BMW Astra Kembangkan Potensi Desa Melalui Program DSA
18 Oktober 2026, 16:28 WIB
Asuransi Astra mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah dan naiknya suku bunga berdampak pada bisnis asuransi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap Rupiah per 3 Juni 2026 tembus Rp 17.931. Hal ini jadi perhatian di industri otomotif, tidak terkecuali bisnis asuransi kendaraan.
Astra sebagai salah satu perusahaan asuransi kendaraan mengungkapkan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah pada berdampak pada bisnis mereka.
Ditambah lagi adanya kenaikan suku bunga di Indonesia. Per 21 Mei 2026, Bank Indonesia menaikkan BI Rate menjadi 5,25 persen yang pada akhirnya berimbas pada bunga kredit mobil.
“Kalau ditanya apa yang paling terdampak dengan penurunan daya beli? Pasti salah satunya demand terhadap kendaraan bermotor,” kata Maximiliaan Agatisianus, Presiden Direktur Asuransi Astra di Jakarta, Rabu (03/05).
Dia tidak menampik bahwa industri otomotif termasuk bisnis asuransi, sampai sekarang masih berada di bawah tekanan terkhusus buat kendaraan roda empat.
Mengingat angka penjualan pun masih belum bisa kembali bangkit ke angka satu juta unit per tahun.
“Tetapi di pihak asuransi komersial kami harapkan juga masih bisa bertumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi,” tegas Maximiliaan.
Pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi mendongkrak harga jual mobil berbasis impor di pasaran dan tentu mempengaruhi daya beli serta serta skema pembiayaan.
Melihat kondisi ekonomi yang belum bisa dikatakan sepenuhnya pulih, pihak Astra mengungkapkan diversifikasi jadi salah satu strategi mereka.
“Seperti saya sampaikan di awal, Asuransi Astra selalu melakukan diversifikasi agar kami resilien ke depannya,” tegas Maximiliaan.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan, penjualan retail (distribusi dari diler ke konsumen) mobil adalah 833.692 unit.
Meskipun perlahan pulih, angka itu belum sepenuhnya sesuai harapan yakni satu juta unit.
Tertekannya konsumen di segmen menengah ke bawah memberikan dampak besar. Persentase kredit macet turut memperkeruh keadaan.
Imbas kredit macet, sejumlah perusahaan pembiayaan melakukan pengetatan persyaratan cicilan mobil.
Hasilnya, penjualan mobil mengalami tekanan akibat calon konsumen menunda pembelian sampai kondisi ekonomi bisa kembali membaik.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
18 Oktober 2026, 16:28 WIB
15 Oktober 2026, 13:00 WIB
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
12 Oktober 2026, 21:50 WIB
12 Oktober 2026, 07:00 WIB
Terkini
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
Bing Bang Auto Festival 2026 akan menyuguhkan kejutan dan menjadi panggung untuk mobil serta motor listrik
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
Usulan insentif mobil hybrid dinilai kurang tepat, seharusnya pemerintah lebih fokus pada bantuan untuk EV
22 Oktober 2026, 07:00 WIB
iCar Mod Fest menjadi tempat menampilkan karya kreatif konsumen dalam melakukan modifikasi pada kendaraan
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
Leapmotor berusaha mematuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia
21 Oktober 2026, 17:00 WIB
LCR Honda menunjuk David Alonso sebagai rekan Johann Zarco dan melengkapi susunan pembalap MotoGP 2027
21 Oktober 2026, 15:00 WIB
Bersamaan dengan acara Chery International User Summit 2026, iCar V25 resmi meluncur dan berpeluang masuk RI
21 Oktober 2026, 13:00 WIB
Pemesanan Chery Q yang tembus ribuan unit diyakini dapat berkontribusi dongkrak penjualan mereka di Indonesia
21 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil hybrid masih jadi satu opsi utama kendaraan ramah lingkungan yang praktis, catat penjualan positif