Toyota Waspadai Dampak Krisis Geopolitik pada Industri Otomotif
10 Januari 2026, 09:30 WIB
Ekspor Toyota Indonesia catat rekor baru di 2022 dengan mengirim hampir 297.000 unit mobil atau naik 58 persen
Oleh Adi Hidayat
TRENOTO – Ekspor Toyota Indonesia catat rekor baru karena berhasil mengirim hampir 297.000 unit sepanjang 2022. Jumlah tersebut naik 58 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 166.000 unit.
Berkat ini Toyota Indonesia berhasil mendominasi ekspor mobil CBU di Nasional. Sepanjang Januari hingga Desember 2022, Indonesia telah mengekspor kendaraan roda empat CBU sebanyak 473.602 unit dari berbagai merek.
“Sejak tahun 1987 kami menginisiasi ekspor perdana mobil Toyota Indonesia buatan anak bangsa dengan mengirimkan Kijang. Hingga kini berhasil mengirim 297.000 unit Toyota sepanjang tahun 2022,” ungkap Bob Azam Direktur Hubungan Eksternal PT PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN).
Toyota Veloz pun diklaim menjadi yang paling banyak diminati oleh pasar internasional. Sepanjang 2022 model tersebut sudah dikirim 70.000 unit.
Perlu diketahui bahwa apa yang diraih tahun lalu merupakan catatan tertinggi sejak 1987. Selama lebih dari 3 dasawarsa, Toyota Indonesia telah mengirim 2.3 juta unit kendaraan ke berbagai negara tujuan dan mendapat respon positif.
Dari seluruh model, Toyota Fortuner adalah mobil yang paling banyak diekspor. Tak tanggung-tanggung jumlahnya mencapai 578.000 unit sejak pengiriman perdananya beberapa tahun lalu.
Beragam tantangan harus dihadapi oleh Toyota Indonesia bila ingin catatan positif tersebut tetap optimal. Pasalnya tahun ini diperkirakan situasi perekonomian global di 2023 mengalami perlambatan.
Meski demikian beberapa langkah telah disiapkan agar performa ekspor tidak mengalami penurunan. Salah satunya adalah kesuksesan Toyota Indonesia untuk mengekspor mobil ke Australia sejak tahun lalu.
Selain itu, sejumlah negara tujuan baru di kawasan Afrika diyakini dapat mengurangi risiko terjadinya penurunan jumlah ekspor.
“Di tengah ancaman perlambatan ekonomi global, Toyota Indonesia tetap menargetkan pertumbuhan kinerja ekspor tahun 2023 akan naik sebesar 5 persen,” ujar Bob Azam kemudian.
Ia juga menambahkan bahwa adanya kendaraan elektrifikasi menjadi potensi menarik. Namun diperlukan pengembangan industri lokal pada komponen serta penguatan kemampuan SDM agar kualitas produksi tetap terjaga.
“Partisipasi aktif kami dalam mendukung target Pemerintah untuk dekarbonisasi diwujudkan melalui realisasi serta komitmen nyata dengan membangun ekosistem elektrifikasi. Mulai dari peningkatan kemampuan SDM, investasi pengembangan manufaktur otomotif hingga menyediakan ragam teknologi elektrifikasi yang lengkap sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia dan global,” pungkasnya.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
10 Januari 2026, 09:30 WIB
08 Januari 2026, 11:00 WIB
16 Oktober 2025, 16:00 WIB
25 September 2025, 12:00 WIB
10 Oktober 2024, 19:00 WIB
Terkini
17 Mei 2026, 11:17 WIB
Toyota GR Car Meet 2026 menjadi ajang festival mobil terbesar di Indonesia dengan melibatkan banyak pihak
16 Mei 2026, 20:46 WIB
Alex Marquez tidak terbendung dalam memenangkan sesi sprint race MotoGP Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona
16 Mei 2026, 17:00 WIB
Komunitas JMC bersama Yamaha Indonesia baru saja menggelar touring jarak jauh dari Jakarta ke Lampung
16 Mei 2026, 14:36 WIB
BYD Atto 1 mendapatkan penyegaran dan tambahan fitur, lalu turut hadir varian anyar dengan harga Rp 199 juta
15 Mei 2026, 21:21 WIB
BYD menilai kesadaran masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi atau EV mulai menunjukkan tren positif
15 Mei 2026, 21:20 WIB
Jorge Martin berpeluang melanjutkan tren positifnya dalam balapan MotoGP Catalunya 2026 akhir pekan ini
14 Mei 2026, 20:18 WIB
Hyundai baru saja menggelar pengundian program FIFA World Cup 2026 Test Drive Campaign untuk periode April
14 Mei 2026, 14:52 WIB
Apresiasi Sung Kang di RI, Maxdecal dukung kolaborasinya dengan Kemenekraf dan hadirkan art print spesial