Chery Q Debut di GIIAS 2026, Sudah Terpesan 3.000 Unit
19 Juli 2026, 12:00 WIB
Pasar mobil listrik di Cina diprediksi melambat pada 2026 karena beberapa faktor, seperti penghentian subsidi
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Para produsen mobil listrik di Cina tengah mencari cara untuk menggairahkan pasar. Sebab permintaan Electric Vehicle (EV) pada 2026 diproyeksikan menurun.
Menurut laporan Financial Times pada Senin (12/01), pabrik kendaraan roda empat di Tiongkok diperkirakan bakal membanjiri pasar ekspor.
Disebutkan bahwa ekspor otomotif Cina akan meningkat hingga 25 persen. Lalu memecahkan rekor karena bakal menyentuh tujuh juta unit.
“Para produsen mobil berupaya mengimbangi penurunan penjualan domestik mobil bensin dan perlambatan pertumbuhan EV,” tulis media daring tersebut.
Lebih jauh disebutkan, ekspor mobil listrik Cina diperkirakan melonjak melampaui 50 persen atau menjadi 3,7 juta unit pada 2026.
Sementara untuk kendaraan roda empat bermesin bensin, ada kenaikan sekitar empat persen atau menjadi 3,4 juta unit.
Bahkan para analis di Tiongkok mengatakan, ekspor kendaraan roda empat negara mereka bakal menyentuh 9,4 juta unit pada 2030.
Jumlah di atas menjadi dua kali lipat dari angka yang dikirimkan BYD, Chery hingga Changan pada 2024.
“Pasar otomotif menghadapi tekanan pertumbuhan yang luar biasa pada 2026,” ungkap Cui Donshu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Penumpang Cina (CPCA).
Menurut data, mobil listrik Cina bakal membanjiri sejumlah negara. Semisal Meksiko, Timur Tengah, Rusia dan sebagian Eropa.
Hal itu sudah terlihat dari sejumlah produsen yang membangun pabrik dan jaringan diler di seluruh dunia.
Tercatat, tujuh grup otomotif terbesar Tiongkok seperti BYD, Great Wall Motor (GWM), Chery, SAIC, Changan, GAC serta Geely memiliki total 31 fasilitas produksi di luar negeri.
Sebagai informasi, memang penjualan mobil listrik di Cina diprediksi melambat pada periode tahun ini.
Beberapa rintangan siap menghadang, semisal ketegangan perdagangan, pergeseran tarif serta ketidakpastian regulasi pemerintah.
Kondisi di atas memaksa para produsen untuk memikirkan kembali produksi, penetapan harga maupun strategi pasar.
Bahkan dikatakan kalau puluhan produsen mobil listrik di Cina berada dalam ancaman serius pada 2026.
Mereka kemungkinan besar akan menutup atau mengurangi operasinya pada tahun depan. Hal itu karena pertumbuhan industri melambat dan insentif dari pemerintah berakhir.
Patut diketahui, sejumlah mobil listrik Cina sudah membanjiri pasar Indonesia. Ambil contoh BYD yang memasarkan Atto 1, Dolphin sampai Seal.
Tidak ketinggalan ada Chery Group. Mereka turut meniagakan beberapa produk andalan kepada para konsumen di Tanah Air.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Juli 2026, 12:00 WIB
18 Juli 2026, 21:09 WIB
16 Juli 2026, 07:00 WIB
15 Juli 2026, 07:00 WIB
14 Juli 2026, 22:00 WIB
Terkini
20 Juli 2026, 17:50 WIB
Valvoline memberikan apresiasi para mekanik yang berjuang untuk meningkatkan kualitas hidup lebih baik
20 Juli 2026, 12:50 WIB
Geely Coolray diperkenalkan ke konsumen sebagai SUV bermesin bensin pertama dari Geely, debut di GIIAS 2026
20 Juli 2026, 07:00 WIB
Saat ini Ford RMA Indonesia mengaku sedang menjalin komunikasi dengan banyak pihak, seperti pemerintahan
20 Juli 2026, 06:38 WIB
SIM Keliling Bandung hari ini beroperasi di dua tempat, hal ini agar masyarakat lebih mudah menemukannya
20 Juli 2026, 06:00 WIB
Beroperasi seperti biasa di lima lokasi berbeda, berikut adalah informasi lengkap seputar SIM keliling Jakarta
20 Juli 2026, 06:00 WIB
Ganjil Genap Jakarta hari ini kembali berlaku untuk bisa memecah kemacetan yang terjadi pada jam-jam sibuk
19 Juli 2026, 21:19 WIB
Motul luncurkan produk yang menjadi solusi dalam penerapan program bahan bakar diesel B50 yang baru diresmikan
19 Juli 2026, 14:00 WIB
Vinfast Indonesia secara resmi menawarkan motor listrik dengan pilihan kepemilikan baterai sewa atau beli putus