BMW Mengaku Penjualannya Tidak Terganggu Kondisi Ekonomi
28 Juni 2026, 09:00 WIB
Asuransi Astra mengungkapkan pelemahan nilai tukar rupiah dan naiknya suku bunga berdampak pada bisnis asuransi
Oleh Serafina Ophelia
KatadataOTO – Nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap Rupiah per 3 Juni 2026 tembus Rp 17.931. Hal ini jadi perhatian di industri otomotif, tidak terkecuali bisnis asuransi kendaraan.
Astra sebagai salah satu perusahaan asuransi kendaraan mengungkapkan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah pada berdampak pada bisnis mereka.
Ditambah lagi adanya kenaikan suku bunga di Indonesia. Per 21 Mei 2026, Bank Indonesia menaikkan BI Rate menjadi 5,25 persen yang pada akhirnya berimbas pada bunga kredit mobil.
“Kalau ditanya apa yang paling terdampak dengan penurunan daya beli? Pasti salah satunya demand terhadap kendaraan bermotor,” kata Maximiliaan Agatisianus, Presiden Direktur Asuransi Astra di Jakarta, Rabu (03/05).
Dia tidak menampik bahwa industri otomotif termasuk bisnis asuransi, sampai sekarang masih berada di bawah tekanan terkhusus buat kendaraan roda empat.
Mengingat angka penjualan pun masih belum bisa kembali bangkit ke angka satu juta unit per tahun.
“Tetapi di pihak asuransi komersial kami harapkan juga masih bisa bertumbuh seiring dengan pertumbuhan ekonomi,” tegas Maximiliaan.
Pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi mendongkrak harga jual mobil berbasis impor di pasaran dan tentu mempengaruhi daya beli serta serta skema pembiayaan.
Melihat kondisi ekonomi yang belum bisa dikatakan sepenuhnya pulih, pihak Astra mengungkapkan diversifikasi jadi salah satu strategi mereka.
“Seperti saya sampaikan di awal, Asuransi Astra selalu melakukan diversifikasi agar kami resilien ke depannya,” tegas Maximiliaan.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan, penjualan retail (distribusi dari diler ke konsumen) mobil adalah 833.692 unit.
Meskipun perlahan pulih, angka itu belum sepenuhnya sesuai harapan yakni satu juta unit.
Tertekannya konsumen di segmen menengah ke bawah memberikan dampak besar. Persentase kredit macet turut memperkeruh keadaan.
Imbas kredit macet, sejumlah perusahaan pembiayaan melakukan pengetatan persyaratan cicilan mobil.
Hasilnya, penjualan mobil mengalami tekanan akibat calon konsumen menunda pembelian sampai kondisi ekonomi bisa kembali membaik.
Artikel Terpopuler
Artikel Terkait
28 Juni 2026, 09:00 WIB
20 Juni 2026, 11:00 WIB
12 Juni 2026, 07:00 WIB
10 Juni 2026, 15:00 WIB
10 Juni 2026, 13:00 WIB
Terkini
19 Juli 2026, 14:00 WIB
Vinfast Indonesia secara resmi menawarkan motor listrik dengan pilihan kepemilikan baterai sewa atau beli putus
19 Juli 2026, 12:00 WIB
Chery Q sudah dipesan lebih dari 3.000 unit meskipun tanpa harga final dan baru akan meluncur di GIIAS 2026
19 Juli 2026, 10:38 WIB
MMKSI menilai kalau Mitsubishi Xforce Hybrid lebih memiliki prospek lebih bagus di pasar otomotif Indonesia
18 Juli 2026, 21:09 WIB
Stasiun pengisian kendaraan listrik Voltron Hub Puri Indah menawarkan opsi ultra fast charging ke konsumen
18 Juli 2026, 21:06 WIB
Pangsa pasar Daihatsu di Juni 2026 berhasil tembus 17,1 persen, naik dari capaian di tahun sebelumnya
17 Juli 2026, 18:00 WIB
Diler perdana Leapmotor dibuka di kawasan PIK, gabung deretan grup brand Stellantis lain seperti Citroen
17 Juli 2026, 16:23 WIB
PUBG Mobile menjalin kerja sama dengan Ferrari dan Scuderia Ferrari HP, tawarkan pengalaman baru buat pemain
17 Juli 2026, 09:00 WIB
Selama PRJ 2026 Wahana mencatatkan penjualan positif, sebab ada 6.500 motor Honda yang terpesan di sana