BYD Berniat Punya Pabrik Baterai di Subang Demi Tingkatkan TKDN
06 September 2026, 01:22 WIB
Pasar mobil listrik di Cina diprediksi melambat pada 2026 karena beberapa faktor, seperti penghentian subsidi
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Para produsen mobil listrik di Cina tengah mencari cara untuk menggairahkan pasar. Sebab permintaan Electric Vehicle (EV) pada 2026 diproyeksikan menurun.
Menurut laporan Financial Times pada Senin (12/01), pabrik kendaraan roda empat di Tiongkok diperkirakan bakal membanjiri pasar ekspor.
Disebutkan bahwa ekspor otomotif Cina akan meningkat hingga 25 persen. Lalu memecahkan rekor karena bakal menyentuh tujuh juta unit.
“Para produsen mobil berupaya mengimbangi penurunan penjualan domestik mobil bensin dan perlambatan pertumbuhan EV,” tulis media daring tersebut.
Lebih jauh disebutkan, ekspor mobil listrik Cina diperkirakan melonjak melampaui 50 persen atau menjadi 3,7 juta unit pada 2026.
Sementara untuk kendaraan roda empat bermesin bensin, ada kenaikan sekitar empat persen atau menjadi 3,4 juta unit.
Bahkan para analis di Tiongkok mengatakan, ekspor kendaraan roda empat negara mereka bakal menyentuh 9,4 juta unit pada 2030.
Jumlah di atas menjadi dua kali lipat dari angka yang dikirimkan BYD, Chery hingga Changan pada 2024.
“Pasar otomotif menghadapi tekanan pertumbuhan yang luar biasa pada 2026,” ungkap Cui Donshu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Penumpang Cina (CPCA).
Menurut data, mobil listrik Cina bakal membanjiri sejumlah negara. Semisal Meksiko, Timur Tengah, Rusia dan sebagian Eropa.
Hal itu sudah terlihat dari sejumlah produsen yang membangun pabrik dan jaringan diler di seluruh dunia.
Tercatat, tujuh grup otomotif terbesar Tiongkok seperti BYD, Great Wall Motor (GWM), Chery, SAIC, Changan, GAC serta Geely memiliki total 31 fasilitas produksi di luar negeri.
Sebagai informasi, memang penjualan mobil listrik di Cina diprediksi melambat pada periode tahun ini.
Beberapa rintangan siap menghadang, semisal ketegangan perdagangan, pergeseran tarif serta ketidakpastian regulasi pemerintah.
Kondisi di atas memaksa para produsen untuk memikirkan kembali produksi, penetapan harga maupun strategi pasar.
Bahkan dikatakan kalau puluhan produsen mobil listrik di Cina berada dalam ancaman serius pada 2026.
Mereka kemungkinan besar akan menutup atau mengurangi operasinya pada tahun depan. Hal itu karena pertumbuhan industri melambat dan insentif dari pemerintah berakhir.
Patut diketahui, sejumlah mobil listrik Cina sudah membanjiri pasar Indonesia. Ambil contoh BYD yang memasarkan Atto 1, Dolphin sampai Seal.
Tidak ketinggalan ada Chery Group. Mereka turut meniagakan beberapa produk andalan kepada para konsumen di Tanah Air.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
06 September 2026, 01:22 WIB
03 September 2026, 16:02 WIB
01 September 2026, 07:00 WIB
30 Agustus 2026, 09:00 WIB
28 Agustus 2026, 22:10 WIB
Terkini
06 September 2026, 01:22 WIB
BYD terus memperkuat komitmen mereka untuk memajukan industri otomotif di Indonesia usai mendirikan pabrik
05 September 2026, 19:21 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam jadi wadah silaturahmi dan unjuk kreativitas masyarakat dan anak-anak muda
05 September 2026, 17:00 WIB
Harga Mitsubishi Pajero terbaru terungkap, jadi gambaran banderol untuk pasar Indonesia di masa mendatang
05 September 2026, 15:00 WIB
Lexus NX, salah satu model terlaris Lexus di pasar global kini telah mendapatkan sejumlah permbaruan
05 September 2026, 14:16 WIB
Ajang Daihatsu Kumpul Sahabat Batam berlangsung sampai 6 September, banyak anak muda terlibat meramaikan
04 September 2026, 13:00 WIB
Daihatsu Kumpul Sahabat Batam terselenggara di pusat perbelanjaan atas beberapa masukan dari para konsumen
04 September 2026, 11:00 WIB
Para bikers wajib menyambangi IMHAX 2026 untuk melengkapi perlengkapan berkendara yang berkeselamatan
04 September 2026, 09:00 WIB
Pameran IEE Series 2026 memasuki Energy Week, ikut dukung ekosistem kendaraan energi terbarukan di Indonesia