Simak Tips Jitu Ikut Lelang Mobil, Wajib Tentukan Hal Ini
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
Pengemudi tidak bisa percaya 100 persen dengan fitur keselamatan mobil, sebab masih ada potensi error
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Saat ini mobil baru yang dipasarkan dibekali berbagai fitur kekinian. Terutama untuk urusan keselamatan produk tersebut.
Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), sudah menjadi fitur lumrah yang dapat ditemui pada kendaraan roda empat anyar.
ADAS pada kendaraan roda empat terdiri dari sejumlah fitur. Ambil contoh Blind Spot Warning (BSW).
Fitur keselamatan tersebut mampu mendeteksi kendaraan atau objek pada titik buta. Sehingga dapat membantu Anda ketika bermanuver.
Lalu masih ada Adaptive Cruise Control (ACC). Berfungsi menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan.
Kemudian ADAS turut dilengkapi dengan Lane Departure Warning (LDW), berperan mengingatkan pengendara saat mobil keluar dari jalur.
Terakhir fitur keselamatan pada mobil yang kerap ditemukan adalah Automatic Emergency Braking (AEB)
Khusus yang satu ini dapat memberikan peringatan dan mengaktifkan rem secara otomatis, bila mendeteksi potensi tabrakan dengan kendaraan, objek sampai pejalan kaki di depan.
Kendati demikian pengendara tidak bisa bergantung sepenuhnya pada fitur keselamatan mobil.
"Secanggih-canggihnya fitur dan teknologi safety, kontribusi manual serta kemampuan kognitif lebih vital," buka Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) saat ditemui KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Jusri menerangkan kalau kemampuan kognitif manusia meliputi analisa, reaksi, menerjemahkan serta mengeksekusi jauh lebih penting.
Pasalnya jika bergantung pada fitur keselamatan mobil, ada kemungkinan sistem tersebut error.
Sehingga tidak bisa bekerja sesuai kehendak. Potensi paling buruknya adalah terjadi kecelakaan.
"Pertanyaannya apakah kita bisa percaya 100 persen? tentu tidak. (Fitur keselamatan) sebatas notifikasi saja atau memberi peringatan, jadi ketika ada tanda-tanda kita harus langsung ambil alih," Jusri melanjutkan.
Oleh sebab itu pemilik mobil tidak dapat sepenuhnya mengandalkan fitur keselamatan. Skill atau kemampuan mengemudi tetap lebih penting.
Dengan begitu potensi kecelakaan di jalan bisa diminimalisir. Tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.
"Jadi kita taruh dia (fitur keselamatan) di mana? Di notifikasi atau reminder warning. Jangan sampai percaya 100 persen," Jusri menegaskan.
Selain itu demi meningkatkan keselamatan, masyarakat juga wajib mengutamakan atitude di jalan.
Tak lupa pengetahuan berkendara yang baik juga mematuhi peraturan yang berlaku. Sehingga bisa semakin selamat ketika memacu mobil di jalan raya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
23 Juli 2026, 23:04 WIB
23 Juli 2026, 09:00 WIB
11 Juli 2026, 07:00 WIB
10 Juni 2026, 13:00 WIB
Terkini
15 Agustus 2026, 07:21 WIB
Presiden Prabowo berambisi agar Indonesia memiliki mobil listrik nasional serta memajukan industri otomotif
14 Agustus 2026, 20:50 WIB
Fabio Quartararo mengatakan bahwa ia berniat meninggalkan Yamaha saat melakoni pengujian di Sirkuit Valencia
14 Agustus 2026, 20:48 WIB
Farizon V8E resmi diproduksi di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM), kemudian disusul dengan model F3E
14 Agustus 2026, 11:00 WIB
Merek mobil mewah memperlihatkan tren negatif di periode Juli 2026, BMW masih memimpin disusul Mercedes-Benz
14 Agustus 2026, 09:00 WIB
Penjualan BMW disebut positif selama perhelatan GIIAS 2026, tuai respons positif terhadap BMW iX3 Neue Klasse
14 Agustus 2026, 07:00 WIB
Motor listrik nasional baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dengan menggandeng Indika
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini masih ada 26 titik yang membatasi mobil pribadi dengan pelat nomor sesuai tanggal
14 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan dan tersedia di lima lokasi berbeda