Ekspor Mobil Listrik Cina Bakal Meroket saat Pasar Domestik Lesu

Pasar mobil listrik di Cina diprediksi melambat pada 2026 karena beberapa faktor, seperti penghentian subsidi

Ekspor Mobil Listrik Cina Bakal Meroket saat Pasar Domestik Lesu
Satrio Adhy

KatadataOTO – Para produsen mobil listrik di Cina tengah mencari cara untuk menggairahkan pasar. Sebab permintaan Electric Vehicle (EV) pada 2026 diproyeksikan menurun.

Menurut laporan Financial Times pada Senin (12/01), pabrik kendaraan roda empat di Tiongkok diperkirakan bakal membanjiri pasar ekspor.

Disebutkan bahwa ekspor otomotif Cina akan meningkat hingga 25 persen. Lalu memecahkan rekor karena bakal menyentuh tujuh juta unit.

“Para produsen mobil berupaya mengimbangi penurunan penjualan domestik mobil bensin dan perlambatan pertumbuhan EV,” tulis media daring tersebut.

Penjualan BYD
Photo: Istimewa

Lebih jauh disebutkan, ekspor mobil listrik Cina diperkirakan melonjak melampaui 50 persen atau menjadi 3,7 juta unit pada 2026.

Sementara untuk kendaraan roda empat bermesin bensin, ada kenaikan sekitar empat persen atau menjadi 3,4 juta unit.

Bahkan para analis di Tiongkok mengatakan, ekspor kendaraan roda empat negara mereka bakal menyentuh 9,4 juta unit pada 2030.

Jumlah di atas menjadi dua kali lipat dari angka yang dikirimkan BYD, Chery hingga Changan pada 2024.

“Pasar otomotif menghadapi tekanan pertumbuhan yang luar biasa pada 2026,” ungkap Cui Donshu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Penumpang Cina (CPCA).

Menurut data, mobil listrik Cina bakal membanjiri sejumlah negara. Semisal Meksiko, Timur Tengah, Rusia dan sebagian Eropa.

Hal itu sudah terlihat dari sejumlah produsen yang membangun pabrik dan jaringan diler di seluruh dunia.

Tercatat, tujuh grup otomotif terbesar Tiongkok seperti BYD, Great Wall Motor (GWM), Chery, SAIC, Changan, GAC serta Geely memiliki total 31 fasilitas produksi di luar negeri.

Sebagai informasi, memang penjualan mobil listrik di Cina diprediksi melambat pada periode tahun ini.

Beberapa rintangan siap menghadang, semisal ketegangan perdagangan, pergeseran tarif serta ketidakpastian regulasi pemerintah.

Kondisi di atas memaksa para produsen untuk memikirkan kembali produksi, penetapan harga maupun strategi pasar.

Bahkan dikatakan kalau puluhan produsen mobil listrik di Cina berada dalam ancaman serius pada 2026.

Geely EX2
Photo: KatadataOTO

Mereka kemungkinan besar akan menutup atau mengurangi operasinya pada tahun depan. Hal itu karena pertumbuhan industri melambat dan insentif dari pemerintah berakhir.

Patut diketahui, sejumlah mobil listrik Cina sudah membanjiri pasar Indonesia. Ambil contoh BYD yang memasarkan Atto 1, Dolphin sampai Seal.

Tidak ketinggalan ada Chery Group. Mereka turut meniagakan beberapa produk andalan kepada para konsumen di Tanah Air.


Terkini

news
Valvoline

Valvoline Dukung Profesional Otomotif Kembangkan keterampilan

Valvoline memberikan apresiasi para mekanik yang berjuang untuk meningkatkan kualitas hidup lebih baik

mobil
Geely Coolray

SUV Bensin Geely Coolray Sudah Bisa Dipesan, Debut di GIIAS 2026

Geely Coolray diperkenalkan ke konsumen sebagai SUV bermesin bensin pertama dari Geely, debut di GIIAS 2026

mobil
Ford

Ford Matangkan Rencana Pembangunan Pabrik di Indonesia

Saat ini Ford RMA Indonesia mengaku sedang menjalin komunikasi dengan banyak pihak, seperti pemerintahan

news
SIM Keliling Bandung

Cek Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Bandung Hari Ini 20 Juli 2026

SIM Keliling Bandung hari ini beroperasi di dua tempat, hal ini agar masyarakat lebih mudah menemukannya

news
SIM Keliling Jakarta

Jadwal dan Lokasi SIM Keliling Jakarta Hari Ini Senin 20 Juli

Beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda, berikut adalah informasi lengkap seputar SIM keliling Jakarta

news
Ganjil Genap Jakarta

Sistem Ganjil Genap Jakarta Hari Ini 20 Juli 2026 Mulai Dari Pagi

Ganjil Genap Jakarta hari ini kembali berlaku untuk bisa memecah kemacetan yang terjadi pada jam-jam sibuk

mobil
Motul

Motul Komitmen Sukseskan Program Diesel B50 di Indonesia

Motul luncurkan produk yang menjadi solusi dalam penerapan program bahan bakar diesel B50 yang baru diresmikan

motor
Vinfast

Vinfast Luncurkan 3 Motor Listrik, Harga Mulai Rp 17 Jutaan

Vinfast Indonesia secara resmi menawarkan motor listrik dengan pilihan kepemilikan baterai sewa atau beli putus