekspor.
“Ini kesempatan untuk memperluas jaringan. Konfidensinya di dalam negeri sudah oke, sekarang ekspor juga harus oke,” imbuh Kukuh.
Sebelumnya diberitakan bahwa Pemerintah Chile berminat untuk melakukan impor mobil listrik dari Indonesia dengan memanfaatkan Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Chile (Indonesia-Chile CEPA/IC CEPA).
Claudia Sanhueza, Wakil Menteri Hubungan Ekonomi Internasional Chile mengungkap bahwa Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan dengan negara lain. Pasalnya ada kemitraan ekonomi antar negara sehingga produk dapat masuk ke Chile tanpa dikenakan tarif impor.
Hal ini tentu mengungtungkan karena Chile membutuhkan mobil listrik dalam jumlah yang sangat besar. Sementara harga kendaraan listrik di negara tersebut masih cukup mahal.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
14 Januari 2026, 09:00 WIB
13 Januari 2026, 19:42 WIB
13 Januari 2026, 14:04 WIB
13 Januari 2026, 13:00 WIB
13 Januari 2026, 11:00 WIB
Terkini
14 Januari 2026, 10:00 WIB
Menurut laman resmi TAM, harga Toyota Avanza mengalami kenaikan dengan bersaran bervariasi di awal tahun ini
14 Januari 2026, 09:00 WIB
Neta catat penurunan penjualan yang cukup dalam sejak Juli 2025, ditutup dengan dua unit retail di Desember
14 Januari 2026, 08:00 WIB
Prima Pramac Yamaha baru saja meluncurkan motor balap Toprak Razgatlioglu dan Jack Miller untuk MotoGP 2026
14 Januari 2026, 07:00 WIB
Agar terhindar dari konfilik, ada berbagai cara untuk menegur pengendara yang melawan arah dan merokok
14 Januari 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan masyarakat maupun pengendara, kepolisian menghadirkan fasilitas SIM keliling Bandung hari ini
14 Januari 2026, 06:00 WIB
Ganjil genap Jakarta 14 Januari 2026 kembali diterapkan dengan saksi denda hingga ratusan ribu rupiah
14 Januari 2026, 06:00 WIB
Biaya perpanjang di SIM keliling Jakarta bervariasi tergantung dari jenis SIM, berikut informasi lengkapnya
13 Januari 2026, 19:42 WIB
Karena diyakini masih akan berstatus impor utuh tanpa insentif, harga BYD Atto 1 diprediksi melonjak di 2026