Toyota Produksi Baterai Mobil Hybrid di Indonesia, Gandeng CATL
20 April 2026, 21:19 WIB
Pasar mobil listrik di Cina diprediksi melambat pada 2026 karena beberapa faktor, seperti penghentian subsidi
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Para produsen mobil listrik di Cina tengah mencari cara untuk menggairahkan pasar. Sebab permintaan Electric Vehicle (EV) pada 2026 diproyeksikan menurun.
Menurut laporan Financial Times pada Senin (12/01), pabrik kendaraan roda empat di Tiongkok diperkirakan bakal membanjiri pasar ekspor.
Disebutkan bahwa ekspor otomotif Cina akan meningkat hingga 25 persen. Lalu memecahkan rekor karena bakal menyentuh tujuh juta unit.
“Para produsen mobil berupaya mengimbangi penurunan penjualan domestik mobil bensin dan perlambatan pertumbuhan EV,” tulis media daring tersebut.
Lebih jauh disebutkan, ekspor mobil listrik Cina diperkirakan melonjak melampaui 50 persen atau menjadi 3,7 juta unit pada 2026.
Sementara untuk kendaraan roda empat bermesin bensin, ada kenaikan sekitar empat persen atau menjadi 3,4 juta unit.
Bahkan para analis di Tiongkok mengatakan, ekspor kendaraan roda empat negara mereka bakal menyentuh 9,4 juta unit pada 2030.
Jumlah di atas menjadi dua kali lipat dari angka yang dikirimkan BYD, Chery hingga Changan pada 2024.
“Pasar otomotif menghadapi tekanan pertumbuhan yang luar biasa pada 2026,” ungkap Cui Donshu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Penumpang Cina (CPCA).
Menurut data, mobil listrik Cina bakal membanjiri sejumlah negara. Semisal Meksiko, Timur Tengah, Rusia dan sebagian Eropa.
Hal itu sudah terlihat dari sejumlah produsen yang membangun pabrik dan jaringan diler di seluruh dunia.
Tercatat, tujuh grup otomotif terbesar Tiongkok seperti BYD, Great Wall Motor (GWM), Chery, SAIC, Changan, GAC serta Geely memiliki total 31 fasilitas produksi di luar negeri.
Sebagai informasi, memang penjualan mobil listrik di Cina diprediksi melambat pada periode tahun ini.
Beberapa rintangan siap menghadang, semisal ketegangan perdagangan, pergeseran tarif serta ketidakpastian regulasi pemerintah.
Kondisi di atas memaksa para produsen untuk memikirkan kembali produksi, penetapan harga maupun strategi pasar.
Bahkan dikatakan kalau puluhan produsen mobil listrik di Cina berada dalam ancaman serius pada 2026.
Mereka kemungkinan besar akan menutup atau mengurangi operasinya pada tahun depan. Hal itu karena pertumbuhan industri melambat dan insentif dari pemerintah berakhir.
Patut diketahui, sejumlah mobil listrik Cina sudah membanjiri pasar Indonesia. Ambil contoh BYD yang memasarkan Atto 1, Dolphin sampai Seal.
Tidak ketinggalan ada Chery Group. Mereka turut meniagakan beberapa produk andalan kepada para konsumen di Tanah Air.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
20 April 2026, 21:19 WIB
20 April 2026, 07:00 WIB
19 April 2026, 21:01 WIB
19 April 2026, 13:00 WIB
17 April 2026, 09:00 WIB
Terkini
21 April 2026, 18:45 WIB
Aramco, perusahaan minyak asal Arab kembangkan Dedicated Hybrid Engine (DHE) alias mesin khusus mobil hybrid
21 April 2026, 11:37 WIB
Changan bakal menjadi manufaktur Tiongkok pertama yang memasarkan kendaraan REEV di pasar otomotif Indonesia
21 April 2026, 09:00 WIB
Ford baru saja mendirikan diler di Sunter untuk mengakomodir kebutuhan para konsumen di kawasan Jakarta Utara
21 April 2026, 07:00 WIB
Truk hidrogen Isuzu dan Toyota bakal mulai produksi tahun depan, memanfaatkan Isuzu Elf EV sebagai basis
21 April 2026, 06:00 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta yang telah diterapkan sejak 2016 terus bergulir hingga hari ini karena cukup efektif
21 April 2026, 06:00 WIB
SIM keliling Jakarta melayani prosedur perpanjangan seperti biasanya hari ini, simak daftar lokasinya
21 April 2026, 06:00 WIB
Agar lebih mudah mengurus dokumen berkendara, Anda bisa memanfaatkan kehadiran SIM keliling Bandung hari ini
20 April 2026, 21:20 WIB
Mayoritas merek mobil mewah mengalami penurunan penjualan di Maret 2026, Mercedes-Benz anjlok 44,9 persen