FIFGroup Bagikan Buku dan Alat Tulis ke 17 Sekolah Dasar
24 Agustus 2026, 18:54 WIB
Asuransi Astra mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah dan naiknya suku bunga berdampak pada bisnis asuransi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap Rupiah per 3 Juni 2026 tembus Rp 17.931. Hal ini jadi perhatian di industri otomotif, tidak terkecuali bisnis asuransi kendaraan.
Astra sebagai salah satu perusahaan asuransi kendaraan mengungkapkan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah pada berdampak pada bisnis mereka.
Ditambah lagi adanya kenaikan suku bunga di Indonesia. Per 21 Mei 2026, Bank Indonesia menaikkan BI Rate menjadi 5,25 persen yang pada akhirnya berimbas pada bunga kredit mobil.
“Kalau ditanya apa yang paling terdampak dengan penurunan daya beli? Pasti salah satunya demand terhadap kendaraan bermotor,” kata Maximiliaan Agatisianus, Presiden Direktur Asuransi Astra di Jakarta, Rabu (03/05).
Dia tidak menampik bahwa industri otomotif termasuk bisnis asuransi, sampai sekarang masih berada di bawah tekanan terkhusus buat kendaraan roda empat.
Mengingat angka penjualan pun masih belum bisa kembali bangkit ke angka satu juta unit per tahun.
“Tetapi di pihak asuransi komersial kami harapkan juga masih bisa bertumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi,” tegas Maximiliaan.
Pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi mendongkrak harga jual mobil berbasis impor di pasaran dan tentu mempengaruhi daya beli serta serta skema pembiayaan.
Melihat kondisi ekonomi yang belum bisa dikatakan sepenuhnya pulih, pihak Astra mengungkapkan diversifikasi jadi salah satu strategi mereka.
“Seperti saya sampaikan di awal, Asuransi Astra selalu melakukan diversifikasi agar kami resilien ke depannya,” tegas Maximiliaan.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan, penjualan retail (distribusi dari diler ke konsumen) mobil adalah 833.692 unit.
Meskipun perlahan pulih, angka itu belum sepenuhnya sesuai harapan yakni satu juta unit.
Tertekannya konsumen di segmen menengah ke bawah memberikan dampak besar. Persentase kredit macet turut memperkeruh keadaan.
Imbas kredit macet, sejumlah perusahaan pembiayaan melakukan pengetatan persyaratan cicilan mobil.
Hasilnya, penjualan mobil mengalami tekanan akibat calon konsumen menunda pembelian sampai kondisi ekonomi bisa kembali membaik.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
24 Agustus 2026, 18:54 WIB
19 Agustus 2026, 17:30 WIB
18 Agustus 2026, 21:30 WIB
13 Agustus 2026, 18:54 WIB
12 Agustus 2026, 14:50 WIB
Terkini
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Demi memudahkan masyarakat mengurus dokumen berkendara, kepolisian menghadirkan SIM keliling Bandung hari ini
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Aturan ganjil genap Jakarta masih menjadi andalan pihak aparat untuk membendung jumlah kendaraan di jam sibuk
28 Agustus 2026, 06:00 WIB
Mendekati akhir pekan, SIM keliling Jakarta masih dapat dimanfaatkan di lima lokasi berbeda hari ini
27 Agustus 2026, 15:00 WIB
Changan memboyong sejumlah model andalan dari berbagai sub merek, tawarkan variasi produk buat konsumen
27 Agustus 2026, 11:00 WIB
Untuk pasar India, Honda ADV 160 kini pakai mesin bensin yang dapat menenggak bahan bakar campuran etanol
27 Agustus 2026, 09:00 WIB
Baru-baru ini beredar isu kenaikan tarif parkir untuk mobil di Jakarta menjadi Rp 60 ribu yang menuai kontra
27 Agustus 2026, 07:00 WIB
Marini dan Aldeguer akhirnya menentukan masa depan mereka dan mengisi susunan sementara pembalap MotoGP 2027
27 Agustus 2026, 06:07 WIB
Di hari ini SIM keliling Bandung beroperasi sejak pagi dan mengakomodir kebutuhan pengendara di Kota Kembang