BYD Bakal Produksi Blade Baterai Generasi Kedua di Subang
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Pasar mobil listrik di Cina diprediksi melambat pada 2026 karena beberapa faktor, seperti penghentian subsidi
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Para produsen mobil listrik di Cina tengah mencari cara untuk menggairahkan pasar. Sebab permintaan Electric Vehicle (EV) pada 2026 diproyeksikan menurun.
Menurut laporan Financial Times pada Senin (12/01), pabrik kendaraan roda empat di Tiongkok diperkirakan bakal membanjiri pasar ekspor.
Disebutkan bahwa ekspor otomotif Cina akan meningkat hingga 25 persen. Lalu memecahkan rekor karena bakal menyentuh tujuh juta unit.
“Para produsen mobil berupaya mengimbangi penurunan penjualan domestik mobil bensin dan perlambatan pertumbuhan EV,” tulis media daring tersebut.
Lebih jauh disebutkan, ekspor mobil listrik Cina diperkirakan melonjak melampaui 50 persen atau menjadi 3,7 juta unit pada 2026.
Sementara untuk kendaraan roda empat bermesin bensin, ada kenaikan sekitar empat persen atau menjadi 3,4 juta unit.
Bahkan para analis di Tiongkok mengatakan, ekspor kendaraan roda empat negara mereka bakal menyentuh 9,4 juta unit pada 2030.
Jumlah di atas menjadi dua kali lipat dari angka yang dikirimkan BYD, Chery hingga Changan pada 2024.
“Pasar otomotif menghadapi tekanan pertumbuhan yang luar biasa pada 2026,” ungkap Cui Donshu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Mobil Penumpang Cina (CPCA).
Menurut data, mobil listrik Cina bakal membanjiri sejumlah negara. Semisal Meksiko, Timur Tengah, Rusia dan sebagian Eropa.
Hal itu sudah terlihat dari sejumlah produsen yang membangun pabrik dan jaringan diler di seluruh dunia.
Tercatat, tujuh grup otomotif terbesar Tiongkok seperti BYD, Great Wall Motor (GWM), Chery, SAIC, Changan, GAC serta Geely memiliki total 31 fasilitas produksi di luar negeri.
Sebagai informasi, memang penjualan mobil listrik di Cina diprediksi melambat pada periode tahun ini.
Beberapa rintangan siap menghadang, semisal ketegangan perdagangan, pergeseran tarif serta ketidakpastian regulasi pemerintah.
Kondisi di atas memaksa para produsen untuk memikirkan kembali produksi, penetapan harga maupun strategi pasar.
Bahkan dikatakan kalau puluhan produsen mobil listrik di Cina berada dalam ancaman serius pada 2026.
Mereka kemungkinan besar akan menutup atau mengurangi operasinya pada tahun depan. Hal itu karena pertumbuhan industri melambat dan insentif dari pemerintah berakhir.
Patut diketahui, sejumlah mobil listrik Cina sudah membanjiri pasar Indonesia. Ambil contoh BYD yang memasarkan Atto 1, Dolphin sampai Seal.
Tidak ketinggalan ada Chery Group. Mereka turut meniagakan beberapa produk andalan kepada para konsumen di Tanah Air.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
14 Oktober 2026, 19:00 WIB
Terkini
15 Oktober 2026, 21:00 WIB
Marc Marquez harus merelakan podium tertinggi MotoGP Mandalika 2026 kemarin direbut oleh Marco Bezzecchi
15 Oktober 2026, 19:00 WIB
Blade baterai generasi kedua milik BYD akan mulai digunakan di sejumlah mobil-mobil listrik yang baru dipasarkan
15 Oktober 2026, 17:30 WIB
BYD, Jaecoo dan Wuling berhasil mengisi tiga besar merek mobil Cina terlaris di RI periode September 2026
15 Oktober 2026, 15:00 WIB
Stasiun pengisian daya BYD Flash Charging bisa dimanfaatkan untuk mobil BYD dengan baterai generasi pertama
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
Asuransi Astra masuk usia 70 tahun, memperkuat layanan digital melalui myGarda, gardaoto.com, dan Garda Siaga
15 Oktober 2026, 11:00 WIB
Seri GIIAS kembali dilanjutkan, GIIAS Makassar 2026 bakal hadirkan 14 merek kendaraan penumpang ke konsumen
15 Oktober 2026, 09:06 WIB
Setelah menjadi perbincangan, BYD Atto 2 akhirnya dipajang dan dipamerkan kepada konsumen di Indonesia
15 Oktober 2026, 07:00 WIB
Sebelum menentukan pilihan, Mitsubishi Destinator bisa jadi bahan pertimbangan konsumen yang membutuhkan