Ekspor Mobil CBU Bantu Maksimalkan Kapasitas Produksi di RI
27 Februari 2026, 07:00 WIB
Ekspor mobil 2024 mengalami penurunan cukup dalam dengan pengiriman secara CKD yang paling terasa penurunannya
Oleh Adi Hidayat
KatadataOTO – Pabrikan di Indonesia tidak hanya memproduksi kendaraan untuk keperluan domestik tetapi juga buat keperluan ekspor ke negara tetangga. Sepanjang 2024 jumlah ekspor mobil jumlahnya pun mengalami tekanan.
Berdasarkan data Gaikindo, jumlah ekspor mobil secara CBU periode Januari hingga Desember 2024 adalah sebesar 472.194 unit. Angka itu turun 32.940 unit dari tahun sebelumnya sebanyak 505.134 unit atau 6,5 persen.
Toyota adalah penyumbang ekspor kendaraan secara CBU paling besar. Selama 12 bulan mereka telah mengirimkan sedikitnya 166.531 unit kendaraan ke berbagai negara.
Jumlah itu naik 28.870 unit atau sekitar 21 persen dari tahun sebelumnya. Sepanjang 2023 mereka hanya mampu melepas 157.511 unit kendaraan.
Daihatsu berada di posisi kedua dengan jumlah ekspor sebanyak 110.334 unit atau turun 47.177 unit (-30 persen). Pada 2023 pabrikan asal Jepang itu melepas 157.511 unit.
Posisi ketiga diisi oleh Mitsubishi Motors yang mengekspor kendaraan sebanyak 87.896 unit. Angka ini tumbuh 7.377 unit atau 9,2 persen dari tahun sebelumnya sebesar 80.519 unit
Peringkat keempat dikuasai oleh Hyundai dengan pencapaian sebesar 62.443 unit, naik 8.005 unit atau 14,7 persen. Pada 2023 mereka hanya melepas 65.438 unit.
Kemudian Suzuki menutup lima besar merek dengan ekspor terbesar 2024 berkat pengiriman sebanyak 19.141 unit. Catatan itu melandai 19.426 unit atau 50,4 persen dari tahun sebelumnya yang sebanyak 38.557 unit
Sementara untuk jumlah ekspor mobil secara CKD adalah 46.311 set, turun 29,6 persen lebih sedikit 19.470 set dibanding 2023. Ketika itu pabrikan mobil di Tanah Air telah mengirim 65.781 set.
Mitsubishi Motors menjadi pabrikan yang paling banyak mengirim CKD dengan catatan mencapai 31.866 set, turun 1.438 set atau sekitar 4,3 persen. Padahal di tahun sebelumnya mereka melepas 33.304 set.
Kemudian posisi kedua ada Hyundai yang mengirim 7.801 set. Ini adalah kali pertama mereka mengekspor kendaraan secara CKD.
Suzuki ada di posisi ketiga karena mengirim 6.612. set, naik 199,5 persen dari tahun sebelumnya yang cuma 2.208 set.
Sementara Wuling ada di posisi keempat setelah melepas 32 set.
| Merek | Jumlah |
| Toyota | 166.531 |
| Daihatsu | 110.334 |
| Mitsubishi Motors | 87.896 |
| Hyundai – HMMI | 62.443 |
| Suzuki | 19.141 |
| Honda | 15.757 |
| Isuzu | 8.070 |
| Wuling | 1.101 |
| Hino | 765 |
| DFSK | 155 |
| Mitsubishi Fuso | 1 |
| Total | 472.194 |
| Merek | Jumlah |
| Mitsubishi Motors | 31.866 |
| Hyundai – HMMI | 7.801 |
| Suzuki | 6.612 |
| Wuling | 32 |
| DFSK | 0 |
| Total | 46.311 |
Artikel Terpopuler
1
2
3
4
5
Artikel Terkait
27 Februari 2026, 07:00 WIB
24 Februari 2026, 11:01 WIB
17 Februari 2026, 09:00 WIB
26 Januari 2026, 15:00 WIB
23 Januari 2026, 12:00 WIB
Terkini
20 Oktober 2026, 06:06 WIB
Wuling Eksion sebagai SUV 7 seater sudah dibekali fitur-fitur yang bisa menyesuaikan kebiasaan para pengemudi
19 Oktober 2026, 21:00 WIB
Persaingan Marquez dan Martin dalam perebutan gelar juara dunia kembali tersaji di MotoGP Australia 2026
19 Oktober 2026, 20:56 WIB
AiMOGA bertekad untuk menggabungkan teknologi otomotif dengan robotika agar bisa semakin dikenal orang banyak
19 Oktober 2026, 13:00 WIB
Jelang satu tahun Changan berbisnis di Indonesia, merek asal Cina satu ini berfokus pada lini produk dan jumlah diler
19 Oktober 2026, 10:11 WIB
Tuai respons positif, pemesanan MG ZS Hybrid+ 400 unit dan sudah mulai terkirim ke konsumen sebanyak 100 unit
19 Oktober 2026, 08:24 WIB
Setelah menghadirkan banyak produk hingga merek di Indonesia, Chery Group percaya diri bakal terus raih hasil positif
19 Oktober 2026, 07:02 WIB
Meskipun jadi pemain baru di pasar mobil Indonesia, BYD mampu menorehkan sejumlah capian cukup positif
18 Oktober 2026, 17:00 WIB
Sri Lanka menjadi pasar setir kanan pertama di luar Jepang yang dipilih BYD dalam memasarkan kei car Racco