Simak Jadwal Pembatasan Angkutan Barang Saat Mudik Lebaran 2026
17 Februari 2026, 21:00 WIB
Gaikindo menyambut baik keinginan pemerintah Chile untuk mengimpor mobil listrik hasil produksi Indonesia
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyambut baik pernyataan pemerintah Chile yang ingin mengimpor mobil listrik dari Tanah Air. Terlebih saat ini kondisi pasar di dalam negeri belum membaik.
Mereka bahkan siap mendorong pabrikan otomotif di Indonesia untuk memanfaatkan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Chile atau Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA).
“Ini kesempatan bagus karena Indonesia banyak pabrikan yang bisa membuat mobil listrik. Mulai dari Wuling, DFSK, MG, Cherry dan lainnya,” ungkap Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gaikindo dilansir Antara (10/09).
Ia pun menambahkan bahwa walau Chile menganut sistem kemudi kiri, hal tersebut dinilai bukanlah hambatan. Pasalnya perubahan kecil seperti itu masih bisa diatasi dengan mudah oleh para produsen.
“Kita harus ambil serta manfaatkan. Karena ketika ada yang berminat dan kita punya barangnya, kenapa tidak?” ungkapnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa ekspor mobil bukanlah sekadar transaksi jual beli barang putus. Diperlukan kesiapan infrastruktur pendukung seperti jaringan diler dan layanan purnajual (after sales service) di Chile.
“Berjualan mobil itu tidak sesederhana ada konsumen lalu kita kirim karena harus ada purnajualnya. Semua harus disiapkan sehingga tidak beli putus,” jelas Kukuh kemudian.
Ia pun mengakui bahwa adanya perjanjian IC-CEPA, tarif perdagangan yang lebih kompetitif dapat menjadi dorongan kuat bagi produsen untuk memperluas pasar ekspor.
“Ini kesempatan untuk memperluas jaringan. Konfidensinya di dalam negeri sudah oke, sekarang ekspor juga harus oke,” imbuh Kukuh.
Sebelumnya diberitakan bahwa Pemerintah Chile berminat untuk melakukan impor mobil listrik dari Indonesia dengan memanfaatkan Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan Chile (Indonesia-Chile CEPA/IC CEPA).
Claudia Sanhueza, Wakil Menteri Hubungan Ekonomi Internasional Chile mengungkap bahwa Indonesia memiliki keunggulan dibandingkan dengan negara lain. Pasalnya ada kemitraan ekonomi antar negara sehingga produk dapat masuk ke Chile tanpa dikenakan tarif impor.
Hal ini tentu mengungtungkan karena Chile membutuhkan mobil listrik dalam jumlah yang sangat besar. Sementara harga kendaraan listrik di negara tersebut masih cukup mahal.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
17 Februari 2026, 21:00 WIB
16 Februari 2026, 11:00 WIB
16 Februari 2026, 11:00 WIB
15 Februari 2026, 19:00 WIB
14 Februari 2026, 12:00 WIB
Terkini
17 Februari 2026, 21:00 WIB
Pembatasan angkutan barang akan dilakukan mulai 13 hingga 29 Maret 2026 untuk dukung arus Mudik Lebaran
17 Februari 2026, 19:00 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono atau biasa disapa AHY memastikan bahwa program zero ODOL masih berjalan sesuai rencana
17 Februari 2026, 17:00 WIB
NMAA tidak hanya sekadar memamerkan mobil modifikasi di ajang Osaka Auto Messe 2026, namun disertakan budaya
17 Februari 2026, 15:00 WIB
Dedi Mulyadi memamerkan moge milik pribadinya saat melakukan kunjungan ke daerah-daerah pelosok Jabar
17 Februari 2026, 13:00 WIB
IIMS 2027 masih digelar di JIExpo Kemayoran, tetapi rencananya memanfaatkan lahan tambahan seluas 20.000 m2
17 Februari 2026, 12:00 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono mengaku tertarik dengan Denza B5 karena mobil tersebut memiliki desain yang tangguh
17 Februari 2026, 12:00 WIB
MPV bertenaga listrik Denza D9 hadir di Fortune Indonesia Summit 2026, incar konsumen pelaku bisnis di RI
17 Februari 2026, 11:00 WIB
Kegiatan ekspor mobil CBU Daihatsu sepanjang 2025 dikatakan mengalami peningkatan sebesar belasan persen