Penjualan Mobil Bekas Tumbuh 12 Persen di GIIAS 2026
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
Pengemudi tidak bisa percaya 100 persen dengan fitur keselamatan mobil, sebab masih ada potensi error
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Saat ini mobil baru yang dipasarkan dibekali berbagai fitur kekinian. Terutama untuk urusan keselamatan produk tersebut.
Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), sudah menjadi fitur lumrah yang dapat ditemui pada kendaraan roda empat anyar.
ADAS pada kendaraan roda empat terdiri dari sejumlah fitur. Ambil contoh Blind Spot Warning (BSW).
Fitur keselamatan tersebut mampu mendeteksi kendaraan atau objek pada titik buta. Sehingga dapat membantu Anda ketika bermanuver.
Lalu masih ada Adaptive Cruise Control (ACC). Berfungsi menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan.
Kemudian ADAS turut dilengkapi dengan Lane Departure Warning (LDW), berperan mengingatkan pengendara saat mobil keluar dari jalur.
Terakhir fitur keselamatan pada mobil yang kerap ditemukan adalah Automatic Emergency Braking (AEB)
Khusus yang satu ini dapat memberikan peringatan dan mengaktifkan rem secara otomatis, bila mendeteksi potensi tabrakan dengan kendaraan, objek sampai pejalan kaki di depan.
Kendati demikian pengendara tidak bisa bergantung sepenuhnya pada fitur keselamatan mobil.
"Secanggih-canggihnya fitur dan teknologi safety, kontribusi manual serta kemampuan kognitif lebih vital," buka Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) saat ditemui KatadataOTO beberapa waktu lalu.
Jusri menerangkan kalau kemampuan kognitif manusia meliputi analisa, reaksi, menerjemahkan serta mengeksekusi jauh lebih penting.
Pasalnya jika bergantung pada fitur keselamatan mobil, ada kemungkinan sistem tersebut error.
Sehingga tidak bisa bekerja sesuai kehendak. Potensi paling buruknya adalah terjadi kecelakaan.
"Pertanyaannya apakah kita bisa percaya 100 persen? tentu tidak. (Fitur keselamatan) sebatas notifikasi saja atau memberi peringatan, jadi ketika ada tanda-tanda kita harus langsung ambil alih," Jusri melanjutkan.
Oleh sebab itu pemilik mobil tidak dapat sepenuhnya mengandalkan fitur keselamatan. Skill atau kemampuan mengemudi tetap lebih penting.
Dengan begitu potensi kecelakaan di jalan bisa diminimalisir. Tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain.
"Jadi kita taruh dia (fitur keselamatan) di mana? Di notifikasi atau reminder warning. Jangan sampai percaya 100 persen," Jusri menegaskan.
Selain itu demi meningkatkan keselamatan, masyarakat juga wajib mengutamakan atitude di jalan.
Tak lupa pengetahuan berkendara yang baik juga mematuhi peraturan yang berlaku. Sehingga bisa semakin selamat ketika memacu mobil di jalan raya.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
05 Agustus 2026, 18:00 WIB
23 Juli 2026, 23:04 WIB
23 Juli 2026, 09:00 WIB
11 Juli 2026, 07:00 WIB
Terkini
05 September 2026, 19:21 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam jadi wadah silaturahmi dan unjuk kreativitas masyarakat dan anak-anak muda
05 September 2026, 17:00 WIB
Harga Mitsubishi Pajero terbaru terungkap, jadi gambaran banderol untuk pasar Indonesia di masa mendatang
05 September 2026, 15:00 WIB
Lexus NX, salah satu model terlaris Lexus di pasar global kini telah mendapatkan sejumlah permbaruan
05 September 2026, 14:16 WIB
Ajang Daihatsu Kumpul Sahabat Batam berlangsung sampai 6 September, banyak anak muda terlibat meramaikan
04 September 2026, 13:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam terselenggara di pusat perbelanjaan atas beberapa masukan dari para konsumen
04 September 2026, 11:00 WIB
Para bikers wajib menyambangi IMHAX 2026 untuk melengkapi perlengkapan berkendara yang berkeselamatan
04 September 2026, 09:00 WIB
Pameran IEE Series 2026 memasuki Energy Week, ikut dukung ekosistem kendaraan energi terbarukan di Indonesia
04 September 2026, 07:00 WIB
AUKSI memanfaatkan momentum hari pelanggan nasional untuk memberikan persembahan istimewa bagi peserta lelang