Target BYD Usai Berhasil Tembus Tiga Besar Merek Mobil Terlaris
19 Oktober 2026, 07:02 WIB
Harga mobil baru berpotensi meningkat dalam waktu dekat jika terus menerus tertekan karena rupiah melemah
Oleh Satrio Adhy
KatadataOTO – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus melemah. Bahkan pada Kamis (04/06) sempat menyentuh angka Rp 18 ribuan.
Tentu kondisi ini cukup mengkhawatirkan para pelaku di industri otomotif. Sebab harga mobil baru berpotensi melambung tinggi.
“Jadi pricing kami itu menyesuaikan lagi dengan (kondisi) lapangan dan market,” ungkap Anton Jimmi Suwandy, Chief Executive Auto2000 di Pantai Indah Kapuk (PIK).
Lebih jauh dijelaskan bahwa Auto2000 melihat beberapa faktor, dalam menentukan banderol kendaraan roda empat yang mereka niagakan.
Seperti contoh situasi geopolitik hingga naiknya harga plastik dalam beberapa waktu belakangan. Selain itu, nilai tukar rupiah juga menjadi pertimbangan.
Meski begitu sampai sekarang, Anton menjelaskan bahwa Auto2000 belum berniat menaikkan harga Toyota Avanza, Agya dan produk lain.
Oleh sebab itu, dia mengimbau kepada para konsumen untuk memanfaatkan kondisi harga mobil baru yang masih dipertahankan.
“Imbauan kami mumpung harga penyesuaian belum maksimal, jadi ini kesempatan baik kalau mau beli mobil sekarang,” lanjut Anton.
Anton menuturkan bahwa dia tidak bisa memperkirakan sampai kapan Auto2000, mampu menahan banderol kendaraan roda empat anyar.
Sebab menurut ia, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar cepat atau lambat pasti akan membawa dampak pada harga mobil baru.
“Karena kalau dolar naik, historinya harga mobil akan naik,” tegas Anton.
Di sisi lain, Auto2000 juga masih menahan harga komponen kendaraan di tengah melemahnya nilai tukar rupiah.
“Untuk oli sampai sekarang belum ada kenaikan. Tapi saya enggak tahu ke depannya bagaimana, apalagi sekarang dolar sudah Rp 18 ribu,” pungkas Anton.
Hal serupa terjadi pada biaya servis rutin kendaraan. Auto2000 diklaim belum menaikkan harga jasa mereka.
Pengguna Toyota Avanza, Rush hingga Agya yang berniat melakukan perawatan di bengkel Auto2000 tidak perlu ditunda-tunda lagi.
“Saya juga mengimbau teman-teman di cabang, kalau butuh pembelian mobil dan servis, ya jangan ditunda-tunda karena kalau melihat kondisi sekarang kan tidak bisa dikontrol,” tutur Anton.
Pemerintah pun harus bergerak secepatnya, untuk menangani situasi pelemahan nilai tukar rupiah agar tidak berlangsung lama.
Pasalnya jika terjadi terus-menerus, maka akan memengaruhi banyak hal. Termasuk pada sektor industri otomotif.
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
19 Oktober 2026, 07:02 WIB
13 Oktober 2026, 19:35 WIB
05 Oktober 2026, 21:00 WIB
03 Oktober 2026, 21:00 WIB
03 Oktober 2026, 07:00 WIB
Terkini
22 Oktober 2026, 11:00 WIB
Bing Bang Auto Festival 2026 akan menyuguhkan kejutan dan menjadi panggung untuk mobil serta motor listrik
22 Oktober 2026, 09:00 WIB
Usulan insentif mobil hybrid dinilai kurang tepat, seharusnya pemerintah lebih fokus pada bantuan untuk EV
22 Oktober 2026, 07:00 WIB
iCar Mod Fest menjadi tempat menampilkan karya kreatif konsumen dalam melakukan modifikasi pada kendaraan
21 Oktober 2026, 22:50 WIB
Leapmotor berusaha mematuhi mandatori TKDN 60 persen di 2027 yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia
21 Oktober 2026, 17:00 WIB
LCR Honda menunjuk David Alonso sebagai rekan Johann Zarco dan melengkapi susunan pembalap MotoGP 2027
21 Oktober 2026, 15:00 WIB
Bersamaan dengan acara Chery International User Summit 2026, iCar V25 resmi meluncur dan berpeluang masuk RI
21 Oktober 2026, 13:00 WIB
Pemesanan Chery Q yang tembus ribuan unit diyakini dapat berkontribusi dongkrak penjualan mereka di Indonesia
21 Oktober 2026, 11:00 WIB
Mobil hybrid masih jadi satu opsi utama kendaraan ramah lingkungan yang praktis, catat penjualan positif